Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Nenek 72 Tahun Juara Dunia Angkat Beban (Sora24)
Dream - Chiyomi Sawa, nenek berusia 72 tahun dari Jepang tengah jadi sorotan. Meski usianya sudah senja, Sawa menjadi Juara Dunia Women's Bench Press Masters.
Kerennya, dia telah mempertahankan gelar itu selama 19 tahun. Bahkan Sawa tak berencana untuk berhenti meraih gelar juara dalam waktu dekat.
Jika melihat sekilas Sawa, banyak orang mengira dia hanya seorang pensiunan dengan tubuh pendek dan berat badan berlebih. Tetapi dalam kenyataannya, dia adalah atlet kelahiran alami dengan pandangannya tertuju pada gelar juara dunia bench press ke-20 berturut-turut.
Sejak mulai berkompetisi di level tertinggi pada 2006, Sawa mendominasi kejuaraan dunia, meraih juara pertama di setiap edisi, di kelas berat yang berbeda. Atlet angkat beban itu sekarang mengincar gelar juara ke-20, dan dilihat dari rekam jejaknya, dia kemungkinan besar akan meraihnya.
Sawa berlatih berbagai olahraga ketika tumbuh dewasa, dan mengembangkan minat khusus dalam softball. Dia terus bermain bahkan setelah melahirkan dua anaknya tetapi akhirnya terpaksa berhenti setelah mulai bekerja sebagai juru masak makan siang anak pra sekolah ketika dia berusia 20-an.
Olahraga berhenti menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari Sawa sampai usianya jelang akhir 40-an. Hasil pemeriksaan kesehatan tahunannya memperlihatkan dia mengalami kelebihan berat badan.
Kegilaan pada olahraga bela diri tae-bo baru saja melanda Jepang waktu itu. Wanita itu memutuskan untuk mencobanya.
Saat berusaha menghilangkan kelebihan berat badan, Sawa juga memasukkan latihan beban dalam rutinitasnya. Hingga suatu hari, pelatihnya bertanya apakah dia ingin mencoba latihan bench press.
Sampai saat itu, dia selalu menganggap bench press hanya untuk pria. Tetapi atas desakan pelatih, dia setuju untuk mencobanya.
Pada percobaan pertamanya, Sawa yang berusia 49 tahun berhasil mengangkat beban seberat 50 kilogram. Itu membuat semua orang di gym, termasuk pelatihnya, terpana.
Pujian yang diterimanya mendorongnya untuk terus berlatih, dan tak lama kemudian dia siap bersaing di pentas dunia. Sawa telah dibandingkan dengan anggur, karena menjadi lebih baik seiring bertambahnya usia.
Setelah pensiun dari pekerjaannya, dia dapat lebih fokus pada pelatihannya, yang memungkinkannya mengalahkan pesaing lebih muda di kejuaraan bench press dunia selama bertahun-tahun.
Nenek itu mengatakan mungkin pensiun setelah mengklaim gelar ke-20 dan hal itu akan dia wujudkan ketika sudah berusia 60 tahun. Tetapi, pernyataan itu sudah satu dekade lalu dia sampaikan.
Kenyataannya, hingga saat ini dia masih terjun di kompetisi dunia. Sepertinya, dia masih jauh dari keinginan untuk pensiun, dikutip dari Sora24.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya