Menko PMK: `Sampai Kapanpun Indonesia Akan Dirundung Bencana`

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Jumat, 30 Juli 2021 18:00
Menko PMK: `Sampai Kapanpun Indonesia Akan Dirundung Bencana`
Indonesia tidak akan pernah terlepas dari bencana alam karena berada di jalur Ring of Fire

Dream - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengingatkan masyarakat Indonesia untuk senantiasa waspada dengan potensi munculnya bencana. Berada di daerah yang dilintasi cincin api (Ring of Fire), peluang bencana akan selalu muncul di Tanah Air. 

Pernyataan Muhadjir itu disampaikan saat memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Nasional (Rakorbangnas) Badan Metrologi dan Geofisika (BMKG) baru-baru ini. 

" Bencana di Indonesia adalah sebuah keniscayaan. Sampai kapan pun Indonesia akan selalu dirundung bencana," tutur Muhadjir dalam Rakorbangnas BMKG Tahun 2021 yang diunggah kanal YouTube infoBMKG.

 

1 dari 3 halaman

Kondisi Indonesia

Dengan letak geografis Indonesia tersebut, Muhadjir meminta masyarakat ikut aktif dalam tanggap bencana guna mengurangi risiko kerugian yang mungkin dialami. Sebab, kerugian tidak hanya mengenai ekonomi tetapi juga sosial dan lingkungan yang berpengaruh pada kesejahteraan rakyat.

" Segala hal yang berkaitan dengan kebencanaan, mulai dari siaga bencana, tanggap bencana, rehabilitas sampai rekonstruksi bencana adalah suatu hal yang harus jadi perhatian, jadi budaya, dan jadi tanggung jawab seluruh rakat Indonesia bersama-sama," pintanya.

Ia juga mengingatkan jajaran BMKG mengenai arahan Presiden Jokowi bahwa, pihaknya harus menjadi acuan berbagai pihak dalam upaya pengambilan keputusan.

Lebih jauh, Muhadjir juga melaporkan kondisi bencana selama dua tahun terakhir yang terjadi di Indonesia. Disebutkan bahwa sepanjang 2020 terjadi sebanyak 2.952 bencana di Indonesia.

Sementara sampai Juni 2021 ini, dari data yang dimutakhirkan tercatat telah terjadi 1.500 kejadian bencana.

" Di mana 99% adalah merupakan bencana hidro meteorologi. Selain bencana alam, pada tanggal 13 April 2020 pemerintah telah menetapkan penyebaran Covid-19 sebagai bencana nasional non-alam," ucapnya.

2 dari 3 halaman

Indonesia Dirundung Bencana, SBY Ajak Rakyat Bertobat

Dream - Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyampaikan pesan penting terkait banyaknya sejumlah musibah yang melanda tanah air.

SBY berpesan kepada segenap bangsa Indonesia agar berkontemplasi dan mengevaluasi perilaku dalam mengelola sumber daya kehidupan.

" Menghadapi pandemi dan krisis ekonomi besar saat ini, sepatutnya kita semua melakukan evaluasi dan kontemplasi atas apa yang kita lakukan sebagai manusia," tutur SBY dalam Doa untuk Indonesia Secara Virtual di YouTube Pemprov DKI Jakarta, Minggu 14 Februari 2021.

Menurut SBY, ada kemungkinan kesalahan dan keserakahan manusia dalam mengelola sumber daya kehidupan yang menyebabkan terjadinya sejumlah bencana di Indonesia.

" Barangkali karena kesalahan dan keserakahan kita dalam menjaga dan menggunakan sumber-sumber kehidupan selama ini membuat ekosistem dan tatanan kehidupan berubah," kata SBY.

Atas dasar tersebut, SBY menilai Indonesia kini diuji dengan sejumlah bencana seperti bencana alam dan bencana kesehatan.

" Akibatnya kita menghadapi bencana alam, bencana kesehatan, dan bencana kehidupan secara bersamaan," ujar SBY.

3 dari 3 halaman

Rentetan Bencana Alam di Indonesia

Oleh karena itu, SBY mengajak masyarakat agar bertaubat dan tidak mengulangi kesalahan dalam mengelola sumber daya kehidupan.

" Sebelum terlambat, kita musti bertobat dan memohon maaf kepada Sang Pencipta. Tidak mengulangi kesalahan kita dan ke depan sungguh merawat dan melestarikan bumi kita beserta sumber-sumber kehidupan yang dikandungnya," tutur SBY.

Untuk informasi, sejumlah bencana alam berupa banjir, longsor, dan gempa bumi melanda Indonesia pada satu bulan terakhir.

Selanjutnya, longsor terjadi di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat pada Sabtu, 9 Januari 2020 lalu

Kemudian, gempa bumi berkekuatan 5,9 Magnitudo mengguncang Kabupaten Majene, Sulawesi Barat pada Kamis, 14 Januari 2021 yang kemudian disusul gempa bumi berkekuatan 6,2 Magnitudo sehari setelahnya pukul 2.28 WITA.

Sejumlah bencana alam tersebut memberikan dampak kerugian materil dan korban jiwa yang besar.

Beri Komentar