Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Panglima TNI, Kapolri, Pangdam Jaya, Dan Kapolda Metro Jaya Siap Mengamankan Pilkada DKI (Dream.co.id/M Ilman Nafi'an)
Dream - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyatakan `Aksi 112` pada Sabtu besok mendapat penolakan dari sejumlah habaib, ulama dan ustaz. Dia mengaku mendapat telepon langsung dari mereka tentang sikap yang diambil.
" Tentang rencana 112, saya mendapatkan telepon beberapa habaib, beberapa ulama dan ustaz yang menyampaikan kepada saya, protes. 'Bapak Panglima, katanya itu acara para ulama, saya protes bahwa saya tidak ikut'. Ada habaib, ada ulama, ada ustaz," kata Gatot di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat, 10 Februari 2017.
Selain itu, Gatot mengatakan penolakan juga muncul dari Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), sekaligus Rais 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Ma'ruf Amin.
" Guru saya, Rais 'Aam PBNU, KH Maruf Amin sekaligus Ketua MUI juga melarang umat NU untuk ikut dalam 112," ucap Gatot.
Selanjutnya, Gatot menyarankan aksi yang akan diisi dengan kegiatan keagamaan seperti Sholat Subuh berjamaah, tausiyah, dzikir, dan khataman Alquran itu dilakukan di masjid-masjid di lingkungan masing-masing.
" Saya ingatkan dalam kegiatan membaca Quran, khatam Quran, tausiyah, dzikir, kegiatan yang sangat mulia dan baik. Sebaiknya ini dilakukan di masjid-masjid dipimpin para ulama pembimbing umat di tempat masing-masing, sehingga semua tenang," ujar dia.
Gatot juga memerintahkan seluruh jajarannya agar selalu siap untuk memberi bantuan pengamanan jika kepolisian membutuhkan.
" Dalam pelaksanaan Pilkada saat ini saya tegaskan sekali lagi, sudah saya perintahkan kepada seluruh komandan Kodim, Korem, Pangdam, mendukung penuh apa yang diperlukan Polri di mana pun berada," kata Gatot. (Ism)
© Dream
Sementara, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, mengatakan, akan menerjunkan lebih dari 20 ribu personel untuk mengamankan Aksi 112. Jumlah itu merupakan gabungan personel Polri dan TNI.
" Kita akan lakukan pengamanan ketat dengan 20 ribu personil lebih," kata Tito.
Menurut Tito, hingga saat ini belum ada surat pemberitahuan aksi akan dilaksanakan di lapangan Silang Monas. Sehingga, kata dia, apabila aksi dilakukan di Monas, polisi tidak akan segan membubarkan.
" Berarti, karena tidak ada pemberitahuan, berarti akan ada upaya paksa bila ada yang melakukan aksi di monas," ujar dia.