Kabur dari Puskesmas, Pasien Positif Covid-19 Berobat ke Dukun

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Kamis, 14 Mei 2020 11:34
Kabur dari Puskesmas, Pasien Positif Covid-19 Berobat ke Dukun
Pasien tersebut mendatangi dukun di Sukamakmur untuk menjalani pengobatan alternatif.

Dream - Seorang pasien positif Covid-19 dilaporkan kabur dari puskesmas dan memilih pengobatan alternatif di Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Akibatnya, Sukamakmur ditetapkan berpotensi menjadi sumber penyebaran virus corona.

Apalagi, dukun yang praktik di pengobatan alternatif itu menangani pasien itu, tidak menggunakan masker maupun sarung tangan. Sehingga, seluruh orang yang berada di sekitar lokasi praktik dukun tersebut harus menjalani tes.

" Nanti keluarga dan kontak erat di Sukamakmur akan diambil swab-nya,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiah, dikutip dari radarbogor.id.

Sebelumnya, pasien positif Covid-19 asal Desa Balekambang, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor kabur dari perawatan di puskesmas. Pasien tersebut mendatangi dukun di Sukamakmur untuk menjalani pengobatan alternatif.

" Kasus Sukamakmur itu kasus positif di Balekambang, tapi kabur. Pergi tidak konfirmasi ke puskesmas," ucap dia.

 

1 dari 5 halaman

Satu Lokasi Dites Semua, Termasuk Dukun

Akibat aksi nekat tersebut, petugas Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor segera mencari keberadaan pasien lantaran khawatir akan menyebarkan virus di masyarakat.

" Kemudian dicari oleh sama tim medis, PKM dan Tim Covid-19 Jonggol. Ketemu di Sukamakmur sedang pengobatan alternatif," tutur Syarifah.

Pasien pun dijemput untuk menjalani isolasi di Puskesmas. Saat penjemputan, pasien mengalami batuk dan berada di satu ruangan bersama pasien dukun lainya. Bahkan seluruh yang ada di sana tak menggunakan masker.

" Untuk penjemputan petugas menggunakan APD lengkap," kata Syarifah.

2 dari 5 halaman

Imam Sholat Tarawih Positif Covid-19, Warga Satu RW Diminta Karantina

Dream - Warga RW 07, Jembatan Besi, Jakarta Barat, diminta melaksanakan karantina setelah tiga orang warrganya dinyatakan positif tertular virus Covid-19. Salah satu dari tiga orang tersebut sempat menjadi imam sholat Tarawih di Mushola Baitul Muslimin.

Camat Tambora, Bambang Sautama, mengambil langkah cepat dengan tracing atau pelacakan orang yang pernah melakukan kontak dengan para pasien. Bambang menyebut ada 28 warga yang masuk kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP)

" Mereka kami arahkan untuk melakukan tes swab di Pukesmas. Sekarang tinggal nunggu hasil saja," kata Bambang, dikutip dari Liputan6.com.

 

3 dari 5 halaman

Minta Warga Jalankan Karantina RW

Bambang juga meminta warga melakukan karantina tingkat RW. Ini untuk memperlambat laju penyebaran Covid-19 di daerah pemukiman.

" Saya tidak mau terjadi penyebaran lebih luas. Makanya kami minta isolasi wilayah secara mandiri," ucap dia.

Menurut Bambang, karantina tingkat RW ini akan berakhir setelah hasil tes swab dirilis. " Kita sambil nunggu dulu. Tapi mudah-mudahan hasilnya negatif," ujar dia.

 

4 dari 5 halaman

Tertular dari Cucu

Sebanyak 20 jemaah Mushola Baitul Muslimin Tambora berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) setelah berinteraksi dengan seorang kakek yang terkonfirmasi positif Covid-19. Kakek tersebut sempat menjadi imam Sholat Tarawih di mushola tersebut pada Sabtu 9 Mei 2020 malam.

Menurut Bambang, kakek tersebut tertular Covid-19 dari cucunya. Si cucu sudah menjalani rapid test dan swab lebih dulu dan hasilnya positif Covid-19.

" Kakek dan istrinya kemudian ikut melakukan tes serupa pada hari Jumat, diketahui hasilnya positif," ucap Bambang.

 

5 dari 5 halaman

Tak Mau Isolasi Mandiri

Setelah dinyatakan positif, kakek itu tidak melakukan isolasi mandiri da tetap melakukan aktivitas di luar rumah seperti biasa. Bahkan kakek itu menolak dirujuk ke RS Wisma Atlet Kemayoran.

" Dia (kakek) menyampaikan 'saya tidak kena Covid-19 tapi gejala typus'. Nah, malamnya masih mimpin Sholat Tarawih," ucap dia.

Bambang mengatakan pihaknya membujuk satu keluarga itu agar mau menjalani perawatan di rumah sakit. Akhirnya pada Minggu kemarin kakek dan istrinya bersedia dibawa ke Rumah Sakit Tarakan.

Sumber: Liputan6.com/Ady Anugrahadi

Beri Komentar