Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Said Aqil Siradj (Liputan6.com)
Dream - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj, mengatakan bahwa tidak sembarangan orang bisa disebut sebagai ulama. Menurut dia, seorang ulama harus memiliki ilmu agama yang luas.
" Yang namanya ulama itu paham agama, Alquran, hadis, tasawuf, fiqih, paham tafsir, nahwu sharaf, dan sebagainya," ujar Kiai Said dalam acara Multaqo Ulama di Jakarta, Jumat 3 Mei 2019.
Menurutnya, apabila seseorang tidak memiliki keilmuan agama yang luas, maka sebaiknya tidak menyebut diri sebagai ulama. Dia meminta tak ada yang mengaku-ngaku sebagai ulama.
" Kalau enggak paham ini jangan coba-coba ngaku ulama. Ya Allah, dikira gampang apa jadi ulama," ucap dia.
Selain ilmu agama, tambah dia, ulama juga harus mengayomi, membimbing masyarakat ke jalan yang diridhai Allah SWT. Namun caranya bukan dengan menakut-nakuti.
" Ulama itu harus yang memandang umat dengan mata kasih sayang," ucap dia.
Menurut Kiai Said, ulama itu harus selalu berkata benar, tidak memfitnah, apalagi ujaran kebencian. Ulama senantiasa mengajak masyarakat ke arah yang optimis.
" Enggak ada ulama yang nakut-nakutin, tidak ada ulama yang membuat orang pesimis," kata dia.
Sementara, terkait Multaqo Ulama, Kiai Said memastikan tak ada kaitan dengan unsur politik.
" Ini bukan pertemuan politik. Ini bukan pertemuan yg bertendesius, tapi multaqo ini adalah pertemuan antar ulama, habaib, cendekiawan dalam ramgka memyonsong Ramadan agar memasuki Ramadan kita damai, bersaudaraan dan tenang," tandasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya