Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bom Bunuh Diri Di Polrestabes Medan (Foto: Istimewa)
Dream - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, mengatakan Mapolrestabes Medan sebenarnya sudah menerapkan standar keamanan sesuai prosedur. Para pengunjung menjalani pemeriksaan di pintu gerbang sebelum masuk ke area Mapolres.
" Jadi hasil pemeriksaan anggota kepolisian di sana, semua sudah dilakukan penggeledahan, termasuk barang-barang yang dibawa sudah melakukan pengecekan semuanya," ujar Dedi di Jakarta, Rabu 13 November 2019.
Terkait dengan insiden bom, Dedi mengatakan pelaku ternyata menyelinap untuk menghindari pemeriksaan. Menurut dia, pelaku berinisial RMN memanfaatkan keramaian Mapolrestabes Medan oleh masyarakat yang ingin mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)
Pelaku yang saat itu mengenakan jaket ojek online menyelinap masuk. Aksinya diketahui dan dikejar oleh petugas.
" Nah, momen itu dimanfaatkan oleh pelaku untuk menyusup," ucap dia.
Ketika dikejar, bom yang dibawa pelaku meledak. Lokadi ledakan di dekat tempat parkir menuju kantin Mapolrestabes Medan.
" Kurang lebih 30 sampai 50 meter dari penjagaan, kemudian jalan mau menuju ke arah kantin dan kantin itu ada pengurusan SKCK. Meledaknya di halaman parkir itu," kata dia.
Saat ini, tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui seberapa besar daya ledak bom yang turut menghancurkan tubuh pelaku.
" Tentunya tidak bisa membuat suatu kesimpulan apakah high eksplosif atau low eksplosif, karena ini memerlukan uji laboratorium forensik," kata dia.
Dream - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, mengatakan identitas pelaku bom bunuh diri di Mapolresta Medan, Sumatera Utara telah diketahui. Menurut dia, pelaku berinisial RMN.
" Inisialnya RMN, usianya 24 tahun," kata Dedi, Rabu 13 November 2019.
Dedi mengatakan pelaku berstatus pelajar atau mahasiswa. Terkait keterlibatan RMN dengan jaringan teroris masih diselidiki Densus 88.
Untuk sementara, Dedi menyatakan aksi RMN sebagai teror tunggal. " Pelaku ini lakukan aksi teror lone wolf," ujar dia.

Terduga pelaku pengeboman di Mapolresta Medan
Densus 88 Anti Teror terus mengembangkan pemeriksaan dari sejumlah temuan yang didapat. Termasuk melacak rekam jejak RMN di media sosial.
" Rekam jejak di medsos pelaku cukup aktif," ucap dia.
Dedi membantah lemahnya sistem keamanan sehingga bisa terjadi insiden ledakan bom di Mapolresta Medan. Menurut dia, pengamanan setiap markas polisi sudah sesuai prosedur.
" Sesuai dengan standar operasional prosedur tingkat kewaspadaan tiap satuan atau Mako Polri selalu melaksanakan itu (kewaspadaan)," ujar Dedi.
Dedi mengakui situasi yang terjadi di Mapolrestabes Medan hari ini tidak seperti biasanya. Mapolrestabes Medan banyak didatangi masyarakat karena ingin mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).
" Memang hari ini secara kebetulan masyarakat cukup banyak berbondong-bondong untuk membuat SKCK," kata dia.
Pelaku bom bunuh diri meledakkan bom di dekat lokasi pembuatan SKCK.
" Jadi tetap kewaspadaan kita waspadai kejadian tersebut belum sampai ke sentral pelayanan SKCK masih ada di halaman parkir begitu sementara," kata dia.
Hingga kini, tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror masih melakukan penyelidikan untuk mengumpulkan barang bukti.
" Nanti kita bisa membuat suatu kesimpulan apakah ini (bom) low eksplosif atau high eksplosif," ucap dia.
Dream - Kadiv Humas Polri, Irjen Muhammad Iqbal, mengatakan satu orang tewas dan enam lainnya mengalami luka akibat bom bunuh diri di Mapolresta Medan, Sumatera Utara pagi tadi. Orang yang meninggal diduga pelaku.
" Ada enam korban, lima dari personil Polri dan satu sipil. Tetapi, Alhamdulillah, laporan sementara korban tidak ada yang luka parah, tetapi ada luka-luka," kata Iqbal, Rabu 13 November 2019.
Sementara, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, mengatakan ledakan menimbulkan sejumlah kerusakan. Tercatat empat mobil mengalami rusak.
" Kerusakan ada empat kendaraan, ada tiga kendaraan milik dinas, satu pribadi," kata dia.
Usai insiden, tim Densus 88, Inafis, dan Pusat Laboratorium Forensik melakukan olah TKP. Polisi mengecek sidik jari milik pelaku serta menyelidiki penggunaan bahan peledak dalam aksi ini.
Lebih lanjut, Dedi mengimbau khusus masyarakat yang ingin membuat Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) akan diberlakukan pelayanan terbatas. " Kita lakukan di polsek-polsek terdekat," ucap dia.
Dream - Satu polisi terluka akibat ledakan bom bunuh diri yang terjadi di Mapolresta Medan, Sumatera Utara.
" Satu orang polisi terluka," kata seorang anggota polisi dikutip dari Merdeka.com, Rabu 13 November 2019.
Polisi yang terluka sudah dievakuasi dan mendapat perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara.
Sebelum ledakan terjadi, polisi sempat mengejar pelaku yang menerobos masuk ke markas polisi. Pelaku meledakkan diri di dekat kantin.
" Kasi Propam sempat mengejar pelaku yang menerobos masuk Mapolres. Kemudian meledak di dekat kantin," ujar dia.
Setelah terjadi ledakan pada pukul 08.45 WIB, polisi menutup akses tempat kejadian perkara. Masyarakat dan media tidak diizinkan masuk ke Mapolresta Medan.
Masyarakat diminta berada di radius 15 meter dari pintu masuk. Saat ini polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara dan satu unit ambulans datang ke lokasi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya