Fenomena Alam Langka, Ada `Tahi Lalat` di Matahari

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 13 November 2019 12:01
Fenomena Alam Langka, Ada `Tahi Lalat` di Matahari
Menjadi perjalanan langka.

Dream - Fenomena alam langka tengah terjadi di susunan Galaksi Bimasakti. Melihat Matahari dari kejauhan, terdapat titik hitam pekat di depannya. Mirip seperti 'tahi lalat'.

Tentu saja itu bukan tahi lalat sungguhan, melainkan Merkurius yang telah dalam penjelajahan langka. Dari Bumi, Merkurius yang sedang transit menampakkan siluet gelap karena membelakangi Matahari.

Fenomena ini akan jadi yang terakhir sebelum akhirnya muncul kembali pada 2032. Sebelumnya, peristiwa serupa pernah terjadi pada 2016.

presiden Royal Astronomical Society (RAS) Inggris, Profesor Mike Cruise, mengatakan untuk dapat menunggu peristiwa serupa terjadi kembali maka harus menunggu 13 tahun lamanya. 

" Transit merupakan pertunjukan nyata bagaimana planet bergerak di sekitar Matahari," kata dia.

Dilaporkan BBC, proses transit terjadi pada Senin, 11 November 2019 pukul 12.35 GMT, atau 19.35 WIB. Di waktu itu, Merkurius tampak menyentuh garis lengkung tepi Matahari.

 

1 dari 4 halaman

Tidak Tampak di Sisi Bumi Selatan

Proses itu akan berakhir pada 18:04 GMT, atau Selasa, 12 November 2019 pukul 01.04 WIB.

Seluruh peristiwa itu terlihat dari bagian timur Amerika Serikat (AS) dan Kanada, ujung barat daya Greenland, sebagian besar Karibia, Amerika Tengah, seluruh Amerika Selatan, dan beberapa Afrika Barat.

Sementara di Eropa (termasuk Inggris), Timur Tengah, dan sebagian besar Afrika, posisi matahari terbenam sebelum proses transit Merkurius berakhir. Sehingga, sisi gelap Merkurius tidak terlihat.

Pengamat di Indonesia serta negara lain di Asia Tenggara, Asia Timur, Asia Selatan dan Australia tidak dapat melihat fenomena langka ini. 

Merkurius adalah planet terkecil dan terdalam di tata surya. Planet ini menyelesaikan orbit sekitar 88 hari dan akan melewati celah antara Bumi dan Matahari setiap 116 hari.

2 dari 4 halaman

NASA Unggah Foto Matahari dari Jarak Dekat, Menyeramkan!

Dream - Badan Antariksa Amerika Serikat (National Aeronautics and Space Administration/NASA) seringkali mengunggah foto yang memperlihatkan keindahan luar angkasa.

Denan teknologi yang lebih mumpuni, hasil jepretan mereka tentu langka dan jarang bisa dilakuan fotografer profesional sekalipun.

Baru-baru ini NASA kembali membagikan foto yang memperlihatkan penampakan pusat tata surya, tak lain adalah matahari.

Foto itu di-posting di akun instagram @nasa. Dijelaskan foto tersebut diambil dari hasil observatorium Solar Dynamics yang diabadikan pada Oktober 2014 silam.

Namun alih-alih terpesona, sebagian besar warganet malah menyebut bentuk matahari menyeramkan. Bahkan ada yang menyebut mirip seperti Jack O'Latern.

3 dari 4 halaman

Foto Palsu?

Tak sedikit juga yang berdebat dan meyakini bahwa foto itu bukanlah matahari. Mereka menuduh bahwa foto ini adalah editan dengan Photoshop.

Ada juga yang bilang ini adalah palsu dan menganalogikannya dengan beragam benda.

" This picture is fake," Tulis @patrik_baross2013.

Dari foto itu tampak pula sebagian sisi matahari yang terlihat gelap, seakan menambah kesan horor dari foto tersebut.

Meski begitu tak sedikit pula warganet yang dibuat kagum akan keindahan foto yang dibagikan NASA itu. Bagaimana kita dapat melihat kehidupan luar angkasa yang tak mungkin terlihat dengan mata telanjang.

Beri Komentar
Kenangan Reza Rahadian Makan Siang Terakhir dengan BJ Habibie