Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Haji (foto: Shutterstock)
Sisa kuota tersebut dikembalikan kepada provinsi dan kabupaten/kota.
Dream - Masa pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahap 1 telah berakhir pada Jumat pekan lalu, 5 Mei 2017. Tahap ini menyisakan kuota haji reguler sebanyak 14.129 jemaah.
Jemaah haji Indonesia yang sudah melunasi BPIH pada tahap 1 berjumlah 188.389 atau 93,02 persen," ujar Kasubdit Penyelenggaraan Haji Kemenag Noer Aliya Fitra, dikutip dari kemenag.go.id, Senin, 8 Mei 2017.
Noer mengatakan dari jumlah tersebut, sebanyak 5.075 jemaah berstatus cadangan telah melakukan pelunasan. Tetapi, kata Noer, mereka baru bisa diberangkatkan jika ada sisa kuota di masing-masing provinsi, kabupaten dan kota setelah penutupan pelunasan BPIH tahap 2.
Menurut Noer, jika terdapat sisa kuota pada pelunasan tahap 1, maka dikembalikan ke provinsi dan kabupaten/kota. Kuota tersebut diperuntukkan bagi jemaah masuk prioritas, seperti ketentuan dalam Surat Keputusan Dirjen PHU Nomor 140 Tahun 2017.
Jemaah masuk golongan prioritas antara lain jemaah haji yang melakukan pelunasan tahap 1 tapi gagal karena sistem. Kedua, jemaah haji yang sudah memiliki nomor porsi musim 1438 H/2017 M yang sudah pernah menjalankan haji.
Ketiga, jemaah haji pendamping lansia minimal 75 tahun. Keempat, jemaah haji lansia, dan kelima, jemaah haji penggabungan suami/istri dan orangtua/anak kandung.
"Penentuan pengisian penggabungan mahram dan lanjut usia sangat bergantung kepada sisa kuota pada masing-masing provinsi atau kabupaten/kota," ucap Noer.(Sah)