Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Instagram)
Dream - Kasus video mesum sepasang muda-mudi yang menjadi viral beberapa waktu belakangan sukses membuat publik terhenyak. Terlebih, si pemeran wanita santer disebut-sebut sebagai seorang mahasiswi dari salah satu universitas negeri ternama di Indonesia.
Selain video, foto-foto 'screenshot' yang menunjukkan secara jelas wajah kedua pemeran juga beredar luas di media sosial. Dua pelaku diduga berinisial MF dan HA.
Namun, pada Jumat kemarin, 27 Oktober 2017, dua orang yang diduga pemeran video tersebut, MF dan HA datang ke SatReskrim Polres Depok sebagai saksi untuk memberikan klarifikasinya.
Dalam proses pemeriksaan oleh petugas, MF dan HA menyangkal kebenaran video tersebut. Menurut mereka, dua video yang selama ini diviralkan berbarengan dengan 'screenshot' di media sosial adalah palsu.
© Dream
Usai memberikan keterangan di SatReskrim, MF pun angkat bicara soal kasusnya di hadapan awak media.
Diungkapkan MF, hubungannya dengan HA hanya sebatas teman. Ia pun mengaku, merasa sangat dirugikan lantaran dituding sebagai pelaku dalam video mesum tersebut.
" Ya, saya merasa sangat dirugikan sekali karena saya difitnah. Kemudian ya semoga ini bisa menjadi pelajaran bagi saya untuk mengoreksi hidup saya lagi dan berbuat baik ke depannya," kata MF.
Pria yang kini bekerja sebagai pegawai swasta itu juga mengungkapkan, tak tahu siapa yang menyebarkan video tersebut dan apa motif di baliknya.
Dia hanya bisa berharap si pelaku penyebaran akan mendapatkan ganjaran yang setimpal. " Ya, intinya mendapatkan hukuman setimpal," ujarnya. (San)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya