Penyebar Hoaks Brimob Asal China: Saya Khilaf

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Jumat, 24 Mei 2019 16:38
Penyebar Hoaks Brimob Asal China: Saya Khilaf
Sempat meminta maaf.

Dream - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap pelaku penyebar hoaks polisi asal China, yang berinisial SDA. Terduga pelaku ditangkap pada Kamis, 23 Mei 2019 di kediamannya di Bekasi, Jawa Barat.

Di hadapan awak media, SDA mengaku khilaf telah ikuti menyebarkan berita yang belum diketahui kebenarannya itu.

" Saya menerima berita tersebut dari seseorang, artinya itu bukan kreasi saya. Saya terus terang khilaf," ujar SDA di Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 24 Mei 2019.

Pria yang berprofesi sebagai wiraswasta itu meminta maaf karena menyebarkan berita hoaks. 

" Pada kesempatan ini saya meminta maaf kepada semua pihak, terutama kepolisian," ucap dia.

Dalam patroli siber, SDA diketahui telah menyebarkan hoaks tersebut ke empat WhatsApp Group. Akibat perbuatannya, SDA terancam hukuman penjara selama enam tahun.

" Kita harap semua betul-betul bijak menggunakan media sosial," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo.

1 dari 3 halaman

Sosok Brimob yang Dituduh Sebagai Polisi asal China

Dream - Tiga anggota Brimob yang sedang bertugas mengamankan aksi 21 dan 22 Mei 2019, sempat dituding sebagai polisi asal China. Kabar di media sosial itu menyebut, polisi asal Negeri Tirai Bambu sengaja didatangkan untuk mengamankan aksi.

Dalam foto yang beredar, tiga anggota Brimob yang berpakaian lengkap menggunakan helm dan wajahnya tertutup masker. Dia dianggap polisi China karena punya mata sipit.

" Untuk itu, kesempatan ini kami hadirkan beberapa anggota Brimob Polri yang kemarin sempat viral. Ini asli polisi Indonesia," ujar Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Rickynaldo Chairul di Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 24 Mei 2019.

Dalam kesempatan itu, tiga anggota Brimob itu menunjukkan wajah aslinya dengan membuka helm dan masker.

 Polisi Brimob yang dituduh asal China (Foto: Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafi'an)

Polisi Brimob yang dituduh asal China (Foto: Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafi'an)

Ketiga anggota Brimob itu berasal dari Korps Brimob Polda Sumatera Utara.

" Saya anggota Brimob yang bertugas di Polda Sumatera Utara. Jadi berita yang disebarkan selama ini murni hoaks dan kami brimob Indonesia," tegas salah satu anggota Brimob.

Saat ini, polisi telah mengamankan satu pelaku berinisial SDA yang menyebarkan hoaks mengenai polisi yang didatangkan dari China.

Pelaku penyebar informasi ditangkap di Bekasi, Jawa Barat pada Kamis 23 Mei 2019 malam. Pelaku diketahui berprofesi sebagai wiraswasta.

2 dari 3 halaman

Penyebar Hoaks Polisi Cina Ikut Amankan Aksi Ditangkap

 Polisi Brimob yang dituduh asal China (Foto: Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafi'an)

Penyebar hoaks Polisi Brimob asal China (Foto: Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafi'an)

Dream - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap satu pelaku penyebar hoaks mengenai keterlibatan polisi China saat pengamanan aksi 21 dan 22 Mei.

Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Rickynaldo Chairul, mengatakan, pelaku diketahui berinisial SDA berasal dari Bekasi, Jawa Barat.

" Pelaku telah mengakui perbuatannya," ujar dia di Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 24 Mei 2019.

Dia mengatakan, SDA mengedit gambar yang diambil dari foto massa yang selfie dengan tiga anggota Brimob yang sedang berjaga. Foto itu kemudian disebarkan dengan diberi narasi kalau Brimob tersebut merupakan warga Cina, terlihat dari matanya yang sipit.

3 dari 3 halaman

Belum Diketahui Dibayar Atau Tidak

" (Pelaku) melakukan dengan sengaja untuk membuat kebencian di media sosial yang mengakibatkan keonaran di masyarakat," ucap dia.

Berdasarkan patroli siber, pelaku telah menyebarkan konten di beberapa WhatsApp group.

Ricky mengatakan, saat ini pelaku yang berprofesi sebagai wiraswasta belum dapat dipastikan apakah dibayar oleh pihak tertentu atau tidak dalam menjalankan aksinya.

" Belum ada informasi lanjutan yang bersangkutan dibayar atau dimanfaatkan oleh kelompok tertentu," kata dia.

Beri Komentar
Yenny Wahid Rilis Produk Kecantikan Halal