Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ibadah Haji Di Tengah Pandemi Covid-19 (Facebook/@haramain)
Dream - Haji tahun ini bisa dikatakan merupakan kesempatan luar biasa. Sebab, ibadah haji dijalankan dengan aturan sangat ketat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya akibat pandemi Covid-19.
Pemerintah Arab Saudi sendiri membatasi jumlah jemaah yang bisa melaksanakan haji tidak lebih dari 1.000 orang. Pemilihannya pun sangat ketat dan dilakukan melalui aplikasi online untuk menghindari kemungkinan adanya kerja sama.
Terseliplah Ata Faridah dan Muhammad Wahyu yang merupakan Warga Negara Indonesia di antara daftar jemaah haji tahun ini. Bagi keduanya, haji ini merupakan pengalaman yang luar biasa.
Faridah tidak pernah membayangkan bisa melaksanakan haji tahun ini. Karena dia tahu pasti, tidaklah mudah untuk masuk dalam daftar jemaah haji di tengah pandemi.
" Di luar dugaan saya diterima. Masya Allah. Saya merasa, 'kok saya?' Saya merasa tidak pantas," ucap Faridah, dikutip dari VOA.
Muhammad Wahyu mengaku sangat bersyukur. Perasaannya campur aduk begitu namanya masuk dalam daftar jemaah haji di tengah pandemi Covid-19.
" Sangat bahagia sekali. Bercampur sih. Rasa bahagia. Rasa sedih," kata Wahyu.
Faridah dan Wahyu adalah dua dari 16 WNI yang mendapatkan kesempatan melaksanan ibadah haji 1441H. Rinciannya, ada lima orang jemaah wanita dan 11 jemaah pria.
" (Ini) golden ticket buat saya," kata Faridah.
Faridah sudah satu setengah tahun tinggal di Al Khobar, dua jam naik pesawat dari Jeddah. Dia adalah ibu rumah tangga dengan tiga anak yang sebelumnya tengah bersiap kembali ke Indonesia.
Sementara Wahyu merupakan guru di Sekolah Indonesia di Riyadh. Dia mengabdikan diri di sekolah tersebut selama satu tahun.
Faridah mengaku sempat mendapat telepon yang ternyata dari otoritas haji. Petugas yang menghubunginya bertanya apakah Faridah bersedia melaksanakan haji tahun ini.
" Saya bilang, Insya Allah, saya mau. Tetapi saya akan sendiri karena saya lupa mendaftarkan suami saya. (Dia bilang) Tidak apa. Don’t be afraid. We are all will be alone. There, we will meet Allah. (Jangan takut. Kita semua akan sendirian. Di sana, kita akan bertemu Allah). Jadi, saya jadi serius. Ini panggilan ya bagi saya sebelum pulang ke Indonesia for good?" kata Faridah.
Ketika menutup telepon itu, Faridah masih tidak percaya. Dia pun berkonsultasi dengan keluarganya dan akhirnya mendapat dukungan.
Setelah itu, dia kembali menelepon kantor otoritas haji untuk menyampaikan niatnya menjalankan rukun Islam kelima. Dia juga sudah siap jika mendapat jawaban berapa riyal yang harus dikeluarkan.
Nyatanya, jawaban yang didapatnya di luar dugaan. Faridah bisa berhaji tanpa perlu pusing dengan biaya karena gratis.
" Ini hoaks ya? Ini scam? (Dia bilang) 'No, Faridah, this is true. It is free. If you don’t believe, I will make a group. There will be an Indonesian friend also in the group (Tidak Faridah, ini benar. Ini gratis. Jika Anda tidak percaya, saya akan membuat grup. Akan ada teman Indonesia juga dalam grup itu). Ya, itulah (yang) membenarkan bahwa saya terpilih," kata wanita itu.
Bagi Wahyu, haji tahun ini adalah hal langka dan tidak semua orang mendapatkan pengalaman seperti dia. Karena meski gratis, fasilitas yang disediakan sangat mewah.
" Sampai di King Abdul Aziz Airport, masya Allah, sambutan mereka luar biasa. Kayak kita tuh benar-benar tamu agung. Ahlan ya hajj. Ahlan ya hajj," kata Wahyu.
Dia sampai menangis menceritakan pengalamannya berhaji. Rasa syukur selalu dipanjatkannya kepada Allah atas kesempatan langka tersebut.
" Kemudian kita diiringi oleh puluhan mobil polisi, sampai di hotel yang sudah ditunjuk untuk karantina selama empat hari. Fasilitasnya begitu luar biasa. Orang bertahun-tahun antre, orang bertahun-tahun mengumpulkan uang, sedangkan ini, kita diberikan secara gratis, kita dilayani bagaikan raja," kata Wahyu.
Belum cukup sampai di situ. Seluruh jemaah haji mendapatkan fasilitas ibadah masing-masing. Seperti koper, sajadah, dan buhur, sejenis pengharum ruangan dibakar khas Arab.
Yang lebih mengesankan, Wahyu menerangkan seluruh jemaah mendapatkan potongan kiswah Kabah. Bahkan jemaah tidak perlu repot mencari batu kerikil untuk melontar Jamarat, semua sudah disediakan dan dijamin keamanannya karena sudah dibersihkan dengan cairan disinfektan.
Ketika membutuhkan air zamzam untuk minum, jemaah juga tidak perlu. Ada petugas yang datang menghampiri membawa botol berisi air zamzam dalam kotak pendingin.
" Mereka datang pakai tas belakang. Kotak di belakang. Pakai cooler box, tapi dia jadikan seperti backpack," kata Wahyu.
Baik Faridah maupun Wahyu mengaku sangat nyaman bisa melaksanakan haji. Ditambah situasinya yang tidak padat. Membuat mereka bisa khusyuk beribadah.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya