Penjelasan Jokowi Soal Rencana Penambahan Enam Wakil Menteri

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Minggu, 10 November 2019 11:28
Penjelasan Jokowi Soal Rencana Penambahan Enam Wakil Menteri
Istana baru membahas dua jabatan

Dream - Beredar kabar bakal ada enam kursi tambahan di jajaran Kabinet Indonesia Maju. Keenam kursi tersebut disiapkan untuk posisi wakil menteri. 

Mengenai hal ini, Presiden Joko Widodo mengatakan belum ada pembahasan secara mendalam mengenai rencana tersebut.

" Belum," ujar Jokowi dikutip dari Liputan6.com, Minggu 10 November 2019.

Juru Bicara Kepresidenan, Fadjroel Rachman mengatakan, saat ini Istana baru membahas dua jabatan yakni Wakil Panglima TNI dan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

" Jadi di luar itu seperti Pak Jokowi tadi katakan, belum dibicarakan. Jadi yang sudah terbit akan kita proses secepatnya, dalam proses. Ada (wakil) Mendikbud dan Wakil Panglima TNI," kata dia.

(Sumber: Liputan6.com, Fachrur Rozie)

1 dari 5 halaman

Ini Gaji dan Fasilitas yang Diterima Wakil Menteri Jokowi

Dream – Anggota Kabinet Indonesia Maju Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Ma'ruf Amin kembali bertambah. Jokowi telah melantikan 12 nama untuk mengisi posisi sebagai wakil menteri di sejumlah kementerian.

Belasan Wakil Menteri (Wamen) ini terutama berasal dari dua latar belakang yaitu profesional dan partai politik.

Dari kalangan profesional muncul dua nama yaitu Budi Gunadi Sadikin dan Kartiko Wirjoatmojo yang dilantik menjadi Wakil Menteri BUMN. 

Sebagai pejabat negara, para Wamen ini juga mendapat gaji dan tunjangan yang sudah tercantum dalam peraturan pemerintah. 

Menurut Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 176/PMK.02/2015 tentang Hak Keuangan dan Fasilitas Lainnya Bagi Wakil Menteri, wakil menteri mendapatkan hak keuangan sebesar 85 persen dari tunjangan jabatan menteri dalam Keputusan Presiden No. 68 Tahun 2001 tentang Tunjangan Jabatan Bagi Pejabat Negara Tertentu.

Dalam Keppres itu, dikatakan bahwa tunjangan jabatan menteri sebesar Rp13,608 juta. Dengan begitu, tunjangan yang didapatkan wakil menteri sebesar Rp11,57 juta.

Wakil menteri juga mendapatkan tunjangan kinerja sebesar 135 persen dari yang didapatkan pejabat eselon I A dengan jabatan tertinggi.

2 dari 5 halaman

Dapat Tunjangan Mobil dan Kompensasi Rumah

Selain hak keuangan, wakil menteri juga mendapatkan tunjangan mobil dinas yang setara dengan pejabat struktural eselon I. Bagi kementerian yang belum dapat menyediakan rumah dinas, wakil menteri mendapatkan kompensasi tunjangan rumah sebesar Rp35 juta per bulannya.

Jika dilihat dari peraturan sebelumnya, Peraturan Menteri Keuangan No. 164/PMK.02/2012 tentang Hak Keuangan dan Fasilitas Lainnya bagi Wakil Menteri, disebutkan bahwa wakil menteri mendapatkan tunjangan berupa kompensasi rumah sebesar Rp15 juta per bulan dan mobil dinas senilai Rp800 juta.

Namun dengan munculnya Permenkeu yang baru, ketentuan tunjangan tersebut telah dihapus.

Wakil menteri mendapatkan fasilitas kesehatan berdasarkan peraturan perundang-undngan mengenai Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Ketua, Wakil Ketua, dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Badan Pemeriksa Keuangan, Komisi Yudisial, Hakim Mahkamah Konstitusi, Hakim Agung Mahkamah Agung, Menteri, Wakil Menteri, dan Pejabat Tertentu.

3 dari 5 halaman

Ini 12 Calon Wakil Menteri yang Dipanggil ke Istana

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil 12 tokoh ke Istana Kepresidenan. Dari laporan yang beredar ada 12 nama yang tercatat telah datang ke Istana dengan kemeja putih dan celana hitam.

Sosok yang tiba diprediksi akan menjadi wakil menteri di sejumlah kementerian. Komposisi tokoh yang tiba berasal dari partai politik dan profesional.

Berikut, nama-nama calon menteri yang muncul.

 

© Dream

 

1. Budi Gunadi Sadikin (Direktur Utama Mining Industry Indonesia)

2. Wahyu Sakti Trenggono (Bendahara TKN)

3. Zainut Tauhid Saadi (Waketum MUI/PPP)

4. Angela Tanoesoedibjo (Komisaris MNC)

5. Surya Candra (PSI)

6. Wempi Wetipo (PDIP - mantan bupati Jayawijaya)

7. Kartika Wirdjoatmojo (Dirut Bank Mandiri)

8. Mahendra Siregar (mantan dubes Amerika Serikat)

9. Alue Dohong ( badan restorasi gambut)

10. Budi Arie Setiadi (Ketum Projo)

11. Jerry Sambuaga (politisi Partai Golkar)

12. Suahazil nazara (Kepala Badan Kebijakan Fiskal)

4 dari 5 halaman

Siang Ini Jokowi Lantik Wakil Menteri, Siapa Saja?

Dream - Komposisi Kabinet Indonesia Maju berlanjut. Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melantik wakil menteri untuk sejumlah pos kementerian Jumat, 25 Oktober 2019, pukul 14.00 WIB.

" Betul (pelantikan wakil menteri), jam 14.00 WIB," kata Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono, saat dikonfirmasi Liputan6.com.

Sebelum diumumkan, Jokowi akan memanggil terlebih dahulu para calon wakil menteri ke Istana Negara.

Sehari sebelumnya, Jokowi menyatakan susunan wakil menteri sudah selesai dan akan diumumkan dalam waktu dekat. Wakil menteri diambil dari kalangan partai politik dan profesional.

" Jadi, sebetulnya sudah selesai wamen ini. Ada yang dari partai, ada yang dari profesional," ujar dia.

Jokowi mengatakan, wakil menteri yang dilantik memiliki kompetensi yang mendukung kerja para menteri.

" Misalnya di BUMN, kalau memang menterinya membutuhkan wamen ada tiga, dan itu diperlukan, kita tahu, BUMN kita ada 140-an," ujar dia.

Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham

5 dari 5 halaman

Ini Prioritas Utama Kabinet Indonesia Maju

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut prioritas utama Kabinet Indonesia Maju yaitu pembangunan sumber daya manusia (SDM).

" Tentu saja prioritas utama kita lima tahun ke depan adalah pembangunan SDM sehingga semuanya yang berkaitan dengan itu harus kita garap secara ramai-ramai sehingga memunculkan sebuah daya saing," kata Jokowi di Istana Merdeka, Rabu 23 Oktober 2019.

Jokowi ingin mengejar competitivenes index yang lebih baik. Dia pun ingin penggunaan APBN yang fokus dan terarah.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menambahkan, akan terus mengejar defisit neraca perdagangam, defisit transaksi berjalan, dan membuka lapangan kerja.

Jokowi juga ingin reformasi dilakukan secara konkret. " Hal-hal yang ruwet harus disederhanakan," ucap dia.

Beri Komentar