Penjelasan Kemenag Soal Regulasi Majelis Taklim

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Senin, 2 Desember 2019 13:00
Penjelasan Kemenag Soal Regulasi Majelis Taklim
Majelis taklim berhak mendapat anggaran fungsi pendidikan.

Dream - Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama, Juraidi, mengatakan bahwa Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 29 Tahun 2019 tentang majelis taklim ditujukan untuk mempermudah pemberian bantuan.

" Majelis taklim perlu diberikan perhatian, dibantu untuk peningkatan manajemen pengelolaannya agar semakin bisa memberdayakan masyarakat di sekitarnya," ujar Juraidi dalam keterangan tertulisnya, Senin 2 Desember 2019.

Juraidi menambahkan, pemberian anggaran tersebut tertuang dalam Undang-undang (UU) Nomor 20 Tahun 2003. Undang-undang tersebut berisi sistem pendidikan nasional yang mengatur pendidikan keagamaan.

1 dari 5 halaman

Turunan dari UU Nomor 20 Tahun 2003 itu dijelaskan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Keagamaan. Dalam PP tersebut, majelis taklim masuk dalam lembaga pendidikan non-formal.

Dengan penyebutan tersebut, majelis taklim berhak mendapat anggaran fungsi pendidikan yang setiap tahunnya mencapai 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Juraidi menuturkan, regulasi majelis taklim juga diharapkan menjadi menjadi cara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Sebab, majelis taklim umumnya digunakan ibu-ibu dan bapak-bapak untuk menimba ilmu agama.

" Begitu juga bapak-bapak yang sibuk bekerja sampai pensiun, sehingga belum sempat belajar agama, ditampung oleh majelis talim. Anak putus sekolah diajari agama di majelis taklim," kata dia.

2 dari 5 halaman

Kemenag Buat Regulasi Soal Majelis Taklim

Dream - Kementerian Agama rupanya telah membuat regulasi mengenai majelis taklim. Regulasi itu tertuang dalam Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 29 tahun 2019.

Menteri Agama (Menag), Fachrul Razi mengatakan, PMA itu telah terbit pada 13 November 2019 lalu. Aturan itu dikeluarkan untuk memudahkan Kemenag memetakan majelis taklim mana saja yang layak diberi bantuan.

" Supaya kita bisa kasih bantuan ke majelis taklim. Kalau tidak ada dasarnya nanti kita tidak bisa kasih bantuan," ujar Fachrul dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 29 November 2019.

PMA Nomor 29 Tahun 2019 tentang Majelis Taklim tersebut berisi 6 Bab dan 22 Pasal. Salah satu poinnya yakni mengatur pendanaan penyelenggaraan majelis taklim dapat bersumber dari pemerintah, pemerintah daerah, serta sumber lain yang sah dan tidak mengikat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Fachrul membantah pembuatan regulasi majelis taklim bertujuan untuk menangkal radikalisme.

" Tidak, saya tidak melihat sesuatu yang aneh di majelis taklim," ucap dia.

Meski demikian, dalam salah satu pasalnya menyebutkan regulasi tersebut mengatur tugas dan tujuan majelis taklim, pendaftaran, penyelenggaraan yang mencakup pengurus, ustaz, jemaah, tempat, dan materi ajar.

3 dari 5 halaman

Majelis Taklim Se-Jakarta Sambut Kedatangan Anies Baswedan

Dream - Cagub Anies Baswedan menghadiri kegiatan Tabligh Akbar yang berlangsung di Asrama Haji Pondok Gede, Pinang Ranti, Makassar, Jakarta Timur, pada Minggu, 29 Januari 2017. Dalam kegiatan yang dihadiri oleh ribuan ustazah dan pimpinan Majelis Taklim se-Jakarta tersebut, Anies didampingi oleh istrinya Fery Farhati yang kompak mengenakan baju putih.

Kedatangan Anies kemudian disambut meriah dengan shalawat diiringi musik hadrah. Ustazah Atifah Hasan sebagai koordinator ustazah se-DKI menyatakan ucapan terima kasih atas ribuan peserta yang hadir dan berkumpul sejak pagi di forum tersebut.

" Kita berbaris rapi, bershaf-shaf. Kita berbaris rata berpegang tangan satu sama lain, untuk kemenangan Jakarta," tegas Ustazah Atifah.

Atifah mengamini visi Anies bahwa membangun DKI bukan hanya membangun infrastrukturnya, tapi membangun warganya. " Pak Anies, saya berharap membangun jamaahnya ini," ujar Atifah.

Dalam rangka menguatkan barisan dan pilihan, Atifah menegaskan bahwa pengorbanan kehadiran yang dilakukan tidak akan sia-sia. " Kita menyatukan hati kita. 5 tahun hati kita galau. Hari ini kita bertekad ke depan kita harus memiliki pemimpin yang beriman, bertaqwa dan berakhlaqul-karimah," papar Atifah.

Dia menyatakan kegiatan ini sekaligus pernyataan dukungan dan tekad untuk memenangkan pasangan Anies-Sandi. " Ibarat mangga, Anies Sandi ini matang dan manis. Enak dimakan. Bukan mangga muda atau mangga yang sudah terlalu lama," ujar Atifah.

Atifah melanjutkan keinginan Majelis Taklim se-Jakarta agar Jakarta menjadi kota pendidikan. " Kita miris terhadap generasi penerus. Jangankan yang sekolah, yang tidak sekolah saja suka nongkrong di mall, di billiard," terang Atifah.

Atifah menyampaikan bahwa anak-anak di Jakarta diharapkan mendapatkan pendidikan agama yang baik dalam kepemimpinan Anies.

" Tolong canangkan kalau jadi gubernur, anak-anak di jalanan itu kalau magrib duduk bersujud ke masjid bukannya joget. Ingat, mengajari anak itu gampang tapi mendidik anak itu susah," tandasnya yang diamini hadirin.

4 dari 5 halaman

Modus Tipu Biro Haji Palsu, Mulai Majelis Taklim Sampai Arisan

Dream - Pola operasi biro travel haji tak berizin sudah dikenali oleh Kementerian Agama. Mereka ternyata tak bergerak sendirian, melainkan berjaringan.

“ Ia selalu bergerak dan berlindung dibalik travel haji berizin di Jakarta,” kata Kepala Bagian Tata Usaha, Kantor Wilayah Kemenag DI Yogyakarta, Lutfi Hamid, sebagaimana dikutip Dream dari laman kemenag.go.id, Selasa 27 September 2016.

Dia menambahkan, setelah mendapat jemaah, para biro travel haji tak berizin ini selalu menyetorkan daftarnya ke biro-biro yang memiliki izin.

“ Dan, masuknya melalui kantong-kantong pengajian majelis taklim, pola MLM, pola arisan, memanfaatkan figur tokoh tertentu, dan seterusnya.”

Pemerintah, kata Lutfi, sebetulnya tidak mengenal travel haji berizin. Sebab, biro travel haji dan umroh yang memiliki izin selama ini disebut dengan nama Penyelenggara Ibadah Haji Khusus atau PIHK.

“ Kalau sudah punya izin PIHK, ya, otomatis sudah punya izin umroh. Nah, travel berizin umroh itu disebut Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU),” ucap Lutfi.(Sah)

5 dari 5 halaman

Hadiri Majelis Tausiyah, Reza Artamevia Rasakan Kepuasan Batin

Dream - Reza Artamevia merasakan kepuasan batin setelah mengikuti tausiyah bertema 'Muhasabah Cinta Kehidupan Rasulullah' dari Ustazah Halimah Alaydrus.

" Kepuasan batin sangat luar biasa. Majelis emang sebuah tempat barokah. Memang dianjurkan oleh Rasulullah, hadir dalam majelis pengajian dan semacamnya, " kata Reza Artamevia ditemui dalam acara 'Muhasabah Cinta Kehidupan Rasullah Seakan Kau Bersamanya' di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Sabtu 3 Desember 2016.

Reza mengaku sudah dua bulan mengikuti tausiyah dari Ustazah Halimah. Mendengar ceramahnya, kata Reza, hatinya tersentuh.

" Alhamdulilah sekitar dua bulan yang lalu saya diajak pengajian sama sahabat saya Dewi dan Rina Gunawan. Akhirnya datang akhirnya saya bertemu dengan majelis ini dan bertemu dengan Ustazah Halimah Alaydrus. Saya senang tersentuh sekali, " paparnya.

Dalam majelis tausiyah itu, Reza ikut bersholawat dan menyanyikan tiga buah lagu. Ia pun mengaku terhanyut dengan ceramah yang dikemas beda oleh Ustazah Halimah.

" Luar biasa acara Muhasabah Cinta. Tadi nangis berat dibawa untuk lebih mengenal lagi perjalanan hidup Nabi SAW, " ucapnya.

" Saya merasa disini menyentuh lebih ke hati. Pendalamannya susah dijabarkan. Ilmunya, unsur tasawufnya luar biasa. Bukan sekedar tauhid tapi juga tasawufnya, " imbuh ibu dua anak itu.

Beri Komentar
Canggih, Restu Anggraini Desain Mantel dengan Penghangat Elektrik