Dirantai, Bayi Orangutan Kalimantan Disorot Dunia

Reporter : Puri Yuanita
Selasa, 22 November 2016 07:29
Dirantai, Bayi Orangutan Kalimantan Disorot Dunia
Orangutan berusia 18 bulan yang diberi nama Bonika itu ditemukan dalam keadaan menyedihkan.

Dream - Anak orangutan di Kabupaten Sandai, Kalimantan Barat, berhasil diselamatkan setelah dirantai di bagian leher selama enam bulan di dapur sebuah rumah warga.

Orangutan berusia 18 bulan yang diberi nama Bonika itu ditemukan dalam keadaan menyedihkan. Lehernya dirantai ke sebuah balok kayu sehingga tidak bisa bergerak bebas.

Ia hanya bisa bergelantungan di antara balok-balok yang menyusun dinding dapur rumah yang terbuat dari papan kayu.

Bonika mengalami nasib menyedihkan itu setelah ditangkap oleh warga lokal bernama Hendrigus, yang menemukannya di tengah-tengah perkebunan karet.

1 dari 3 halaman

Bayi Orangutan Itu Dirantai

Begitu mendengar ada bayi orangutan ditangkap warga, International Animal Rescue (IAR) Orangutan Centre di Ketapang, langsung bergerak menyelamatkan Bonika meski harus menempuh perjalanan hingga 200 kilometer.

Menurut Hendrigus, dia merawat Bonika sebagai hewan peliharaan keluarga sejak Juni lalu. Bonika ditemukan ketika Hendrigus sedang dalam perjalanan untuk bekerja di perkebunan karet.

Saat ditemukan, Bonika sendirian dan tubuhnya kurus. Merasa kasihan, Hendrigus menangkapnya dan membawanya pulang untuk tinggal bersama keluarganya.

Hendrigus mengatakan, bayi orangutan itu diberi makan beras, tebu, biskuit, roti, air mineral dan susu bayi.

Bonika akan dilepas sementara setiap pagi dan sore hari untuk bermain dengan putri Hendrigus. Namun di luar waktu itu, Bonika dirantai agar tidak melarikan diri.

 

2 dari 3 halaman

Beruntung...

Akhirnya, keluarga Hendrigus menyadari bahwa memelihara orangutan adalah ilegal. Hendrigus bersedia menyerahkan orangutan itu ke pihak berwenang, tapi dia tidak tahu harus ke mana dan bagaimana.

Untungnya, ketika departemen Human-Orangutan Conflict Team (HOC) IAR mengunjungi Kabupaten Sandai, di mana keluarga Hendrigus tinggal, mereka mendengar tentang Bonika dan menyampaikan informasi tersebut kepada tim penyelamat.

Selama beberapa minggu ke depan, Bonika akan tetap berada di fasilitas karantina bayi orangutan memeriksa apakah ia bebas penyakit, sebelum memulai proses rehabilitasi yang akan memungkinkannya untuk kembali ke alam liar.

" Sungguh kehidupan yang menyedihkan bagi seekor bayi orangutan liar, harus dibelenggu sendirian di papan kayu sempit tanpa mendapatkan kenyamanan dari induknya.

" Namun sungguh melegakan bahwa Pak Hendrigus tahu memelihara orangutan liar adalah salah dan setidaknya sekarang bayi tersebut memiliki kesempatan mengalami kehidupan di alam yang seharusnya," kata Alan Knight OBE, Chief Executive IAR.

Pada bulan Juli lalu orangutan yang hidup di hutan-hutan Pulau Kalimantan direklasifikasi oleh International Union for the Conservation of Nature (IUCN) sebagai spesies yang terancam punah.

3 dari 3 halaman

Disorot Dunia

Kondisi Bonika ini mendapat perhatian besar dari media-media asing. Laman Daily Mail misalnya, mereka menurunkan laporan berjudul " Baby orangutan is rescued after spending SIX MONTHS chained by the neck to a narrow plank of wood in a family's kitchen " .

Sementara, laman Metro.co.uk menurunkan laporan dengan judul " Baby orangutan rescued after spending six months chained by neck" .

Sedangkan Express memuat artikel dengan judul " Baby orangutan chained to plank of WOOD on kitchen wall is finally rescued."

(Sumber: dailymail.co.uk)

Beri Komentar