Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
BKKBN
Nopian Adusti, SE, MT, Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga di Kemendukbangga/BKKBN, menekankan bahwa ayah memiliki posisi penting dalam proses pengasuhan anak. Ia menyebut, kehadiran ayah bersama ibu sangat menentukan kualitas perkembangan anak secara menyeluruh.
Pernyataan tersebut disampaikan Nopian saat menutup rangkaian kegiatan Apresiasi Duta GenRe dan Jambore Ajang Kreativitas (ADUJAK) Provinsi Kepulauan Riau 2025, yang berlangsung pada Minggu, 15 Juni 2025, di Batam.
Melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Nopian menjelaskan bahwa Kemendukbangga/BKKBN berupaya mendorong kehadiran ayah sebagai teladan, pelindung, pendidik, sekaligus sahabat bagi anak-anak mereka.
Dalam momen yang juga menjadi bagian dari peringatan Hari Keluarga Nasional pada 29 Juni mendatang, Nopian menyoroti pula peningkatan jumlah penduduk lansia. “ Kita ingin para lansia menjadi lansia berdaya. Untuk itu, kehadiran negara dan semua pihak di kehidupan lansia sangat penting,” tegasnya.
Lewat program Sidaya (Lansia Berdaya), BKKBN mengembangkan berbagai pendekatan, seperti penyelenggaraan sekolah lansia, peluncuran e-Kartu Lansia, serta layanan Bina Keluarga Lansia (BKL).
Tak hanya itu, ia juga memaparkan lima inovasi strategis atau quick wins yang diinisiasi Kemendukbangga/BKKBN guna mendukung visi Indonesia Emas 2045. Selain GATI dan Sidaya, terdapat pula program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) yang menyediakan tempat penitipan anak bagi perempuan pekerja.
Program Tamasya hadir dengan dukungan tenaga pengasuh profesional serta akses layanan rujukan bagi anak yang memerlukan perhatian lebih, sekaligus memastikan tumbuh kembang mereka berjalan optimal.
Duta GenRe Tebarkan Semangat Positif
Dalam ajang ADUJAK Kepri, terpilih dua remaja inspiratif, yakni Muhammad Sanny dari Kabupaten Lingga dan Siti Arum Ma’rufati dari Kota Batam, yang berhasil menjadi juara pertama Duta GenRe Provinsi Kepulauan Riau 2025. Mereka berkomitmen untuk menyebarkan nilai-nilai positif GenRe kepada 529.883 remaja di wilayah Kepri.
Bunda GenRe Kepri, Dewi Kumalasari, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan, “ Adujak bukan sekadar ajang kreativitas, namun juga wadah tumbuhnya karakter, kepemimpinan, dan semangat kebangsaan remaja Kepri.”
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya