Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pemakaman Korban Gempa Palu (Foto: Dompet Dhuafa)
Dream - Bencana gempa dan tsunami yang melanda Palu, Sulawesi Tengah menewaskan ribuan nyawa. Badan Nasional Penganggulangan Bencana (BNPB) mencatat per Rabu 3 Oktober 2018 pukul 13.00 WIB, jumlah korban meninggal mencapai 1.407 jiwa.
Aktivis kemanusiaan Dompet Dhuafa, Maizar Helmi, mengatakan hingga Rabu masih banyak jenazah yang belum dimakamkan. Ini lantaran minimnya armada evakuasi.
" Jalur evakuasi yang jauh, minimnya armada evakuasi karena keterbatasan BBM, dan juga kondisi jasad korban yang mulai berbau, serta dipenuhi belatung, menjadi tantangan," ujar Maizar melalui keterangan tertulis diterima Dream.
Proses evakuasi juga terpaksa dijalankan secara manual. Jumlah alat berat masih sangat terbatas, bahkan belum masuk ke Pantai Talise, salah satu lokasi yang menjadi basis evakuasi relawan Dompet Dhuafa.
" Berjalan dengan membawa kantong mayat berisi korban sejauh 2 Kilometer menjadi realita hari ini. Selain itu, juga kita harus memindahkan puing-puing secara manual untuk mengevakuasi korban," kata Maizar.
Saat ini, kata Maizar, sebagian jenazah yang telah dievakuasi sudah dimakamkan di lahan yang sudah disiapkan Basarnas bersama TNI dan Polri. Jenazah dimakamkan secara massal di Pemakaman Umum Poboyo Indah seluas 1.000 meter persegi.
Relawan Dompet Dhuafa sudah berada di lokasi bencana sejak Minggu, 30 September 2018. Tim Dompet Dhuafa kemudian mendirikan pos di Jalan Kimaja, Kelurahan Besusu, Palu Timur bekerja sama dengan BNPB dan RRI serta membuka layanan medis.
Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi, drg. Imam Rulyawan, MARS, mengatakan layanan kesehatan yang diberikan belum bisa maksimal. Ini lantaran terbatasnya alat transportasi untuk mobilisasi.
" Jumlah BBM mengalami kelangkaan di sejumlah pom bensin di Kota Palu," kata Imam.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya