Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wang Xin-Yin Dan Wang Yue-Long.
Dream - Kejadian siang hari itu sungguh menorehkan pengalaman yang sangat luar biasa bagi dua sahabat asal desa kecil Jin Tan, provinsi Sichuan, China. Adalah Wang Xin-Yin dan Wang Yue-Long. Hampir setiap hari keduanya melewatkan hari-hari bersama. Mulai dari bersekolah dan bermain. Keakraban ini sudah terjalin sejak mereka masih balita.
Usai jam pulang sekolah keduanya sepakat untuk mengunjungi salah seorang temannya. Jarak yang ditempuh mereka tidak terlalu jauh dari sekolah, karena teman yang ingin ditemui sedang tidak berada di rumah. Lantas, Xin-Yin dan Yue-Long bermain di pinggir kolam yang tak jauh dari rumah temannya itu.
Kondisi pinggir kolam yang licin membuat tubuh kecil Yue-Long terpeleset masuk ke kolam. Xin-Yi yang melihat kejadian itu sontak memegang dan berusaha menahan tubuh sahabatnya agar tak semakin terperosok ke dalam kolam.
Tubuh Xin-Yin yang tak jauh berbeda dengan Yue-Long sempat kewalahan. Tak ada seorang pun yang mendengar teriakan gadis kecil ini. Hari semakin gelap, tubuh Yue-Long kedinginan bahkan bibirnya sudah membiru karena tak sanggup menahan angin yang terus berhembus serta dinginnya air kolam.
Mengetahu putrinya tak kunjung pulang membuat kekhawatiran pada ibu Xin-Yin. Ia segera bergegas untuk mencari keberadaan putrinya. Kaget bukan kepalayang saat melihat kondisi Xin-Yin kelelahan akibat menahan dan berusaha menyelamatkan Yue-Long. Akhirnya kedua sahabat itu dilarikan sebuah rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.
Kondisi keduanya berangsur membaik, namun Xin-Yin masih merasakan sakit pada tangannya akibat menahan tubuh Yue-Long. Aksi heroik dan mengharukan yang dilakukan Xin-Yin mendapat sambutan luar biasa dari warga China. Sebagai hadiah sang ibu memberikan baju merah baru untuk Xin-Yin.
(Ism, sumber:dramafever.com)
Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi
Ayo berbagi traffic di sini!
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya