Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Joko Widodo Soal Penanganan Gempa Lombok (Setkab.go.id)
Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan proses penanganan gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat, dijalankan secara maksimal. Jokowi juga telah memerintahkan bantuan harus secepatnya dikirim agar cepat diakses para korban.
" Saya sudah memerintahkan kepada Menko Polhukam untuk mengoordinasi seluruh jajaran yang terkait dengan ini, baik BNPB, Kemensos, TNI, Polri, dan lainnya agar penanganan masalah gempa ini bisa dilakukan secepat-cepatnya," ujar Jokowi, dikutip dari kemenpar.go.id, Selasa 7 Agustus 2018.
Tak hanya warga lokal, Jokowi juga memerintahkan Menko Polhukam agar menangani warga asing yang turut terdampak gempa dengan baik.
" Jangan sampai ada pelayanan yang kurang terutama dalam rangka pengaturan jadwal penerbangan," kata dia.
Lebih lanjut, Jokowi menyampaikan duka yang mendalam kepada para korban gempa Lombok.
" Saya atas nama pribadi dan masyarakat Indonesia mengucapkan duka yang dalam atas banyaknya saudara-saudara kita di NTB yang meninggal karena gempa," kata Jokowi.
BNPB menyatakan hingga Senin malam, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa mencapai 98 jiwa. Sebagian besar penyebab kematian karena tertimpa reruntuhan.
Hingga pagi tadi, BMKG mencatat terjadi 234 gempa susulan sejak 5 Agustus 2018. Khusus untuk pagi ini, ada 17 gempa yang dirasakan di Lombok.
© Dream
Dream - Gempa bumi masih terus terjadi di bumi Lombok, Nusa Tenggara Barat. Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa susulan dengan kekuatan ringan masih terjadi sebanyak 234 kali hingga Selasa, 7 Agustus 2018 pukul 08.00 WIB.
" Hingga tanggal 7 Agustus 2018 pukul 08.00 WIB telah terjadi 234 gempa susulan dari gempa M=7.0 (5 Agustus 2018), dimana 17 gempa susulan tersebut dirasakan," demikian keterangan BMKG lewat akun Twitter, @infoBMKG.
BMKG ✔@infoBMKGHingga tanggal 7 Agustus 2018 pukul 08.00 WIB telah terjadi 234 #gempa susulan dari gempa M=7.0 (5 Agustus 2018), dimana 17 gempa susulan tersebut dirasakan.#Lombok #GempaLombok #prayforlombok #prayforlombokbali #Gempabumi #BMKG
· Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika - BMKG
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban akibat terus bertambah. Hingga Senin malam sekitar pukul 19.46 WIB, jumlah korban meninggal dunia gempa Lombok mencapai 98 jiwa dan 236 jiwa mengalami luka-luka.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan proses evakuasi terus dilakukan tim SAR gabungan di sejumlah titik.
© Dream
Salah satu titik yaitu masjid roboh yang terletak di Desa Lading-lading, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara.
Di dalam masjid tersebut diduga ada jemaah sholat Isya yang tertimbun sebanyak tiga shaf. " Belum dapat diperkirakan berapa jumlah korban yang tertimpa masjid roboh," kata Sutopo dikutip dari laman bnpb.go.id.
Evakuasi sempat dijalankan secara manual akibat sulitnya mendatangkan alat berat pada Senin kemarin. Baru sekitar pukul 15.00 WIB atau 16.00 WITA, alat berat bisa didatangkan dan proses evakuasi berjalan baik menggunakan alat berat maupun manual.
Tim SAR gabungan dipimpin Basarnas juga menjalankan evakuasi kepada wisatawan dan penduduk di Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air hingga malam hari. Sutopo juga menjelaskan belum didapat data pasti mengenai jumlah wisatawan yang dievakuasi di tiga daerah wisata itu.
" Perkiraan awal terdapat sekitar 1.000 orang. Ternyata jumlahnya lebih banyak. Tim SAR gabungan yang dipimpin Basarnas telah berhasil mengevakuasi sebanyak 2.700 orang wisatawan asing dan domestik," kata Sutopo.
© Dream
Dream - Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat menetapkan gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada Minggu malam, 5 Agustus 2018 berpotensi tsunami. Warga sempat panik akibat penetapan status tersebut.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menyatakan gempa yang mengguncang Lombok berjenis tektonik. Pusat gempa berada di daratan 18 kilometer arat barat laut Lombok Timur dengan kedalaman 15 kilometer.
" Tepatnya di lereng utara-timur laut Gunung Rinjani," ujar Dwikorita, dikutip dari pojoksatu.id, Senin 6 Agustus 2018.
Menurut Dwikorita, gempa 5 Agustus itu merupakan merupakan gempa utama (main shock) dari rangkaian sebelumnya.
Dia melanjutkan potensi tsunami bisa terjadi meski pusat gempa Lombok terjadi di darat. Sebab, kata Dwikorita, terjadi robekan memanjang hingga masuk di bawah dasar laut.
" Itu sebabnya akhirnya memicu gelombang tsunami," ucap dia.
Hingga saat ini, 91 orang meninggal dunia dan ratusan mengalami luka-luka. Sebagian besar masyarakat Lombok berada di pengungsian.
Sumber: pojoksatu.id
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya