Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Lisa Vogl (quila-style.com)
Dream - Lisa Vogl, 30 tahun, memeluk Islam setelah tinggal bersama keluarga Muslim di Maroko. Selama remaja kehidupan agama Lisa tidak begitu kuat, meskipun dia dibesarkan dari keluarga yang agamis.
Perjalanan Lisa menuju Islam bermula saat menjadi mahasiswa di Chatham College di Pittsburgh, Pennsylvania.
Setelah setahun di sana, Lisa mengambil cuti studi dan memutuskan magang di sebuah perusahaan hiburan. Dia ingin pergi ke luar negeri sekaligus menambah pengalaman magangnya. Setelah setengah tahun magang dan berbekal uang yang sudah ditabungnya, Lisa memutuskan pergi ke Maroko selama tiga bulan.
Di Maroko, Lisa menjadi mentor bahasa Inggris di American Language Center. Lisa menggambarkan kehidupannya di Maroko sebagai sebuah pengalaman hidup yang paling menakjubkan dan menyejukkan. Selama di Maroko, Lisa tinggal bersama dengan keluarga Muslim sederhana.
Di Maroko inilah Lisa bisa mengetahui kehidupan dan pelajaran Islam yang sebenarnya untuk pertama kalinya. Lisa sebenarnya hanya ingin bertukar pengalaman budaya, tetapi hatinya mulai tertarik pada Islam.
Setelah kembali ke Amerika, Lisa bekerja di sebuah bank di Chicago. Saat itu, dia tidak tahu bahwa bunga bank haram hukumnya di Islam. Lisa juga merasa ada sesuatu yang salah dengan pekerjaannya. Itulah mengapa Lisa memutuskan berhenti bekerja di bank. Di samping itu, dia juga ingin mengejar hobinya dalam dunia fotografi.
Lisa kemudian mendaftar di sebuah sekolah fotografi di Florida. Di tahun pertamanya, Lisa mengambil kelas videografi di mana setiap siswa ditugaskan membuat sebuah mini dokumentasi bebas.
Selama di Maroko, Lisa selalu memakai hijab. Namun dia memakainya karena mengikuti adat budaya dan agar bisa berbaur dengan penduduk lokal. Karena Lisa sendiri belum tahu artinya memakai hijab, maka dia memutuskan membuat mini dokumentasi tentang itu.
Kebetulan Lisa mempunyai teman Muslim bernama Nadine AbuJubbara. Lisa mewawancarai Nadine, menanyakan pertanyaan seperti, Mengapa kamu memakai hijab? Apa penilaian orang-orang tentang hijab? Apa pendapatmu tentang konsepsi yang salah soal hijab?’
Nadine pun menjawab, tidak peduli orang akan menilai apa, tapi kita sebagai umat Islam harus bisa mengubah perspektif mereka agar mereka menerima perubahan.
Jawaban Nadine begitu tegas dan menunjukkan keteguhan hati sehingga mata Lisa benar-benar terbuka tentang alasan mengapa wanita memakai hijab. Karena wawancara ini, Lisa segera membuka ayat-ayat Alquran yang membahas tentang hijab lebih jauh.
Dari situlah, Lisa semakin tertarik mempelajari Islam. Dia lebih sering berbicara kepada ulama, menonton video YouTube tentang Alquran dan banyak membaca terjemahannya. Lebih dari sembilan bulan, Lisa melakukan kajian mendalam tentang Alquran.
Akhirnya pada 29 Juli 2011, sebelum masuk bulan Ramadan, Lisa Vogl menjadi Muslim. Dia mengatakan, betapa kini hidupnya sudah berubah banyak dan merasa bersyukur bisa lahir kembali dalam agama Islam.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya