Gagal Jual Memory Card HP, Ibu di Gorontalo Cari Utang Rp20 Ribu Buat Beli Beras

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Jumat, 15 Mei 2020 19:01
Gagal Jual Memory Card HP, Ibu di Gorontalo Cari Utang Rp20 Ribu Buat Beli Beras
Dia memanfaatkan media sosial lantaran sudah tak punya cara lagi.

Dream - Pandemi virus corona membawa dampak nyata bagi perekonomian masyarakat. Banyak warga kehilangan penghasilan dan kesulitan untuk bertahan hidup.

Berbagai cara dilakukan untuk menyambung hidup. Dari berpindah profesi, menjual barang kesayangan, hingga meminjam uang.

Seperti yang dilakukan Irma, 25 tahun, warga Kelurahan Moodu, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, Gorontalo. Irma terpaksa mencari pinjaman uang Rp20 ribu lewat media sosial untuk membeli beras.

Pemberlakuan PSBB di wilayah tinggalnya begitu terasa. Begitu sulitnya mencari uang untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

 

1 dari 4 halaman

Manfaatkan Media Sosial

Melalui status Facebook di grup 'Portal Gorontalo', akun Jannah Nur Maulida menyatakan ingin meminjam uang Rp20 ribu untuk membeli beras.

" Assalamualaikum

Ada disini yang boleh mau kasih pinjam uang cuma 20 ribu. Insyaallah saya pasti ganti soalnya anak-anak sudah habis akan beras di rumah. Insyaallah cepat saya ganti.

Kalau suami sudah dapat kerjaan langsung saya ganti. Nggak tega lihat anak-anak minta cuma so habis akan beras," ungkap Jannah di grup Portal Gorontalo, dikutip Merdeka.com.

 

2 dari 4 halaman

Suami Tak Bekerja Akibat Covid-19

Suami Irma bekerja sebagai buruh. Akibat pandemi dan adanya pemberlakuan PSBB di Gorontalo, keluarga kecil ini kesusahan mendapatkan penghasilan.

Dia tidak tega melihat kedua anaknya yang masih berusia 2 dan 5 tahun kelaparan. Hingga memberanikan diri mencari pinjaman uang melalui media sosial.

" Kasihan anak sudah menangis jadi terpaksa pinjam uang. (Suami) sudah berusaha cari kerja, namun tidak kunjung dapat. Apalagi saat ini PSBB membuat aktivitas terbatas," tutur Irma.

 

3 dari 4 halaman

Sempat Tawarkan Memory Ponsel

Sebelum terpaksa membuat status Facebook tersebut, Irma mengaku sudah berusaha menjual memori ponselnya. Sayangnya, tak kunjung laku. 

Dia akan merasa lebih lega selama di rumah ada barang yang bisa dijual dan beras untuk persediaan makan. Sayangnya iklan penjualan memory card tidak ada respons sama sekali.

Status yang disampaikan Irma akhirnya berbuah manis dan mengetuk hati masyarakat. Banyak yang tergerak untuk membantu, salah satunya Devianti Said.

 

4 dari 4 halaman

Dibantu Netizen

Melalui unggahan di Facebook, Devianti mengaku senang dapat memberi sembako.

" Alhamdulillah sudah bertemu Ibu Irma yang tadi minta bantuan di portal ternyata betul itu kasian bukan hoax saya juga cuma ala kadarnya memberi makasih sahabat portal atas komen dan perhatiannya," tulis Devianti Said.

Lurah Kecamatan Moodu, Rasyid Male mengungkapkan keluarga Irma sudah pernah menerima bantuan sembako. Sementara untuk Bantuan Langsung Tunai belum bisa dicairkan karena Masih dalam proses pendataan.

" Setelah saya lihat datanya, ternyata mereka sudah pernah menerima bantuan sembako dari kelurahan. Kami sudah mengunjungi pihak keluarga untuk meminta data-data yang dibutuhkan" ujar Rasyid.

Beri Komentar