Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Ilustrasi (Sumber: Shutterstock)
Dream - Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Andry Wibowo menduga pelaku pembacokan ahli IT dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Hermansyah dalam kondisi mabuk saat melakukan aksinya. Alasannya, mobil yang dikendarai pelaku sebelum kejadian terlihat berjalan zig-zag.
" Mungkin pelaku ini kemungkinan besar terpengaruh alkohol menurut saya ya. Karena ceritanya (saksi) zig-zag nggak karuan sehingga menyenggol mobil korban," kata Andry, di Jakarta, Senin, 10 Juli 2017.
Polisi belim bisa memastikan penyebab aksi pelaku. Saat ini, polisi telah memeriksa sejumlah saksi. Termasuk menetapkan istri korban, Irina sebagai saksi kunci yang telah berada di lokasi.
" Saksi yang paling penting di TKP, yang melihat, menyaksikan. Tentunya kan istri korban paling utama, maupun yang menolong," ucap dia.
Selain memeriksa saksi, polisi telah mengamankan CCTV di jalan tol untuk menyelidiki kendaraan yang digunakan pelaku. " Ya, (CCTV) di TKP sudah diamankan, tapi kan di TKP ini belum bisa secara tajam mengidentifikasi kendaraan. Makanya kita rahasiakan dulu," ujar dia.
Sebelumnya dikabarkan, Hermansyah dibacok oleh orang tidak dikenal saat melintas di Tol Jagorawi KM 6, Jakarta Timur mengarah ke Depok, Jawa Barat pada Minggu, 9 Juli 2017.
Saat itu, ada mobil yang berkendara ugal-ugalan. Ketika, sejajar dengan mobil Hermansyah terjadi senggolan. Tanpa berpikir panjang, Hermansyah kemudian mengejar mobil yang sempat menyenggolnya itu.
Aksi kejar Hermansyah berhasil menghentikan mobil itu. Namun saat turun dari mobilnya, Hermansyah malah diserang menggunakan senjata tajam oleh lima orang dari dua mobil yang kemudian mengepungnya.
Hermansyah sempat dirawat di Rumah Sakit Hermina Depok, namun akhirnya dipindahkan ke Rumah Sakit RSPAD Gatot Subroto, Jakarta untuk perawatan yang lebih intensif.(Sah)