Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Sejumlah loker polisi pria dicoret-coret dengan pesan kasar anti-Muslim
Dream - Departemen Polisi New York (NYPD) menyelidiki pelaku pembuat coretan berisi pesan kebencian di loker dua polisi Muslim. Diduga, pelaku juga berada di lingkungan kerja yang sama.
"Ini sedang kami selidiki dan saya hanya tahu sejauh itu. Namun, kami menduga tersangka bekerja di NYPD juga karena bisa mengakses ruang loker yang tidak bisa dijangkau publik," kata Letnan Adeel Rana seperti dilansir Anadolu Agency pada Selasa, 9 Januari 2018.
Peristiwa itu terjadi pada akhir pekan lalu di ruang loker pria kantor polisi wilayah Bronx. Kedua polisi itu baru melaporkan ucapan yang dialaminya pada Senin, 8 Januari 2018.
Investigasi dilakukan Departemen Urusan Polisi NYPD dan pasukan anti-kekerasan kebencian New York.
"Ditemukan sejumlah loker dengan coretan grafiti anti-Muslim. Insiden itu diselidiki secara internal," kata NYPD.
Coretan itu berisi pesan bernada kasar yang dituliskan di bawah nama polisi-polisi Muslim. Penyelidik belum mengetahui alasan coretan-coretan berisi kalimat kasar tersebut.
Rana mengatakan komunitas polisi Muslim New York ingin mengetahui alasan dibuatnya coretan-coretan unik ini.
Komunitas polisi Muslim mendorong agar walikota New York mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjamin keamanan mereka.
"Kami meminta Walikota New York City, Bill de Blasio, agar meneliti budaya kerja di sini dan mengambil tindakan keras agar mencegah insiden ini terulang kembali," bunyi pernyataan itu.
NYPD dan kota New York memiliki tanggung jawab besar memastikan kepada komunitas sekitar bahwa, insiden seperti ini akan ditanggapi secara serius dan diselidiki hingga tuntas.
Dalam pernyataannya, Komunitas Polisi Muslim New York juga menyoroti insiden pemadam kebakaran Muslim di New York yang diolok-olok dan dilecehkan sejawatnya.
Para pemadam kebakaran itu dikabarkan mencoba menipu Raheem Hassan agar memakan daging babi. Mereka juga seringkali melumuri alat-alat makan Raheem dengan minyak babi.
Komunitas polisi Muslim menekankan peristiwa seperti itu tidak boleh terjadi di tempat kerja.
"NYPD adalah pasukan polisi terbaik dan paling beragam di dunia dan bertugas melindungi kota terbaik di dunia. Sikap seperti ini tidak bisa ditolerir," kata pernyataan mereka. (ism)