Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Pemakaman. (Foto: Pertamananpemakaman.jakarta.go.id)
Dream - Ketika mati, manusia meninggalkan segala yang kita miliki di dunia. Bahkan orang paling terkaya sekali pun tidak dapat membawa uang mereka setelah meninggal dunia.
Tapi, ini tidak berlaku bagi politisi Uganda yang korup, Charles Obong. Dia percaya bahwa kekayaannya masih berguna di akhirat.
Dilansir dari Viral4Real, Kamis 19 Januari 2017, sebelum akhirnya meninggal dunia akibat sakit parah, Charles Obong dari Uganda menulis wasiat yang isinya cukup menggelitik.
Dalam wasiatnya, pria 52 tahun itu meminta keluarganya untuk menguburnya dengan uang yang cukup agar bisa 'menyuap' Tuhan di akhirat.
Ternyata permintaan Obong dilakukan keluarga. Dia dimakamkan bersama uangnya sebesar....
© Dream
Untuk memenuhi keinginan Obong, keluarganya menguburkan pria itu dengan menyertakan uang senilai US$5.700 atau setara Rp76 juta dalam peti.
Kakak iparnya membenarkan jenazah Obong ditemani uang kertas pecahan US$100 senilai US$5.700 dalam petinya saat kuburannya digali kembali.
Ia dimakamkan di kampung leluhurnya di Desa Adag-ani, Distrik Lira. Sebagai orang kaya, Obong dimasukkan dalam peti mati logam yang harganya ditaksir mencapai lebih dari US$5juta (Rp66,73).
© Dream
Dia akan memberikan uang tersebut kepada Tuhan sebagai persembahan agar memaafkan dosa-dosanya dan menyelamatkannya dari api neraka.
Menurut laporan, Obong sangat korup semasa hidupnya dalam melayani masyarakat. Dia sering membuat pengakuan dosa dan beberapa kali tersandung kasus korupsi.
Banyak orang percaya bahwa sebagian besar kekayaannya berasal dari korupsi yang dia lakukan.
Ketika Pendeta Joel Agel Awio mengetahui tentang wasiat Obong yang aneh itu, ia meminta makamnya dibongkar. Dia lalu kemudian mengembalikan uang tersebut kepada keluarga Obong, sambil menyatakan bahwa tabu menguburkan orang mati bersama uang.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya