Cara Pelaku Bom Medan Sembunyikan Bahan Peledak

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Rabu, 13 November 2019 15:55
Cara Pelaku Bom Medan Sembunyikan Bahan Peledak
Polisi belum bisa tentukan daya ledak bom di Mapolresta Medan.

Dream - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, pelaku bom bunuh diri di Mapolresta Medan menyembunyikan bom yang dibawa dengan cara diikat di tubuhnya.

" Itu dililit di tubuhnya," ujar Dedi di Jakarta, Rabu, 13 November 2019.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan baterai 9 volt, plat besi metal, sejumlah paku, irisan kabel.

" Pakai ini cukup banyak berbagai ukuran. Beberapa potong kabel cukup besar, tombol switch on-off," ucap dia.

Meski demikian, Dedi belum dapat menjelaskan secara rinci daya ledak bom yang dibawa pelaku.

" Tentunya tidak bisa membuat suatu kesimpulan apakah high explosive atau low explosive. Karena ini memerlukan uji laboratorium forensik," kata dia.

Polri mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dalam menjalankan aktivitas. Polisi menjamin keamanan di lingkungan masyarakat.

" Keamanan secara umum kondusif dan percayakan kepada aparat," ujar dia.

1 dari 5 halaman

Pelaku Bom Medan Sempat Dikejar

Dream - Satu polisi terluka akibat ledakan bom bunuh diri yang terjadi di Mapolresta Medan, Sumatera Utara.

" Satu orang polisi terluka," kata seorang anggota polisi dikutip dari , Rabu 13 November 2019.

Polisi yang terluka sudah dievakuasi dan mendapat perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara.

Sebelum ledakan terjadi, polisi sempat mengejar pelaku yang menerobos masuk ke markas polisi. Pelaku meledakkan diri di dekat kantin.

" Kasi Propam sempat mengejar pelaku yang menerobos masuk Mapolres. Kemudian meledak di dekat kantin," ujar dia.

Setelah terjadi ledakan pada pukul 08.45 WIB, polisi menutup akses tempat kejadian perkara. Masyarakat dan media tidak diizinkan masuk ke Mapolresta Medan.

Masyarakat diminta berada di radius 15 meter dari pintu masuk. Saat ini polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara dan satu unit ambulans datang ke lokasi.

 

 

2 dari 5 halaman

Jumlah Korban Bom Medan

Dream - Kadiv Humas Polri, Irjen Muhammad Iqbal, mengatakan satu orang tewas dan enam lainnya mengalami luka akibat bom bunuh diri di Mapolresta Medan, Sumatera Utara pagi tadi. Orang yang meninggal diduga pelaku.

" Ada enam korban, lima dari personil Polri dan satu sipil. Tetapi, Alhamdulillah, laporan sementara korban tidak ada yang luka parah, tetapi ada luka-luka," kata Iqbal, Rabu 13 November 2019.

Sementara, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, mengatakan ledakan menimbulkan sejumlah kerusakan. Tercatat empat mobil mengalami rusak. 

" Kerusakan ada empat kendaraan, ada tiga kendaraan milik dinas, satu pribadi," kata dia.

Usai insiden, tim Densus 88, Inafis, dan Pusat Laboratorium Forensik melakukan olah TKP. Polisi mengecek sidik jari milik pelaku serta menyelidiki penggunaan bahan peledak dalam aksi ini.

Lebih lanjut, Dedi mengimbau khusus masyarakat yang ingin membuat Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) akan diberlakukan pelayanan terbatas. " Kita lakukan di polsek-polsek terdekat," ucap dia.

 

 

3 dari 5 halaman

Polisi Langsung Olah Tempat Kejadian Bom Bunuh Diri Medan

Dream - Densus 88 Anti Teror Polri segera menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) beberapa saat usai ledakan di Mapolresta Medan. Olah TKP ini juga melibatkakan Polda Sumatera Utara.

" Saat ini sedang dilaksanakan olah TKP oleh Densus dan Polda Sumatera Utara," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, kepada Liputan6.com, Rabu 13 November 2019.

Selain Densus 88, petugas Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) telah tiba di lokasi menggunakan dua unit mobil. Petugas akan melakukan observasi dan dokumentasi awal dan saat ini masih bekerja. 

Polisi belum dapat memberikan informasi mengenai kronologis bom bunuh diri tersebut. Saat ini, petugas sedang mengumpulkan barang bukti di lapangan.

4 dari 5 halaman

Mabes Polri Bantah Kebobolan

Dream - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo membantah lemahnya sistem keamanan di Mapolresta Medan.

" Sesuai dengan standar operasional prosedur tingkat kewaspadaan tiap satuan atau Mako Polri selalu melaksanakan itu (kewaspadaan)," ujar Dedi di Jakarta, Rabu, 13 November 2019.

Dedi mengakui, tidak seperti hari biasa, hari ini Mapolresta Medan banyak didatangi masyarakat yang ingin mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

" Namun demikian memang hari ini secara kebetulan masyarakat cukup banyak berbondong-bondong untuk membuat SKCK," kata dia.

Pelaku bom bunuh diri meledakkan bom yang dibawanya di dekat gedung SKCK.

" Jadi tetap kewaspadaan kita waspadai kejadian tersebut belum sampai ke central pelayanan SKCK masih ada di halaman parkir begitu sementara," kata dia.

Hingga kini, tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror masih melakukan penyelidikan untuk mengumpulkan barang bukti.

" Nanti kita bisa membuat suatu kesimpulan apakah ini (bom) low eksplosif atau high eksplosif," ucap dia.

 

5 dari 5 halaman

Pascabom Bunuh Diri Medan, AP II Perketat Pengamanan Bandara

Dream - Usai bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara, PT Angkasa Pura II (Persero)/ AP II memperketat pengamanan 19 bandara yang dikelolanya. Perusahaan pelat merah ini ingin memastikan bandara-bandara yang dikelolanya aman dari aksi teror.

“ Kami mengupayakan bandara-bandara di bawah pengelolaan Angkasa Pura II aman dari aksi teror dan bisa beroperasi dengan normal,” kata Presiden Direktur Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, dalam keterangan tertulia yang diterima Dream, Rabu 13 November 2019.

Awaluddin menggandeng TNI dan Polri untuk meningkatkan keamanan. Pengetatan pengamanan ini dilakukan dengan random check terhadap penumpang pesawat dan pengguna jasa bandara beserta barang bawaan.

Random check dilakukan di security check point (SCP), yakni area pemeriksaan dengan metal detector, walking metal detector, dan x-ray. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap kendaraan dan orang yang ingin memasuki area bandara dan terminal.

Unit K9 juga dikerahkan untuk memeriksa barang bawaan serta tas/koper di baggage handling area.

Beri Komentar
Yenny Wahid Rilis Produk Kecantikan Halal