PPKM Level 4, 3, dan 2 Berakhir Hari Ini, Diperpanjang atau Diperlonggar?

Reporter : Syahid Latif
Senin, 23 Agustus 2021 11:01
PPKM Level 4, 3, dan 2 Berakhir Hari Ini, Diperpanjang atau Diperlonggar?
Sejumlah indikator terlihat membaik, tetapi apakah Pemerintah akan menghentikan PPKM.

Dream - Masa Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, 3, dan 2 di Jawa-Bali akan berakhir hari ini, Senin, 23 Agustus 2021. Meski angka kasus baru dalam beberapa hari menunjukan tren penurunan, belum ada sinyal dari Pemerintah terkait kembali memperpanjang kebijakan atau menyatakan selesai.

Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Joni Mahardi, meminta semua pihak untuk menunggu keputusan terkini dari Pemerintah. Menurut dia, keputusan akan diumumkan hari ini.

" Kita tunggu pengumumannya saja ya, rencana hari ini," ujar Jodi, dikutip dari Merdeka.com.

Dia enggan memberikan sedikit informasi mengenai keputusan Pemerintah. Dia kembali meminta untuk menunggu.

" Kita tunggu pengumumannya," kata dia.

1 dari 5 halaman

Potensial Diperpanjang Selama Covid-19 Masih Ada

Keputusan perpanjangan PPKM Level 4, 3, dan 2 sebelumnya diumumkan Menko Marinves, Luhut Binsar Panjaitan, pada Senin, 16 Agustus 2021. Saat itu, Luhut menyebut ada delapan kabupaten atau kota di Jawa dan Bali yang turun dari Level 4 ke 3.

Namun pada kesempatan itu pula, Luhut menegaskan PPKM akan terus diperpanjang selama Covid-19 masih menjadi pandemi. Hanya, tingkat pengetatannya mengalami pelonggaran.

" Saya ingin menjelaskan bahwa selama Covid-19 ini masih menjadi pandemi, PPKM ini tetap digunakan sebagai instrumen untuk mengendalikan mobilitas dan aktivitas masyarakat," ujar Luhut pada Senin, 16 Agustus 2021.

Ini ditandai dengan turunnya level PPKM suatu daerah berdasarkan hasil terkini penanganan Covid-19. Bahkan Luhut menyebut PPKM Level 2 dan 1, kegiatan masyarakat akan mendekati normal.

2 dari 5 halaman

Kapan Indonesia Bebas dari PPKM? Ini Jawab Menko Luhut

Dream - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menyatakan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakay (PPKM) akan terus diterapkan selama Covid-19 masih menjadi pandemi. Pernyataan ini menjawab sejumlah pertanyaan yang kerap dia dapat mengenai perpanjangan PPKM atau tidak.

" Saya ingin menjelaskan bahwa selama Covid-19 ini masih menjadi pandemi, PPKM ini tetap digunakan sebagai instrumen untuk mengendalikan mobilitas dan aktivitas masyarakat," ujar Luhut dalam konferensi pers disiarkan kanal Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Luhut menegaskan jika terdapat daerah yang kondisinya membaik, maka akan diturunkan ke level lebih rendah. Dia menyatakan penerapan PPKM di Level 2 dan 1 akan mendekati situasi normal.

" Oleh karena itu evaluasi akan dilakukan setiap minggu sehingga perubahan situasi dapat kita respon secara cepat," kata dia.

Selanjutnya, Luhut mengingatkan semua pihak tidak bereuforia dengan perkembangan Covid-19 yang menunjukkan perbaikan saat ini. Dia mengakui di kawasan Asia, Indonesia tergolong cepat melakukan tindakan perbaikan.

" Tapi, saya ulangi, kita harus tetap hati-hati. Kalau kita tidak ketat protokol kesehatan, bukan berarti tidak mungkin ini akan naik kembali," kata dia.

3 dari 5 halaman

PPKM Diperpanjang sampai 23 Agustus, 8 Daerah Masuk Level 3

Dream - Menko Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menyatakan kondisi Covid-19 di Jawa-Bali menunjukkan tren positif selama masa perpanjangan PPKM Level 4, Level 3, dan Level 2. Namun demikian, kondisi belum sepenuhnya membaik.

" Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, atas arahan petunjuk Presiden, maka PPKM Level 4, 3, dan 2 di Jawa-Bali diperpanjang sampai tanggal 23 Agustus 2021," ujar Luhut dalam konferensi pers disiarkan kanal Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Menurut Luhut, selama masa perpanjangan PPKM Level 4, 3, dan 2 hingga 16 Agustus, kasus terkonfirmasi menurun hingga 76 persen. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan pekan lalu sebanyak 59 persen.

" Kasus aktif turun 53 persen dari titik puncaknya," kata Luhut.

Tetapi berdasarkan kunjungan lapangan, Luhut menilai masih diperlukan sejumlah perbaikan di beberapa wilayah. Sejumlah langkah sudah diterapkan, salah satunya memobilisasi pasien isolasi mandiri (isoman) ke pusat-pusat isolasi yang disediakan pemerintah kota dan kabupaten serta memastikan ketersediaan obat dan oksigen konsentrator.

" Kami harapkan dalam minggu depan akan terjadi perbaikan yang signifikan, khususnya wilayah Bali dan Malang Raya," ucap Luhut.

 

4 dari 5 halaman

8 Daerah Masuk Level 3

Luhut mengatakan dalam masa perpanjangan PPKM sepekan ke depan, terdapat sejumlah daerah yang masuk Level 3 dari Level 4. Jumlahnya sebanyak delapan kabupaten kota.

" Sehingga total kabupaten dan kota yang masuk Level 3 dan 2 mencapai 61 kabupaten kota," kata Luhut.

Luhut mengatakan uji coba pembukaan sejumlah pusat aktivitas masyarakat seperti mall menunjukkan perkembangan cukup baik. Dari database PeduliLindungi, terdapat 1,015 juta orang melakukan check-in lewat aplikasi tersebut.

" Dan ada 619 orang yang ditolak masuk oleh sistem dan tidak diperkenankan masuk ke pusat perbelanjaan dengan berbagai alasan," kata Luhut.

5 dari 5 halaman

PPKM Level 4 Diperpanjang, Hanya Dua Kabupaten Jawa-Bali yang Masuk Level 2

Dream - Kawasan Jawa dan Bali kembali terkena PPKM Level 4, 3, dan 2, hingga 16 Agustus 2021. Kebijakan ini ditetapkan berdasarkan kondisi terkini kasus Covid-19 di masing-masing daerah.

Mengenai status PPKM di setiap daerah di Jawa-Bali, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menerbitkan Instruksi Mendagri Nomor 30 Tahun 2021. Dalam instruksi terbaru ini, terdapat dua daerah yang dinyatakan masuk Level 2.

Dua daerah tersebut yaitu Kabupaten Tasikmalaya untuk Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Sampang untuk Provinsi Jawa Timur. Selain dua daerah tersebut, ada yang masuk Level 3 dan Level 4.

Pada daerah yang ditetapkan masuk Level 2 mendapatkan sejumlah pelonggaran. Sejumlah pelonggaran yang diterima seperti dapat menjalankan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka dengan jumlah peserta didik dibatasi.

Pada institusi pendidikan jenjang dasar, menengah dan tinggi, kapasitas peserta didik dibatasi maksimal 50 persen. Kecuali pada institusi pendidikan Luar Biasa (LB) mulai dari SDLB, MILB, SMPLB, SMLB, dan MALB dibatasi maksimal 62 persen hingga 100 persen dengan menerapkan jaga jarak 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik dalam satu ruang kelas.

Pada PAUD, peserta didik yang mengikuti pembelajaran tatap muka dibatasi maksimal 33 persen. Selain itu, menerapkan jaga jarak 1,5 meter dan jumlah siswa dalam kelas maksimal lima orang.

Beri Komentar