Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengecam aksi pengeboman yang terjadi di Kuil Erawan, Bangkok, Thailand, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-70. Jokowi bahkan menyebut secara tegas aksi tersebut merupakan terorisme.
" Terorisme adalah musuh besar kemanusiaan," tulis Jokowi dua jam lalu dalam akun resmi Facebook Presiden Joko Widodo, seperti diakses Dream pada Rabu, 19 Agustus 2015.
Insiden tersebut menelan sebanyak 20 orang tewas ratusan korban mengalami luka-luka. Sebanyak dua Warga Negara Indonesia (WNI) dilaporkan turut menjadi korban dalam insiden tersebut.
" Terorisme harus kita lawan karena ia mengingkari hak hidup orang lain," ungkap Jokowi.
Menurut Jokowi, Indonesia memiliki sejumlah pengalaman pahit sebagai korban terorisme. Atas dasar itu, Jokowi meminta Pemerintah Thailand segera menangkap para pelaku pengeboman tersebut.
" Sebagai bangsa yang juga beberapa kali menjadi korban terorisme, kita berharap Pemerintah Thailand segera bisa menangkap pelakunya. Dan kalau diminta, Indonesia pun siap membantu," tegas Jokowi.
Lebih lanjut, Jokowi mengatakan Indonesia tengah berduka atas insiden ini dan mendoakan keluarga korban tetap tabah dan kuat. " KBRI di Bangkok mengurus dan terus memantau perkembangan di sana," ungkap dia.
Pada Selasa, 18 Agustus 2015 kemarin, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melaporkan dua WNI yang menjadi korban tersebut adalah pasangan suami istri Hermawan Indradjaja-Lioe Lie Tjing. Hermawan mengalami luka parah dan saat ini dirawat di Rumah Sakit Huai Chiew, sementara Lioe meninggal di Rumah Sakit Kepolisian setempat.
Pasangan WNI ini tengah berlibur ke Bangkok bersama beberapa anaknya. Anak-anak mereka selamat lantaran pergi ke pusat perbelanjaan dan tidak bersama orangtuanya saat insiden terjadi.
Tim Kedutaan Indonesia di Bangkok bergerak cepat melacak kemungkinan adanya WNI lain yang turut menjadi korban. Retno menerangkan, tim tersebut mendatangi 15 rumah sakit yang ada di Bangkok.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya