Pria Ini Makan Sebuah Pisang Rp1,8 Miliar

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 10 Desember 2019 08:00
Pria Ini Makan Sebuah Pisang Rp1,8 Miliar
Tidak dikenai tuntutan.

Dream - Aksi seorang seniman pertunjukan yang berbasis di New York, Amerika Serikat (AS) David Datuna memakan pisang seharga 100 ribu poundsterling, setara Rp1,8 miliar. Pisang tersebut merupakan bagian dari seni yang dipajang di Art Basel, Miami Beach, Florida, AS.

David mengupas dan memakan pisang `instalasi seni` berjudul Comedian karya Maurizio Cattelan.

Dalam video yang beredar, David awalnya melihat instalasi seni itu seperti pengunjung lain. Dia kemudian mendatangi, instalasi seni tersebut dan mengambil pisang dari ikatan selotip.

Dia menyeringai dan mengangkat pisang yang setengah dimakan.

Dilaporkan The Independent, juru bicara untuk Galerie Perrotin, yang mewakili Cattelan, mengatakan, galeri tidak mengambil tuntutan terhadap David.

1 dari 3 halaman

Aksinya Buat Konten Instagram

"Semuanya bersemangat," kata juru bicara itu. " (Galeri) Perrotin tidak memberikan tuntutan hukum apa pun."

Pejabat galeri mengganti pisang yang sudah dimakan dengan yang lain. Galeri mengatakan bahwa karya seni itu tidak dihancurkan dan bahwa pisang itu hanyalah sebuah "ide."

Sementara itu, bagi David aksi itu menjadi konten Instagram. Di Instagram pribadinya dia menyebut aksi tersebut sebagai Hungry Artist.

“Pertunjukan seniku. Saya suka karya Maurizio Cattelan dan saya sangat suka instalasi ini. Ini sangat lezat. "

      View this post on Instagram

“Hungry Artist” Art performance by me ???? I love Maurizio Cattelan artwork and I really love this installation It’s very delicious ????

A post shared by David Datuna (@david_datuna) on

2 dari 3 halaman

Cuma Pisang Dikasih Selotip, Karya Seni Ini Terjual Rp1,6 Miliar

Karya seni Comedian

Dream - Karya seni kerap dihargai dengan nilai jual tak biasa. Banyak orang yang tak memiliki daya lihat seni sering dibuat terheran-heran dengan harga dari sebuah karya seni yang dianggap baisa-saja.

Karya seni yang satu ini juga akan membuat kamu keheranan. Baru-baru ini sebuah instalasi seni di Art Basel, Miami, Amerika Serikat (AS) menuai perhatian karena harga jualnya yang tak bisa.

Karya seni berbahan pisang dan selotip itu awalnya terjual dengan harga US4 120 ribu, atau sekitar Rp1,6 miliar.

Bernama Comedian, karya seni itu dibuat seniman Italia, Maurizio Cattelan. Edisi pertama seni pisang itu sudah terjual di galeri Emanuel Perrotin, Galerie Perrotin, di New York dan Asia, di laporkan USA Today.

      View this post on Instagram

It’s the taped banana heard ‘round the world ???? and the talk the of Art Basel Miami. Head through the link in our bio to read @sarahecascone’s story about Maurizio Cattelan taping bananas to a wall at @artbasel... and selling them for $120,000 each. "The banana," explains the artist, "is supposed to be a banana." #ArtnetNews #ArtBasel #MiamiArtWeek #MaurizioCattelan

A post shared by Artnet (@artnet) on

Edisi kedua dijual instalasi seni itu dijual kepada seorang pria dengan harga US$150 ribu, setara Rp2,1 miliar. Rencananya, harga instalasi seni itu terus naik.

Sebelum penjualan yang dilaporkan, Perrotin mengatakan kepada CNN, pisang tersebut sebagai "simbol perdagangan global, tujuan ganda, serta perangkat klasik untuk humor."
Dia menambahkan, Cattelan mengubah benda-benda normal menjadi "kendaraan kegembiraan dan kritik."

3 dari 3 halaman

Toilet Emas

Outlet juga melaporkan bahwa tidak ada instruksi yang jelas untuk pembeli tentang apakah pisang mulai membusuk. The Miami Herald melaporkan bahwa pemilik dapat mengganti pisang sesuai kebutuhan.

Cattelan merupakan seniman yang sama di belakang karya seni toilet kerja padat emas 18 karat berjudul " America" yang jadi perhatian Januari 2019. Emas di instalasi seni itu dicuri saat menjalani pameran di Istana Blenheim Inggris, tempat kelahiran dan rumah leluhur Winston Churchill.

" Karya seni yang telah dicuri adalah toilet bernilai tinggi yang terbuat dari emas yang dipajang di istana," kata inspektur detektif Thames Valley, Jess Milne.

Beri Komentar
4 Januari, Hari Bahagia dan Paling Sedih Rizky Febian