Bahas Tantangan Dunia, Barack Obama Undang 18 Anak Muda Indonesia

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 9 Desember 2019 17:00
Bahas Tantangan Dunia, Barack Obama Undang 18 Anak Muda Indonesia
Ada banyak isu yang dibicarakan pada pemuda-pemudi Indonesia di ajang internasional tersebut.

Dream – Sebanyak 18 anak muda dari Indonesia terpilih sebagai bagian dari program Obama Foundation Leaders: Asia-Pacific. Organisasi ini merupakan komunitas global lintas sektor yang terdiri dari 200 pemimpin muda dari 33 negara.

Perwakilan Obama Leaders dari Indonesia berasal dari berbagai latar belakang pekerjaan dan bidang. Para anak muda yang diundang tersebut, bekerja di berbagai isu dari pendidikan, lingkungan hidup, komunikasi dan informasi, hingga kewirausahaan.

Salah seorang peserta Obama Leaders dari Indonesia, Jerry Winata mengatakan, akan membahas isu politis, ekonomis, dan lingkungan di Asia dan Pasifik. Kepala Bawah Anambas Foundation itu menyebut perubahan dan dinamika yang terjadi di kawasan Asia Pasifik akan turut memengaruhi situasi global.

“ Saya sangat bersemangat untuk menjalin hubungan dengan 200 pemimpin muda dari wilayah Asia-Pasifik untuk mencari jalan yang lebih terang untuk pembangunan berkelanjutan,” ujar Jerry.

Sosok lain yang diundang, Editor Eksekutif The Conversation Indonesia, Prodita Sabarini, merasa bersyukur bisa terpilih dan menjadi bagian dari kelompok yang inspiratif di Asia Pasifik.

“ Saya sangat bersemangat melihat latar belakang yang beragam dari para peserta Indonesia. Sewaktu kecil, pemimpin yang saya lihat adalah laki-laki dan gaya mereka otoriter dan mendominasi. Kita butuh lebih banyak keragaman di posisi kepemimpinan,” kata Prodita.

1 dari 4 halaman

Perwakilan Indonesia

Sementara itu, pendiri gerakan sosial komunitas Tuna Rungu, Fingertalk, Dissa Ahdanisa berharap melalui jejaring pemimpin muda Obama Foundation Leaders, dia dapat menyebarluaskan kesadaran mengenai penyandang disabilitas dan tantangan yang mereka hadapi di Indonesia.

“ Saya juga ingin bertemu orang-orang yang memiliki pandangan serupa dari berbagai belahan dunia, belajar mengenai apa yang mereka lakukan, mengapa dan bagaimana mereka melakukannya, dan harapannya bisa berkolaborasi untuk menciptakan dampak yang lebih besar di masa depan,” kata Dissa.

Berikut perwakilan Obama Foundation Asia-Pacific Leader dari Indonesia,

Adhitya Ramadan, jurnalis harian Kompas

Adi Pradana, Manajer Tata Kelola Lahan Berkelanjutan di WRI Indonesia

Adi Nugroho, Manajer di Usahadesa

Amalia Falah Alam, Perwakilan Indonesia untuk Fair Wear Foundation dan CNV International

Angga D. Martha, Spesialis Kebijakan Sosial untuk UNICEF dan salah satu pendiri Ngobrolin Indonesia

Axton Salim, Co-Chair of Scaling Up Nutrition (SUN) Business Network Global Advisory Group & Coordinator of SUN Business Network Indonesia

Dissa Ahdanisa, Pendiri & CEO Fingertalk

Dini Indra

Gigih Rezki Septianto, Co-founder & CEO WeCare.id

Jasmine Putri, Senior Forest Political and Market Campaigner Greenpeace

Jerry Winata, Head of Bawah Anambas Foundation

Julisa Tambunan, Co-founder & CEO GirlSPARKS

Nalindra Annalia Pelekai, Konsultan Youth Development Programs

Prodita Sabarini, Editor Eksekutif The Conversation Indonesia

I Putu Wiraguna, Co-founder & Direktur Five Pillar Experiences & Sun Sang Eco Village

Rachel Arinii Judhistari, Manajer Program FORUM-ASIA East Asia dan ASEAN

Randi Swandaru, Kepala Divisi Pendayagunaan Badan Amil Zakat Nasional

Swietenia Puspa Lestari, Direktur Eksekutif Divers Clean Action

Rencananya, para 18 anak muda tersebut akan bertamu di Kuala Lumpur, Malaysia, 10 hingga 14 Desember 2019.

Usai pertemuan langsung, masing-masing leader akan meneruskan pembelajaran jarak jauh selama satu tahun melalui webinar dan serangkaian kuliah virtual serta dukungan amplifikasi dan berbagai peluang lain yang disediakan Obama Foundation.

2 dari 4 halaman

Amil Baznas Jadi Perwakilan RI di Pertemuan The Obama Foundation Leaders

Dream - Salah satu amil di Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Randi Swandaru menjadi salah satu perwakilan Indonesia dalam pertemuan pemuda Asia Pasifik yang diselenggarakan oleh The Obama Foundation Leaders: Asia pasific di Kuala Lumpur, Malaysia.

Yayasan ini merupakan salah satu lembaga yang didirikan oleh mantan presiden Amerika Serikat, Barrack Obama.

" Acara ini diikuti oleh 200 orang dari 33 negara. Perwakilan Indonesia itu ada 18 orang," ujar Randi di kantor Baznas, Jakarta, Rabu, 4 Desember 2019.

Randi yang menjabat sebagai Kepala Divisi Pendayagunaan Baznas berujar, masing-masing peserta yang diundang dalam pertemuan itu membawa isu masing-masing.

" Saya membawa isu kemiskinan dan kesenjangan," ucap dia.

Dengan isu tersebut, Randi akan menjelaskan mengenai peranan penting zakat yang dapat mengentaskan kemiskinan dan kesenjangan sosial.

" Kalau saya syiar zakat dan bagaiamana pengentasan kemisikinan yang kita usahakan itu dapat dukungan dunia. Kita harap ada dukungan yang masif," kata dia.

Menurut Randi, acara tersebut akan dihadiri oleh Barack Obama sebagai pendirinya. Randi mengaku, dalam acara Obama Leaders Foundation akan diisi dengan pelatihan kerja dan pengembangan kepemimpinan.

" Dengan adanya acara ini diharapkan saling menjalin hubungan dan mengembangkan jaringan antar peserta atau leader," kata dia.

3 dari 4 halaman

Baznas: Dana Zakat Mampu Sejahterakan Masyarakat Miskin

Dream - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mengklaim dana Rp250 miliar yang disalurkan mampu memperbaiki kehidupan 150 ribu masyarakat miskin penerima zakat.

" Dari 150 ribu itu diteliti empat ribu sampel. Dari empat ribu, kesejahteraan mereka baik, pendapatan baik dan dalam posisi baik," ujar Wakil Ketua Baznas, Zainulbahar Noor, di Jakarta, Kamis 17 Oktober 2019.

Dia berharap, potensi zakat nasional yang mencapai ratusan triliun rupiah mampu mengentaskan kemiskinan. Menurutnya, saat ini dana zakat yang terhimpun baru Rp8,1 triliun.

Jumlah zakat yang terhimpun tersebut jumlahnya baru 2,3 persen dari total penduduk Indonesia. Kondisi tersebut tentunya masih jauh dari tujuan Baznas yakni mengentaskan kemiskinan.

Untuk mendorong percepatan penghimpunan potensi zakat, Bahar berharap Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melakukan revisi undang-undang zakat.

Salah satu yang perlu direvisi, kata dia, mengenai kewenangan Baznas Pusat terhadap Baznas yang ada di provinsi dan kabupaten/kota.

" Kalau selama ini kan pusat itu fungsinya merekomendasikan, belum instruksi. Baznas Provinsi, Kabupaten/Kota mandatorinya dari Gubernur, Bupati/Walikota," kata dia.

4 dari 4 halaman

Baznas Dirikan Crisis Center Bantu Pengungsi Konflik Wamena

Dream - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mendirikan Baznas Crisis Center untuk membantu masyarakat yang terdampak dengan adanya konflik kemanusiaan yang terjadi di Wamena, Papua.

Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat Baznas, Irfan Syauqi Beik mengatakan, ratusan masyarakat pendatang yang berada di Papua terdampak konflik tersebut.

" Oleh karena itu, Baznas mengaktifkan Crisis Center Baznas untuk Papua sebagai upaya mendorong sebuah program yang terbaik yang bisa kita berikan dalam membantu memulihkan krisis Papua," ujar Irfan di kantornya, Senin, 30 September 2019.

Pelaksana Harian Crisis Center Baznas untuk Papua, Ahmad Fikri mengatakan, ada dua tugas utama pendidikan Crisis Center ini, yaitu akselerasi bantuan dan koordinasi berbagai pihak untuk melakukan bantuan terhadap pengungsi.

" Itu dua hal utama yang dilakukan Crisis Center Baznas," kata Fikri.

Beri Komentar
4 Januari, Hari Bahagia dan Paling Sedih Rizky Febian