Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Irjen Pol Fadil Imran (Foto: Merdeka.com)
Dream - Irjen Pol Nana Sudjana hari ini, Senin 16 November 2020, resmi dicopot dari jabatannya sebagai Kapolda Metro Jaya oleh Menkoplhukam, Mahfud MD. Posisisnya digantikan Irjen Pol Fadil Imran yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Jawa Timur (Jatim).
Pencopotan ini terjadi satu hari setelah peristiwa pernikahan putri Muhammad Rizieq Shihab yang berlangsung di tengah pandemik Covid-19. Acara itu jadi perhatian karena dilaksanakan tanpa izin dan memicu kerumunan massa.
Sesuai dengan TR Kapolri No st3222/XI/Kep/2020 tanggal 16 November 2020 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dari Jabatan di Lingkungan Polri, yaitu Irjen Nana Sudjana Kapolda Metro Jaya diangkat jabatan baru menjadi Korps Ahli Kapolri.
" Irjen Pol Muhammad Fadil Imran, Kapolda Jawa Timur diangkat sebagai Kapolda Metro Jaya," ucap Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono dalam konferensi pers, Senin 16 November 2020.
View this post on Instagram
Nama Fadil Imran sudah tak asing lagi di dunia kepolisian. Selama ini namanya malang melintang di jajaran Polri.
Sepanjang karirnya, lulusan Akpol 1991 ini pernah beberapa kali mengemban tugas di Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri.
Pria kelahiran Ujung Pandang, 14 Agustu 1968 ini, berpengalaman di bidang reserse. Saat masih bertugas di Polda Metro Jaya, ia pernah menjabat sebagai sebagai Kapolres Jakarta Barat (2003), Kasat III Dit Reskrimum Polda Metro Jaya (2007), Kapolres KP3 Tanjung Priok (2008), Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya (2009), dan Dirreskrimsus Polda Metro Jaya (2016).
Sementara di Bareskrim Polri, pria 52 tahun ini pernah mengemban tugas sebagai Kasubdit IV Dittipidum Bareskrim Polri (2011), Anjak Madya Bidang Pidum Bareskrim Polri (2015), Wadirtipideksus Bareskrim Polri (2016), dan Dirtipid Siber Bareskrim Polri (2017).
Fadil menjabat sebagai Kapolda Jawa Timur berdasarkan Surat Telegram Nomor ST/1378/KEP./V/2020 tertanggal 1 Mei 2020. Saat itu ia menggantikan Irjen Pol Luki Hermawan.
Sepak terjang Irjen Fadi Imran di bidang reserse cukup terkenal. Sejumlah kasus besar pernah ditangani.
Sebut saja kasus mutilasi 'Ryan Jombang' di Jawa Timur tahun 2008. Kemudian, kasus mutilasi anak dibawah umur yang dilakukan Bekuni alias Babe di Jakarta Timur tahun 2010.
Saat dirinya menjabat sebagai Kasat Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Irjen Fadil pernah mengungkap kasus penculikan anak oleh sopir taksi yang meminta uang tebusan Rp 50 juta. Kasus tersebut sempat ramai diperbincangkan pada tahun 2007.
Saat menjabat sebagai Wadirtipideksus Bareskrim Polri, Fadil memperkarakan 325 orang tersangka dan 85 perusahaan untuk kasus kasus kebakaran hutan seluas 7.264 hektare.
DI tahun 2013, Fadil Imran diketahui membentuk Tim Pemburu Preman untuk memberantas premanisme yang sering terjadi di wilayah Jakarta Barat. Tim Pemburu Preman terdiri dari 30 anggota Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Barat.
Tim pemburu ini dilengkapi pistol revolver, senjata laras panjang jenis SS1 dan Rugermini. Tim ini dibentuk untuk menangani preman-preman kelas kakap, yang biasa melakukan pemerasan kepada pemilik-pemilik lahan, maupun bangunan, dan segala bentuk kejahatan premanisme lainnya.
" Seperti kelompok preman sekelas Hercules maupun John Kei, misalnya. Untuk preman-preman pinggir jalan, bisa ditangani oleh Polsektro setempat," kata Fadil kala itu
Saat dirinya menjabat sebagai Dirtipid Siber Bareskrim Polri, Irjen Fadil juga pernah mengungkap kasus penyebaran isu provokatif yang disebar di grup WhatsApp bernama “ The Family Muslim Cyber Army” (MCA).
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya