Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Jokowi: Keselamatan Rakyat di Tengah Pandemi Covid-19 Jadi Hukum Tertinggi

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 16 November 2020 19:30
Jokowi: Keselamatan Rakyat di Tengah Pandemi Covid-19 Jadi Hukum Tertinggi
Jokowi menegaskan disiplin protokol kesehatan harus ditegakkan secara tegas.

Dream - Presiden Joko Widodo menegaskan penegakan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 harus dijalankan dengan tegas demi menjaga keselamatan rakyat.

" Keselamatan rakyat di tengah pandemi Covid-19 saat ini merupakan hukum tertinggi," ujar Jokowi melalui Instagram.

Jokowi menegaskan penegakan disiplin protokol kesehatan harus dilakukan kepada setiap orang yang melakukan pelanggaran. Karena tidak semua orang kebal virus corona.

" Setiap orang bisa menularkan ke yang lainnya di dalam kerumunan," kata Jokowi.

1 dari 5 halaman

Perintah Jokowi

Jokowi telah memerintahkan Kapolri, Panglima TNI, dan Ketua Satgas Penanganan Covid-19, untuk menjalankan tindakan tegas terhadap semua pihak yang melanggar pembatasan untuk mencegah penularan Covid-19.

" Jangan hanya sekadar imbauan, tapi dengan pengawasan dan penegakan aturan di lapangan," kata dia.

Upaya pemerintah perlu mendapat dukungan dan kepercaya masyarakat agar pandemi dapat dikendalikan. Juga agar setiap langkah pencegahan yang dilakukan pemerintah bisa berjalan efektif.

Jokowi juga meminta Menteri Dalam Negeri untuk menegur para kepala daerah agar memberikan contoh baik kepada masyarakat. Baik itu gubernur, bupati maupun wali kota.

" Jangan malah ikut berkerumun," kata Jokowi.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 5 halaman

'Dari Hati Terdalam, Mohon Lakukan Gerakan Bersama Perang Semesta Covid-19'

Dream - Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Adib Khumaidi, melaporkan sebanyak 162 dokter gugur akibat Covid-19 selama delapan bulan terakhir. Data terakhir meningkat dibandingkan posisi 10 November 2020 yang masih tercatat sebanyak 159 dokter meninggal.

" Kemudian antara 10 November hingga sekarang ada beberapa dokter, ada dua atau tiga dokter yang meninggal dikarenakan Covid," kata Adib, dalam konferensi pers yang disiarkan YouTube BNPB.

Menurut Adib, lonjakan kasus positif baru berpengaruh terhadap angka kematian dokter. Lonjakan kasus terjadi, salah satunya disebabkan aktivitas masyarakat.

Adib menjelaskan pada Mei lalu terjadi lonjakan sebanyak 20 persen. Sedangkan pada Agustus lonjakan muncul sebanyak 10 persen.

" Positif rate yang terjadi di masyarakat juga berdampak pada lonjakan kasus kematian, kesakitan yang pada dokter dan tenaga kesehatan," ucap Adib.

 

 

 

 

3 dari 5 halaman

Dokter dan Tenaga Kesehatan Benteng Terakhir

Adib menyatakan pihaknya tidak berharap lonjakan kembali terjadi pada bulan-bulan ini. Dia pun mengingatkan garda terdepan menghadapi pandemi Covid-19 adalah masyarakat.

" Kami itu benteng terakhirnya, kami menunggu jangan sampai ada yang sakit," ucap Adib.

Dia pun meminta masyarakat untuk selalu patuh prokol kesehatan. Rutin menerapkan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak dapat menurunkan risiko penularan lebih dari 90 persen.

" Jadi itu yang perlu menjadi perhatian sehingga mau tidak mau garda terdepannya adalah masyarakat," kata Adib.

4 dari 5 halaman

Perang Semesta Pada Covid-19

Ketua Umum PB IDI, Daeng M Faqih, memohon agar masyarakat tidak memperberat kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia dengan tidak mematuhi protokol kesehatan. Karena hal itu dapat meningkatkan kasus positif Covid-19.

" Dari hati kami, petugas kesehatan, yang paling dalam, mohon untuk kita bersama melakukan gerakan bersama, perang semesta pada Covid-19," kata Faqih.

Dia juga mengingatkan apabila masyarakat tidak disiplin, jumlah tenaga kesehatan semakin berkurang setiap hatinya. Sebagian dari mereka gugur akibat Covid-19.

 

5 dari 5 halaman

Peran Sentral Tenaga Kesehatan

Sedangkan saat ini peran tenaga kesehatan sangat dibutuhkan dalam penanganan Covid-19. Mereka menjadi garda terdepan dalam menghadapi penyakit menular ini.

" Mohon tidak menambah penularan yang lebih banyak, supaya tidak bertambah petugas kesehatan yang gugur lebih banyak lagi," kata dia.

Lebih lanjut, Faqih juga meminta agar protokol kesehatan 3M diterapkan dan menjadi kesadaran kolektif. Apabila tidak dilakukan oleh masyarakat, segala upaya pencegahan dan penanganan yang sudah berjalan selama delapan bulan ini akan sia-sia.

" Penanganan Covid-19 dengan 3T memang garda terdepannya rumah sakit. Namun, untuk mencegah penularan di masyarakat, garda terdepannya tetap pada masyarakat," kata dia.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar