Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Fenomena Pengemis Palsu Marak Terjadi (shanghaiist.com)
Untuk menarik simpati orang-orang yang melihatnya, ia mengemis sambil memutar lagu sedih yang menyayat hati.
Dream - Awalnya pura-pura lumpuh tapi pengemis di Provinsi Zhejiang ini ternyata bisa berdiri. Bahkan berlari mengejar bus yang dicegatnya.
Seorang pengemis terlihat lumpuh dan mengandalkan semacam 'skateboard' untuk bergerak ke sana ke mari, demi mengemis di jalanan kota Wenling, Zhejiang.
Tentu saja aksi pengemis lumpuh ini menarik simpati orang-orang yang melihatnya. Apalagi dia mengemis sambil memutar lagu sedih yang menyayat hati.
Saat seorang wartawan dari Xinhua News memberinya uang dan menanyakan apa dia butuh yang lainnya, pengemis itu dengan ketus menjawab, "Apa yang bisa kamu lakukan untuk membantuku? Aku sangat benci wartawan."
Wartawan itu kemudian mengikuti pengemis menuju tempat pemberhentian bus. Pengemis itu segera membereskan pakaian dan atribut mengemis ke dalam tas di punggungnya. Setelah melepas kaus kaki, pengemis tadi tiba-tiba berdiri. Dia bahkan mengejar bus yang lewat di depannya.
Fenomena pengemis palsu seperti kisah di atas banyak terjadi di Tiongkok. Tahun lalu, China Daily melaporkan seorang pengemis palsu bisa mendapatkan penghasilan lebih dari 10 ribu yuan per bulan di Nanjing, Provinsi Jiangsu.
Pekan lalu, foto seorang pengemis memegang iPhone 6 di stasiun bawah tanah di Beijing memicu perbincangan sengit di sebuah forum online. (Ism)