Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Seorang ibu asal Inggris, sebut saja Rachel, mengisahkan cerita pilu putrinya yang diperkosa teman sekelasnya.
Putri Rachel diperkosa di lingkungan sekolah. Namun Rachel sangat murka melihat sang pemerkosa bisa bebas dengan mudah dan sekarang berada satu kelas lagi dengan putrinya.
" Dia ditangkap, ditebus, dan dikembalikan ke kelas keesokan harinya. Pelaku sudah berada di tempat yang seharusnya. Tapi sekarang berada di tempat yang sama dengan korbannya adalah sesuatu yang buruk," kata Rachel kepada program BBC, Victoria Derbyshire.
Kata Rachel, hal itu akan mengulang kembali trauma yang dialami putrinya. Menurutnya, itu adalah perlakuan paling buruk terhadap seorang korban kasus pemerkosaan.
© Dream
Sementara itu, pemerintah mengatakan saat ini mereka tengah menyusun pedoman bagi sekolah-sekolah untuk mencegah korban berada dalam satu kelas dengan pelaku pemerkosaan atau pelecehan seksual.
Namun, bagi keluarga korban dan aktivis End Violence Against Women, penyusunan pedoman itu terlalu bertele-tele.
Menurut Rachel, anonimitas putrinya telah dirusak begitu kasus ini muncul sehingga kehidupannya semakin tambah hancur.
" Berada di kelas yang sama dengan orang yang memerkosa Anda adalah kondisi yang cukup sulit. Ketika orang-orang di ruangan itu mengetahui apa yang terjadi dan mereka menyaksikan bagaimana Anda berada di ruangan yang sama dengan pemerkosa Anda, itu adalah sesuatu yang mengerikan dan keji," dia menjelaskan.
Rachel mengatakan bahwa sekolah tersebut sepertinya tidak memiliki kebijakan untuk situasi seperti yang dialami putrinya. Kata Rachel, pihak sekolah menangani masalah tersebut dengan 'sangat buruk'.
Dia sudah mengusulkan diadakan sebuah pertemuan. Namun terlepas dari usahanya itu, pihak sekolah sepertinya tidak memprioritaskan kebutuhan putrinya.
" Mereka sangat ingin melindungi hak pendidikan pelaku. Tapi sama sekali tidak mempertimbangkan hak putri saya sebagai korban. Entah bagaimana mereka tidak mengerti apa yang akan terjadi pada korban pemerkosaan jika berada di tempat yang sama dengan pelaku," katanya.
© Dream
Putrinya sering absen dari pelajaran di mana dia bisa bertemu dengan pelaku, sebelum secara bertahap menarik diri dari sekolah sepenuhnya.
Rachel mengatakan putrinya sekarang telah pulih dengan baik namun merasa 'sangat' dikecewakan.
" Situasinya mengerikan dan ada konsekuensi jangka panjang untuknya, baik dari segi kemampuannya untuk mengakses peradilan pidana dan mendapatkan kesejahteraan psikologis," katanya.
Sementara itu, Departemen Pendidikan mengatakan pihaknya tengah bekerja dengan pakar untuk menentukan bagaimana isu-isu seperti ini bisa masuk dalam panduan dan diselesaikan dengan benar.
" Pedoman tersebut sudah jelas bahwa sekolah harus memiliki kebijakan perlindungan anak yang efektif yang bisa mengatasi kasus seperti ini. Termasuk prosedur untuk meminimalkan kejadian agar tidak terulang, serta bagaimana menangani pelaku dan membantu korban," kata Robert Goodwill, Menteri untuk Anak dan Keluarga Inggris. (eko)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun