Ribuan Hamster di Hong Kong Dimusnahkan Untuk Putus Penularan Covid-19

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 21 Januari 2022 13:00
Ribuan Hamster di Hong Kong Dimusnahkan Untuk Putus Penularan Covid-19
Keputusan ini mendapat kecaman dari banyak pihak.

Dream - Di Hongkong telah terjadi pemusnahaan massal hamster dipicu munculnya dengan cluster virus corona di toko hewan peliharaan. Hal ini memicu kemarahan para pecinta hewan peliharaan dan kelompok anti-kekejaman dengan mengumpulkan petisi online.

Pemerintah Hong Kong menaytakan mereka akan membunuh sekitar 2.000 hamster dari Belanda, serta beberapa hewan berbulu lainnya. Seperti kelinci dan chinchilla.

Langkah itu dilakukan untuk memutus penularan Covid-19 dari Little Boss, sebuah toko hewan peliharaan di kota Causeway Bay. Tiga orang dari toko itu dinyatakan positif, meningkatkan kekhawatiran tentang penyebaran virus lebih lanjut.

Sebuah petisi online untuk menghentikan pemusnahan massal telah dibuat dan mengumpulkan puluhan ribu tanda tangan. Langkah Pemerintah itu memilukan bagi dua putri ibu rumah tangga Ashley Lee yang sedang sekolah, yang telah memelihara hamster sejak 2020.

" Saya benar-benar memiliki perasaan campur aduk tentang masalah ini sekarang. Saya tidak bisa mengatakan pemusnahan adalah pilihan terbaik untuk hewan kecil ini," ungkap dia, menambahkan anak-anaknya telah menyusun rencana untuk menjaga hewan peliharaan mereka tetap aman.

 

1 dari 3 halaman

Shafin Azim, seorang pemilik hewan peliharaan berusia 40 tahun yang dulunya memiliki hamster tetapi sekarang memelihara kucing, heran dan marah.

" Ini bukan pembunuhan belas kasihan," tulis aktor yang memiliki dua kucing di halaman Facebook pribadinya.

" Ini adalah pembunuhan. Temukan solusi yang lebih baik seperti tutup toko sebentar, dan kenakan perlengkapan pelindung lengkap sebelum memberi makan," lanjut Shafin.

Perintah pemusnahan itu datang sehari setelah seorang karyawan penjualan di Little Boss, yang memiliki 15 cabang dan gudang di Tai Po, pada Senin dilaporkan terinfeksi virus corona varian Delta. Beberapa sampel hewan kemudian dinyatakan positif.

 

2 dari 3 halaman

Varian Delta di pekerja toko hewan peliharaan memiliki urutan genetik yang belum pernah diamati sebelumnya di Hong Kong, menurut ahli pengobatan pernapasan Leung Chi Chiu.

" Paparan pekerjaannya yang sering terhadap gerombolan hamster yang terinfeksi berat dapat menyebabkan kasus pertama yang dilaporkan tentang kemungkinan penularan hamster ke manusia," kata Leung.

Leung mengatakan pengujian tidak dapat mengecualikan infeksi dalam masa inkubasi, serta pelepasan virus yang rendah atau terputus-putus. Oleh karena itu, pemusnahan diperlukan tidak hanya untuk melindungi pemilik hewan peliharaan tetapi juga untuk mencegah wabah di komunitas kami.

Masyarakat untuk Pencegahan Kekejaman terhadap Hewan (SPCA) mengatakan terkejut dan prihatin atas keputusan tersebut. SPCA berharap Departemen Pertanian, Perikanan dan Konservasi (AFCD) tidak akan mengambil tindakan drastis sebelum meninjau pendekatannya.

 

3 dari 3 halaman

SPCA akan bekerja sama dengan AFCD melalui saluran yang berbeda dan mendiskusikan pendekatan alternatif.

Para pejabat telah memerintahkan semua toko hewan peliharaan di kota yang menjual hamster untuk tutup sementara dan mengimbau keluarga yang telah membeli hamster dari toko hewan Little Boss sejak 22 Desember agar menyerahkan hewan peliharaan mereka untuk euthanasia.

Hal ini membuat kekhawatiran dari pecinta hewan peliharaan bahwa beberapa orang akan mulai meninggalkan hewan peliharaan mereka, terutama hamster.

Pejabat Hong Kong telah berjuang untuk menghentikan penyebaran Omicron, yang merupakan jenis virus corona yang dominan di kota itu. Kekhawatiran mereka telah diperparah pada hari Rabu ketika virus muncul di sekolah dan di tempat lain.

Hong Kong menambahkan 16 kasus baru pada hari Rabu, dengan tujuh di antaranya lokal. Sehingga total menjadi lebih dari 12.800 kasus Covid-19 dan 213 kematian, dikutip dari Straits Times.

Laporan: Amanda Putri Ivana

Beri Komentar