Bangunan Roboh, 1.425 Napi Kabur Saat Gempa Palu

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Senin, 1 Oktober 2018 19:20
Bangunan Roboh, 1.425 Napi Kabur Saat Gempa Palu
Para napi panik dan berusaha menyelamatkan diri dari reruntuhan bangunan.

Dream - Sejumlah bangunan di Palu, Donggala, dan sekitarnya rusak akibat gempa berkekuatan 7,4 Skala Richter pada Jumat pekan lalu. Bangunan rusak tersebut termasuk sejumlah rumah tahanan dan lembaga pemasyarakatan.

Akibatnya, sebagian besar narapidana kabur. Sejumlah pagar pembatas rutan dan lapas retak.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kemenkum HAM, Sri Puguh, mengatakan total warga binaan yang berada di delapan unit pelaksana teknis (UPT) pemasyarakatan Sulawesi Tengah sebanyak 3.220 orang.

" Yang ada di dalam 1.795, yang tidak berada di tempat 1.425. Ini berdasarkan informasi pagi ini," ujar Utami di kantornya, Jakarta, Senin 1 Oktober 2018.

Ia menuturkan tahanan nekat kabur karena panik saat terjadi gempa dan ingin menyelamatkan diri. Mereka juga ingin mencari kabar mengenai keberadaan keluarganya.

Utami mengultimatum para napi yang kabur agar kembali ke Rutan dan Lapas maksimal dalam waktu seminggu. Jika mereka tak kunjung kembali, upaya pemburuan akan dilakukan aparat. 

" Waktu yang diberikan jajaran kami satu minggu, setelah satu minggu ada pencarian yang dilakukan oleh satuan tugas," ujar dia.

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto, membenarkan hal tersebut. Menurut dia, para napi kabur akibat pagar batas lapas retak dan sebagian bangunan rubuh.

" Bangunan di sana roboh," kata Wiranto.(Sah)

1 dari 3 halaman

Video Pasha Sholat di Masjid Apung Sebelum Tsunami Bikin Merinding

 Video Pasha Solat di Masjid Apung Dianggap Pertanda Bencana Oleh Netizen© MEN

Dream - Masjid Arkam Babu Rahman biasa disebut Masjid Apung yang terletak di Teluk Palu, Sulawesi Tengah, tak luput dari terjangan tsunami. Gempa 7,4 skala Richter yang berpusat di Donggala pada Jumat 28 September 2018 membuat masjid apung itu terbenam hampir sebagian. 

Meski terlihat mengalami kerusakan, masjid itu terlihat masih kokoh berdiri. Foto dari udara menunjukkan masjid itu separuh terendam air setelah terjadi tsunami.

Tak jelas, apakah tiang-tiang penyangga bangunan itu masih utuh atau roboh. Yang jelas, jembatan yang menghubungkan masjid itu dengan daratan sudah tidak terlihat lagi.

Meski bukan masjid apung pertama di Indonesia, masjid ini sudah menjadi salah satu ikon ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah.

Dibangun di perairan Teluk Palu, masjid ini berada di garis pantai 43 km dengan luas 10.066 hektare. Pilar-pilarnya sendiri tertancap di kedalaman 10 meter dengan penyangga 25 pilar.

Mesjid itupun kerap dipakai solat sejumlah pejabat pemerintahan di Kota Palu. Tak terkecuali Sigit Purnomo Said, karib disapa Pasha yang saat ini menjabat Wakil Walikota Palu.

2 dari 3 halaman

Posting Video Sebelum Peristiwa

Hal ini diketahui dari postingan Instagram Pasha pada 26 September 2018. Dua hari sebelum bencana yang menewaskan 800 orang lebih itu.

Dalam video yang diunggah, vokalis band Ungu ini terlihat sedang menunaikan ibadah sholat magrib berjamaah di masjid apung.

Video itu juga diposting bertepatan dengan hari ulang kota Palu yang ke-40. Namun musibah memang tak pernah ada yang tahu.

Sehari setelah merayakan ulang tahun ke-40, masyarakat Palu justru harus berduka lantaran kota tercinta dilanda gempa dan tsunami.

Video itu menjadi ramai diperbincangkan netizen. Apalagi video itu dilatarbelakangi lagu `Kabut` milik Ebiet G Ade. Video itupun panen doa dan komentar warganet antara lain: 

" Semoga saudara kita di Palu Allah berikan ketabahan dan kekuatan..amiin," Tulis akun @ariff_gee.

" Denger lagunya merinding,, dng kejadian hari ini."  Tulis akun @ferdiuzer.

Beri Komentar