Ridwan Kamil Bakal Wajibkan Pasangan Bercerai Tanam 100 Pohon

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 10 Desember 2019 14:12
Ridwan Kamil Bakal Wajibkan Pasangan Bercerai Tanam 100 Pohon
Pemprov Jabar rencananya juga mengeluarkan aplikasi pohon.

Dream - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil sedang menggagas gerakan menanam pohon untuk pemulihan daerah aliran sungai (DAS). Salah satu caranya untuk melengkapi kebijakan tersebut, dia meminta pasangan yang bercerai menanam 100 pohon.

" Akan kita siapkan, seperti yang mau menikah bisa menyumbang sepuluh pohon, yang cerai 100 pohon, yang lulus SD, SMP, SMA sepuluh pohon, dan lain-lain untuk pertisipasi," kata Emil, sapaan Ridwan Kamil.

Gerakan pemulihan DAS Citarus sudah dimulai dengan penanaman 17.150 pohon Blok Caringin Tilu, Desa Cimenyan, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung.

Tahun depan, gerakan ini akan dimaksimalkan dengan penanaman 25 juta pohon.

" Saya amati secara teori filosofi, manusia menganggap alam sebagai supporting system bukan partner. Jadi, alam boleh dirusak, boleh ditebang untuk eksistensi manusia. Itu pikiran keliru," ujar dia.

 

1 dari 6 halaman

Aplikasi e-Tanam

Untuk mengawasi keberadaan pohon yang sudah ditanam, dia meluncurkan aplikasi e-Tanam. Aplikasi tersebut memungkinkan publik mengetahui progres penghijauan yang dilakukan di Provinsi Jawa Barat.

 Ridwan Kamil Jalankan Hukuman Ngepel Jalan Braga Usai Jumatan

Aplikasi ini akan memuat informasi pohon per lokasi, mulai dari kabupaten, kecamatan, dan desa. Selain lokasi, publik juga dapat mengetahui jenis pohon, jumlah pohon, tahun tanam, sampai foto kegiatan penanamannya.

Masyarakat pun dapat terlibat dengan melaporkan sendiri pohon yang telah ditanam melalui aplikasi tersebut.

" Aplikasi ini untuk mengajak warga berpartisipasi dan mengetahui hasil tanamannya itu direkam di koordinat yang bisa dicek di e-Tanam tadi. Sehingga kalau ada 25.000 penanam, ada 25.000 titik yang sering kita monitor," ujar dia. (mut)

Sumber: Liputan6.com

2 dari 6 halaman

Syarat Lulus Sekolah, Wajib Tanam 10 Pohon

Dream - Aturan baru diterapkan pemerintah Filipina. Aturan tersebut mengharuskan setiap siswa dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi menanam 10 pohon untuk syarat kelulusan.

Undang-undang tersebut dinamai Undang-Undang Peninggalan Kelulusan untuk Lingkungan. Undang-undang tersebut disahkan pada 15 Mei 2019.

Pemerintah Filipina mengatakan, undang-undang itu berguna untuk mengajarkan generasi penerus lebih peduli pada alam sekitar.

 Kenangan di Bawah Pohon Rindang

" Dengan lebih dari 12 juta siswa yang lulus dari sekolah dasar dan sekitar 5 juta siswa dari sekolah tinggi, serta 500 ribu orang lulusan perguruan tinggi tiap tahun, inisiastif ini, akan berguna menghadirkan 175 juta pohon baru yang," kata anggota dewan dari Partai Magdalo Filipina, Gary Alejano, Rabu, 29 Mei 2019.

Dikutip dari laman NextShark, Jumat 31 Mei 2019, Departemen Pendidikan dan Komisi Pendidikan Tinggi Filipina akan bertanggung jawab menerapkan dan memastikan kepatuhan dengan undang-undang tersebut.

" Dalam satu generasi, tidak kurang dari 525 miliar pohon dapat ditanam di bawah aturan ini," ucap dia.

3 dari 6 halaman

Miliaran Pohon Baru

Undang-undang baru ini merupakan bagian dari upaya Filipina untuk memerangi perubahan iklim melalui reboisasi dan rehabilitasi hutan.

Filipina merupakan negara dengan hutan paling gundul di dunia. Total hutan di Filipina berkurang dari 70 persen menjadi hampir 20 persen pada abad ke-20 karena penebangan liar. Kurangnya pohon juga meningkatkan risiko banjir dan tanah longsor.

Siswa dilaporkan akan menanam pohon di hutan bakau, kawasan lindung, wilayah militer, lokasi penambangan yang terlantar, dan beberapa daerah perkotaan.

" Bahkan dengan tingkat kelangsungan hidup hanya 10%, ini berarti tambahan 525 juta pohon akan tersedia untuk dinikmati para pemuda, ketika mereka mengambil jubah kepemimpinan di masa depan," kata Alejano seperti dikutip.

4 dari 6 halaman

Terilhami Kesuksesan 3 Warganya, Malaysia Izinkan Tanam Ganja

Dream - Warga Malaysia kini bisa menanam ganja. Meski begitu, penanaman ganja itu harus untuk keperluan medis dan penelitian, dan izin ketat dari Menteri Kesehatan Malaysia.

Direktur Jenderal Badan Antimonopoli Nasional (AADK) Datuk Seri Zulkifli Abdullah mengatakan, ada ketentuan hukum yang memberikan ruang untuk penanaman pohon ganja dengan kondisi atau izin khusus.

“ Saya baru-baru ini membaca di surat kabar tentang (keberhasilan) orang Malaysia memproduksi minyak ganja, jadi saya merasa menyesal bahwa ini benar dan dapat dilakukan (belajar) di negara ini.

" Jika kita melihat Undang-Undang Obat Berbahaya 1952, tanaman ini dapat dibudidayakan untuk tujuan medis ... jadi penting untuk mendapatkan persetujuan Menteri Kesehatan sebelum dapat diproduksi untuk tujuan medis," kata Zulkifli, dilaporkan Berita Harian, diakses Selasa, 8 Oktober 2019.

Kisah sukses tiga warga Malaysia yang berhasil memproduksi CBD Oil (Cannabidiol) dari Cannabis Sativa dan menetap di Inggris menarik perhatian media lokal pada Juni 2018.

5 dari 6 halaman

Penegakan Hukum

Perusahaan ini didirikan pasangan suami istri, Abdul Halim Pauzi dan Nurul Ain Sahbudin, dan Mohd Roslan Abdullah. Ketiga peneliti itu telah 15 tahun menetap di Inggris.

Para peneliti itu, tidak hanya melakukan penelitian tentang kemanjuran minyak ganja dalam pengobatan, namun juga memperoleh lisensi untuk memasarkan produk-produk buatan 50 negara lain di Uni Eropa.

Zulkifli mengatakan, seandainya tanaman ganja mampu memberikan manfaat medis, pemerintah harus melakukan sesuatu agar budidaya ganja dilakukan dengan benar dan sesuai dengan hukum.

“ Pohon ini jangan ditanam di ladang. Karena itu, kita perlu mengendalikan situasi, bahkan beberapa negara memiliki jenis budidaya ini. Mungkin suatu hari, jika Malaysia memiliki bahan semacam itu, mungkin kita bisa menjadi eksportir tetapi secara hukum," ucap dia.

6 dari 6 halaman

Konseling

" Sangat penting mengetahui apakah ganja merupakan obat yang benar, Kementerian Kesehatan menjadi otoritas yang harus mengkonfirmasinya," kata dia.

Zulkifli, sementara itu, mengatakan orang tua atau wali remaja dengan masalah penyalahgunaan zat diminta untuk menghadiri sesi konseling.

Aturan ini dimuat dalam undang-undang baru yang akan dirancang untuk mengatasi masalah narkoba sejak dini.

“ Dengan sesi konseling kami dapat mengidentifikasi masalah, dan kemudian mencoba menyelesaikannya secara konsisten, karena kami percaya pencegahan terbaik dimulai di rumah. Kami ingin orang tua tidak terlalu khawatir tentang masalah anak-anak mereka,” kata dia.

Beri Komentar
4 Januari, Hari Bahagia dan Paling Sedih Rizky Febian