Jadi Rektor Termuda Indonesia, Risa Santoso Pimpin ITB Asia di Usia 27 Tahun

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 5 November 2019 15:00
Jadi Rektor Termuda Indonesia, Risa Santoso Pimpin ITB Asia di Usia 27 Tahun
Pernah bertugas sebagai Tenaga Ahli Muda Kantor Staf Presiden.

Dream - Usia Risa Santoso memang masih sangat muda, baru 27 tahun. Tapi dia sudah ditunjuk sebagai rektor Institut Teknologi dan Bisnis Asia (ITB Asia) Malang, Jawa Timur.

" Beliau sosok muda yang smart dan energik," kata Ketua Yayasan Wahana Edukasi Cendekia Malang, Yoyok Hari Subagiono, dikutip dari Malang Post, Selasa 5 November 2019.

Bukan tanpa bekal, meski umurnya masih hijau, Risa rupanya sudah cukup matang. Dia pernah menjabat sebagai Direktur Pengembangan Bisnis Kampus Asia. " Banyak prestasinya di bidang tersebut," tambah Yoyok.

Dengan penunjukan pada jabatan baru itu, Risa diklaim sebagai rektor termuda di Indonesia. Sosok yang cerdas dan energik ini membuat Yoyok bangga. " Sangat cocok menjadi pemimpin para generasi milenial," ujar Yoyok.

1 dari 5 halaman

Lulusan Kampus Ternama di AS

Rekam jejak pendidikan Risa juga tak main-main. Dia lulusan Universiy of California Berkeley. Gelar master direngkuh di Education of Harvard University.

Sebelum menjabat sebagai rektor, Risa juga tercatat sebagai mantan Tenaga Ahli Muda Kantor Staf Presiden RI.

Risa berharap, Institut Asia mampu mengolaborasikan bisnis dan teknologi. " Kita akan merancang kurikulum yang nantinya mahasiswa bisa menghasilkan benefit lebih banyak," kata dia.

Institut Teknologi dan Bisnis Asia baru saja berdiri pada tanggal 23 Agustus 2019 berdasarkan SK Menristekdikti No. 744/KPT/I/2019. Berdirinya ITB Asia merupakan penggabungan dari STMIK Asia dan STIE Asia.

Sumber: Malang Post

2 dari 5 halaman

Segudang Prestasi Rektor Wanita Pertama UIN Syarif Hidayatullah

Dream - Menteri Agama, Lukman Hakim Saifudin melantik Profesor Amany Burhanudin Umar Lubis sebagai Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta 2019-2023.

Dilantiknya guru besar sejarah politik Islam itu menorehkan catatan sejarah, karena untuk kali pertama UIN Jakarta memiliki rektor perempuan.

Saat diangkat Januari 2019, Amany akan mengembangkan moderasi beragama di kampus, dan menjaga kebersamaan model pendidikan Islam. Amany juga berjanji akan membangun kerja sama dengan berbagai kalangan di kampus.

“ Mohon doanya dari semua pihak semoga saya dapat menjalankan amanah atau kepercayaan yang diberikan oleh negara dengan baik,” ujar Amany, diakses dari laman resmi UIN Jakarta, Selasa, 12 Maret 2019.

Sebelum menjadi rektor, wanita kelahiran Kairo 22 Desember 1963 yang akrab disapa Amany Lubis dikenal menghabiskan pendidikan menengah pertama hingga kuliah Strata Satu di Kairo, Mesir. Amany berhasil meraih gelar lulusan terbaik (S1) Universitas Al-Azhar, Kairo, Sastra Inggris, pada 1988.

Setahunan sebelumnya, Amany mendapatkan Beasiswa Course on Women Studies di Mcgill University Montreal, Kanada.

Setelah itu, Amany melanjutkan sekolah Strata Dua (S2) di UIN Jakarta dengan konsentrasi Sejarah Peradaban Islam. Pada 2002 Amany berhasil memperoleh gelar Doktor Pengkajian Islam/Sejarah Kebudayaan Islam dan meraih disertasi terbaik kedua nasional di lingkungan Kementerian Agama.

3 dari 5 halaman

Aktif Sebagai Interpreter

Gelar profesor Politik Islam diraih Amany pada 2006. Kemudian mendapatkan Satyalencana Karyabhakti 20 pada 2016.

Sepak terjang Amany tidak hanya terbatas di UIN Jakarta. Sejak 2009 hingga sekarang dia juga aktif sebagai dosen Sekolah Kajian Stratejik dan Global Pasca-Sarjana Kajian Timur Tengah dan Islam Universitas Indonesia.

Dia lulus dengan Pujian Program Pendidikan Singkat (PPSA) XVIII dari Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI 2012.

Kemudian pada tahun berikutnya, wanita yang pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Ilmuwan Muslimah Indonesia itu mulai mengampu Program Pascasarjana Fakultas Strategi Pertahanan Universitas Pertahanan hingga sekarang.

Selain menjadi dosen, Amany merupakan anggota Board of Trusees Forum for Promoting Peace in Muslim Societies, Abu Dhabi pada 2016-2020. Amany juga aktif sebagai interpreter bahasa Arab-Inggris-Indonesia pada forum nasional dan internasional.

4 dari 5 halaman

Dua Perempuan Pilot Papua Pertama di Garuda Indonesia

Dream - Korporasi penerbangan pelat merah, Garuda Indonesia merekrut dua pilot atau ab-initio perempuan pertama asal Papua. Dua pilot perempuan tersebut yaitu Vanda Astri Korisano dan Martha Itaar.

Vanda dan Martha merupakan lulusan Nelson Aviation College, Selandia Baru. Mereka, sebelumnya mengambil standarisasi Indonesia DGCA Licence atau Surat Izin Terbang dari Dirjen Perhubungan Udara di Ganesa Flight Academy, Jakarta.

" Rekrutment pilot yang merupakan putra daerah asal Papua ini merupakan wujud komitmen Garuda Indonesia dalam memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada putera daerah yang berprestasi dan berdaya unggul untuk dapat berkontribusi dan mengembangkan karir bersama Garuda Indonesia Group," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara, dilaporkan Liputan6.com, Rabu, 31 Juli 2019.

Bangga merekrut putri terbaik dari Papua, Ari mengharapkan Vanda dan Martha dapat menjadi lokomotif penarik putra putri Papua di Garuda Indonesia.

" Tentunya capaian kedua pilot asal Papua tersebut yang telah berhasil lulus proses rekrutment pilot ini merupakan hal yang patut diapresiasi, mengingat rekrutment pilot Garuda Indonesia Group memiliki standart requirement yang cukup tinggi. Hal ini turut menandakan bahwa banyak putera puteri daerah yang memiliki daya saing yang unggul," kata Ari.

5 dari 5 halaman

Penempatan

Setelah menempuh pendidikan pilot, Martha rencananya akan ditempatkan sebagai pilot di Citilink Indonesia. Sedangkan Vanda ditempatkan di Garuda Indonesia usai menjalani pelatihan.

Vanda akan mengikuti pendidikan pilot di Garuda Indonesia Training Center (GITC) pada awal Agustus 2019. Dia rencananya akan mengambil rating tipe pesawat Boeing 737-800 NG.

Pendidikan pilot yang akan dijalani selama 6 bulan kemudian di lanjutkan dengan Flight Training. Sedangkan Martha akan mengikuti proses training lebih lanjut di Citilink Indonesia.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Pramita Tristiawati)

Beri Komentar
4 Januari, Hari Bahagia dan Paling Sedih Rizky Febian