Kecewa karena Driver Ojol Lambat, Saat Buka Pintu...

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 3 April 2019 08:02
Kecewa karena Driver Ojol Lambat, Saat Buka Pintu...
Emosinya berubah ketika membuka pintu.

Dream - Tidak ada satu orang pun yang ingin hidup dengan keterbatasan fisik. Sayangnya ada sebagian orang memiliki fisik yang tidak sempurna.

Namun begitu, ketidaksempurnaan bukan penghalang bagi mereka untuk berusaha. Malah perjuangan para difabel tersebut menjadi inspirasi bagi semua orang.

Pemilik akun Facebook, Shahril, menceritakan pengalamannya bertemu dengan wanita yang menjadi mitra layanan hantaran makanan, Grab Food. Shahril mengaku sempat kecewa lantaran pesanan makanannya lama sekali sampai.

Emosinya berubah ketika membuka pintu. Dia malah merasa terharu lantaran si pengantar makanan pesanannya adalah seorang difabel.

Dikutip dari Siakapkeli, Shahril memesan minuman teh bubble untuk istrinya melalui aplikasi Grab. Outlet terdekat tempat tinggalnya di perumahan Bedok Reservoir ada di Tampines, Pulau Ujong, Singapura.

" Diantar dengan mobil butuh 10-12 menit, sepeda 15-20 menit, sepeda motor mungkin 12-15 menit," tulis Shahril.

 

1 dari 2 halaman

Hampir Tak Sabar

30 menit berlalu sejak Shahril membuat pesanan, minumannya tidak kunjung datang. Dia pantau dari aplikasi, si pengantar bergerak sangat lambat.

" Saya sempat berpikir apakah pengendara ini berjalan kaki atau naik angkutan umum," tulis Shahril.

Akhirnya, akun pengantar tiba di titik tujuan. Pengantar itu juga masuk melewati tempat parkir dengan mudah.

" Saya lihat ke jendela, menengok kanan dan kiri lalu saya mendapati apa yang membuat saya kemudian terkagum-kagum," tulis dia.

Seorang driver GrabFood datang ke apartemen Shahril dengan kursi roda listrik. Pantas saja jika pengantar makanan itu bergerak begitu lambat.

 GrabFood Difabel

 

2 dari 2 halaman

Bikin Haru

Seketika, Shahnil langsung keluar apartemen dan menyambut driver GrabFood tersebut. Beruntung, driver tersebut belum sempat masuk ke dalam lift.

" Saya menghampirinya ketika dia baru sampai di lobi lift dan hati saya benar-benar terharu. Saya ajak dia mengobrol ringan dengan bertanya apakah dia benar-benar berjalan dari Tampines. Dia mengangguk dan menjawab iya," tulis dia.

Shahril mengaku perasaannya sempat bergolak namun dia berusaha untuk tenang. Setelah minum sebentar dan membayar lewat GrabPay, Shahril segera mengambil uang dari dompetnya tanpa lebih dulu melihat jumlahnya dan menyerahkannya kepada driver bernama Sumaiyah itu.

Perjuangan driver difabel itu telah mengaduk-aduk perasaan Shahril. Dia pun tersentuh dengan kegigihan driver tersebut.

" Masya Allah, dia menunjukkan ketekunan untuk menngatasi masalahnya. Semoga Allah memberinya kekuatan, harapan, rezeki, dan terus menjadikannya inspirasi bagi semua orang," tulis Shahril. (ism)

Beri Komentar
Kenangan Reza Rahadian Makan Siang Terakhir dengan BJ Habibie