Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Layanan Berbagi Sepeda (bike Sharing) Ada Di Tiongkok. (Foto: Shanghaiist.com)
Dream – Beberapa kota di China menyediakan layanan berbagi sepeda (bike sharing). Layanan ini membuat seseorang memanfaatkan sepeda dengan tarif tertentu ke beberapa tujuan.
Ketika tiba di tujuan, sepeda tersebut ditaruh di tempat yang telah ditentukan. Dengan begitu, sepeda tersebut bisa dimanfaatkan oleh orang lain.
Tetapi, ada seorang pelanggan di Jiaxiang, Provinsi Zhejiang, yang kurang beruntung. Dia mendapat tagihan berjumlah yang fantastis, Rp800 juta untuk 30 menit bersepeda.
Diberitakan Shanghaiist, Kamis, 27 April 2017, kisah ini dialami pelanggan bernama Shi pada 18 April 2017.
Kejadian ini bermula ketika dia memutuskan bersepeda setelah makan malam. Si pria kegirangan saat mendapat harga sewa cukup murah. Tapi semua berubah jadi bencana....
© Dream
Pria ini mengunduh aplikasi bike sharing, Xiaoming Bike. Aplikasi ini terhubung dengan rekening tabungannya. Shi pun membayar uang jaminan sebesar 199 yuan (Rp383 ribu) untuk menikmati layanan ini.
Awalnya, pria ini girang karena biaya sewanya cukup murah, yaitu 0,5 yuan (Rp964,63). Tarif itu berlaku untuk penggunaan sepeda selama 30 menit.
Sina News melaporkan Shi menyewa kendaraan ini pada pukul 19.29 waktu setempat. Dia mengembalikan sepeda itu kurang dari 30 menit.
Pada pukul 20.34, Shi terkejut karena tagihannya membengkak dari 0,5 yuan menjadi 414.588 yuan (Rp799,85 juta). Xiaoming Bike juga mengklaim pria malang ini telah membakar 18,71 juta kalori, padahal dia bersepeda tidak sampai 1 kilometer (km).
Tagihan ini membuat Shi ketakutan karena hanya punya 10 ribu yuan (Rp19,29 juta) di rekeningnya. Dia khawatir akan kehilangan seluruh uangnya.
Shi langsung melaporkan masalah tersebut ke polisi. Tetapi, polisi mengatakan mereka tidak bisa berbuat apa-apa.
Polisi menyarankan dia menghubungi perusahaan aplikasi itu. Malamnya, Shi tak bisa tidur nyenyak memikirkan tagihannya. Setiap beberapa menit dia bangun dan membuka aplikasi Xiaoming Bike.
© Dream
Keesokan harinya, Shi melihat situasinya tidak berubah. Tagihannya justru bertambah 12 yuan dan aplikasi Xiaoming Bike mengklaim dia telah membakar 5 juta kalori dalam semalam.
Akhirnya Shi menghubungi pusat layanan aplikasi tersebut dan mendapat penjelasan yang membuatnya lega. Xiaoming Bike mengakui terjadi kesalahan teknis pada aplikasi tersebut.
Perusahaan tersebut akan mengembalikan uang Shi dua kali lipat dari yang seharusnya dibayarkan.
Jadi, pria ini tidak jadi membayar tagihan sebesar 414 ribu yuan. Shi malah mendapatkan 1 yuan (Rp1.929) dari Xiaoming Bike.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya