Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
KM Sopir Istri Irjen Ferdy Sambo (Merdeka.com)
Dream - Polri telah menetapkan empat tersangka kasus kematian Brigadir J alias Nofriansyah Yoshua Hutabarat. Selain Bharada E alias Richard Eliezer, Brigadir Ricky Rizal (RR), dan Irjen Ferdy Sambo, ada pula KM.
Sosok terakhir membuat banyak orang penasaran, sebab selama proses penyelidikan sangat jarang disebut-sebut. Peran KM yang menjadi tersangka ke tiga dalam kasus ini juga sudah dibeberkan Bareskrim, yakni turut membantu dan menyaksikan penembakan Brigadir J.
" KM membantu dan menyaksikan penembakan korban," kata Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto, saat jumpa pers, Selasa 9 Agustus 2022.
Menurut Merdeka.com, sosok KM diduga sopir istri Irjen Pol Ferdy Sambo, bernama Kuwat Maruf. Kuwat sempat muncul ke publik saat memenuhi panggilan pemeriksaan oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), pada Senin 1 Agustus 2022.
Dia memenuhi panggilan pemeriksaan bersama tiga asisten rumah tangga (ART) keluarga Ferdy Sambo dan satu ajudan lainnya, Brigadir D alias Deden.

Kehadiran Kuwat saat itu telah dikonfirmasi dari sumber yang melangsungkan pengusutan terhadap kasus ini. Kala itu ia muncul dengan kemeja abu-abu panjang, dan celana panjang.
Tidak jelas bagaimana rupa dari bentuk wajahnya, karena dia datang menggunakan masker berwarna hitam. Dia berambut pendek tipis dengan badan yang gempal berisi. Tidak ada sepatah katapun yang direspons darinya saat ditanyai awak media.
Dream - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan laporan terbarunya dalam kasus kematian Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat. Agar kasusnya semakin terang, pihaknya telah memeriksa 31 personel Polri.
" Kemarin ada 25 personel yang kita periksa, dan saat ini bertambah menjadi 31 personel," kata Sigit dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 9 Agustus 2022, dikutip dari Liputan6.com.
Listyo menambahkan, total ada 11 personel Polri yang ditempatkan khusus, diduga terlibat dalam kasus kematian Brigadir J.
" Kita juga telah melakukan penempatan khusus kepada 4 personel beberapa waktu lalu, dan saat ini bertambah menjadi 11 personel Polri," ungkapnya.
11 personel itu terdiri dari satu orang berpangkat bintang dua, kemudian dua orang berpangkat bintang satu.
" Dua kombes, tiga AKBP, dua Kompol, dan satu AKP," ujar Listyo.
Jumlah ini kemungkinan bisa bertambah di kemudian hari. " Ini kemungkinan masih bisa bertambah," kata Listyo.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya