Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ornamen Bangunan Khas China Di Salah Satu Mal Di Kuala Lumpur, Malaysia, Januari 2018 (Foto:Shutterstock)
Dream - Masyarakat etnis Tionghoa di seluruh dunia merayakan Tahun Baru Imlek. Tahun ini, Imlek bertema Tahun Anjing Tanah.
Tetapi, insiden misterius terjadi di Malaysia. Simbol perayaan Imlek yang terpajang di ruang-ruang publik lenyap, berganti tanda-tanda berisi informasi mengenai tahun baru itu.
Kondisi ini muncul karena anjing dan babi dianggap najis. Sebagai penghormatan, etnis Tionghoa menyensor beredarnya simbol dua hewan itu agar tak menimbulkan reaksi dari masyarakat.
"Kami adalah orang bisnis yang sangat praktis," kata Ketua Malaysian Shopping Malls Association, Eddy Chen, kepada Nikkei Asia.
Chen mengatakan, sensor itu bukan pertama kali dilakukan manajemen pusat perbelanjaan. Meski begitu, para pengunjung mal menganggap keputusan menghilangkan logo perayaan Imlek itu terlalu reaktif.
"Itu hanya sebuah simbol, saya tak mengerti mengapa mereka begitu takut," kata Muslimah Zarinah Zainal.
Departemen Pengembangan Islam Malaysia telah mengeluarkan pernyataan mengenai penggunaan simbol perayaan Imlek itu pada Senin lalu. Mereka meminta masyarakat Malaysia untuk menghormati penggunaan simbol itu karena penggunaan hewan-hewan tersebut merupakan bagian dari perayaan Imlek.
Upaya moderasi itu menjadi kebijakan pemerintah untuk mempertahankan persatuan di Malaysia. Tapi bisnis tidak mungkin mengambil risiko. Chen memilih "menahan" pertunjukkan Tahun Babi.
"Ada banyak cara untuk menghias mal," kata Chen.
Malaysia cukup ketat memberlakukan sensor terhadap barang-barang yang dinilai bertentangan dengan syariat Islam. Bahkan meskipun hanya sebatas nama.
Seperti yang terjadi pada restoran cepat saji Auntie Anne. Dewan Mufti Malaysia sampai membuat maklumat agar retail asal Amerika Serikat ini mengganti nama menu Pretzel Dog dengan Pretzel Sausage untuk mencegah kesalahpahaman di masyarakat.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?