Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Sebuah sekolah swasta meminta maaf kepada orang tua murid karena telah mengirimkan surat tagihan tunggakan biaya. Bukan tagihan yang membuat sekolah ini meminta maaf.
Ternyata pihak sekolah tak tahu jika anak didiknya tersebut sudah meninggal empat bulan sebelum tahun ajaran baru.
Mengutip laman arabianbusiness, Jumat, 14 Agustus 2015, Abiya Shreya Jophy, gadis cilik 8 tahun putri Shiny Philips dan Jophny Cherian meninggal pada Januari akibat komplikasi penyakit.
Abiya sebelumnya tercatat sebagai siswa dari sekolah swasta, The India School Bahrain (ISB).
Kepada media lokal, Cherina mengatakan surat dari sekolah menyebutkan Abiya belum melunasi sejumlah biaya pendidikan. Mereka juga menyebut Abiya tak kunjung masuk sekolah sejak tahun ajaran baru dimulai.
" Sangat disayangkan staf sekolah tak sensitif dengan perasaan ibunya," ujar Cherina.
Tak pelak aksi pengurus sekolah ini membuat ibu Abiya kembali dilanda depresi setelah menerima telepon dari pihak sekolah.
" Saat mereka meneleponnya 10 hari lalu, dia mengatakan telah kehilangan anaknya dan meminta agar namanya dihapuskan dari catatan sekolah," ujar Cherina.
Meski tak menyalahkan sekolah maupun stafnya, Cherina ingin pihak sekolah bisa lebih sensitif terhadap kejadian seperti ini. Seraya berharap kejadian serupa takkan terulang pada orang tua siswa yang lain.
Sementara itu, Kepala ISB, Prince Natarajan berjanji akan menginvestigasi kesalahan administrasi tersebut.
" Kami turut berduka kepada kedua orang tuanya dan meminta maaf. Kepala Sekolah telah mendesak dilakukan penyelidikan insiden dan mencari staf sekolah yang berbuat kekeliruan tersebut," ujar Natarajan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya