Suporter Dunia Selamatkan Satu-satunya Klub Muslim di India

Reporter : Sandy Mahaputra
Rabu, 5 November 2014 09:01
Suporter Dunia Selamatkan Satu-satunya Klub Muslim di India
Dukungan terus mengalir selama lebih dari dua minggu terakhir. Para suporter bersedia menjadi sponsor klub.

Dream - Satu-satunya klub sepakbola muslim tertua di India mendapat simpati dari suporter di seluruh dunia. Para suporter bersedia menjadi sponsor klub tersebut agar bisa tampil di musim berikutnya tahun depan.

" Aku mendapat telepon dari Mumbai, Delhi, Spanyol dan bahkan Nigeria. Mereka bersedia mengucurkan uang untuk klub ini," kata Moinuddin bin Moksud, sekretaris jenderal klub Mohammedan Sporting kepada The National.

" Saat bangun pagi, aku melihat 500 pesan di Facebook yang menyatakan dukungan kepada Mohammedan Sporting."

Dukungan terus mengalir selama lebih dari dua minggu terakhir menyusul pengumuman dari ketua klub, Sultan Ahmed, yang menyatakan Mohammedan Sporting akan segera dibubarkan.

Berita tersebut segara dilansir berbagai media di India sehingga menarik simpati dari seluruh penggemar sepakbola di dunia.

Mohammedan Sporting adalah klub muslim pertama di India yang usianya lebih tua dari FIFA. Klub yang pernah jaya pada akhir 1800an dan awal 1900an itu didirikan di Kolkata pada 1891.

Klub pernah menjadi juara liga selama lima tahun berturut-turut, dimulai pada 1934 di Kolkata, kemudian di Calcutta. Pada 1940, klub menjadi juara di Durand Cup, sebuah turnamen yang lahir pada 1888.

Kemenangan klub atas tim Eropa dan Hindu yang kuat menanamkan semangat kepercayaan diri dan kebanggaan dalam umat Muslim di Bengal.

Pada 1947, Bengal terbagi menjadi Pakistan Timur, sekarang Bangladesh, dan Bengal Barat yang merupakan bagian dari India.

Klub kehilangan banyak pendukung muslim yang memilih menjadi warga negara Pakistan. Mulai saat itu, banyak pemain non-muslim yang akhirnya ikut bergabung.

" Meski terus memakai nama Mohammedan Sporting, klub bukan lagi eksklusif bagi muslim setelah 1947," Moksud menjelaskan. " Sejak saat itu, ribuan suporternya sebagian adalah Hindu. Bahkan dalam ofisial tim, terdapat orang Hindu dan Kristen."

Meski terkendala finansial, administrasi klub sangat berterimakasih atas dukungan yang diberikan suporter.

" Situasinya masih bisa dikendalikan," kata Ahmed. " Tapi sangat mengharukan melihat masih banyak yang ingin klub tua ini terus berdiri."

(Sumber: OnIslam.net)

Beri Komentar