5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Balita Ini Menderita Penyakit Langka (Foto: Mirror)
Dream - Balita dari Hyderabad, India Selatan, bernama Ahana Afzal memiliki kelainan aneh. Bayi berumur tiga tahun itu mengeluarkan darah dari mata hidung, mulut hingga telinganya setiap hari. Anehnya, dari bagian tubuhnya itu, tidak ditemukan goresan luka.
Kondisi tersebut membuat Ahana, kerap menderita migrain yang membuatnya kelelahan hingga berpotensi membuatnya lumpuh.
Peristiwa ini membingungkan petugas medis yang merawat Ahana. Gejala aneh itu mulai terjadi sejak dua tahun yang lalu saat Ahana bertahan dari penyakit paru-paru basah, pneumonia. Saat itu, dokter menduga Ahana mengalami pendarahan karena demam tinggi. Tetapi, hingga dua tahun berselang, penyakit itu justru kian aneh.
" Tapi, ketika frekuensi perdarahan meningkat, kami memutuskan untuk membawanya ke fasilitas medis yang lebih baik," ucap Mohammed Afzal, 33 tahun, ayah Ahana.

Ibunya Nazima Begum, 28 tahun mengaku putus asa melihat kondisi itu. Mereka telah menghabiskan lebih dari 1.000 poundsterling, setara Rp17 juta.
© Dream
Petugas medis menduga, Ahana menderita hematodrosis ultra langka. Penyakit itu menyebabkan penderitanya berkeringat darah.
" Anak saya bertanya mengapa telinganya terus mengeluarkan darah. Saya tidak tahu bagaimana menjawab pertanyaan itu," kata Nazima, dikutip Dream dari laman Mirror, Kamis, 6 Juli 2017.
" Yang saya tahu setiap kali dia berdarah, kadar hemoglobin-nya turun drastis dan kami harus mendapatkan transfusi darah ke tubuhnya," ucap Nazima menambahkan.
Meskipun berpenghasilan hanya 70 poundsterling, setara Rp1,2 juta sebulan, keluarga itu telah menghabiskan 1.700 poundsterling, Rp2,9 juta untuk tes kesehatan dan perawatan Ahana.
" Saya tidak tahu ke mana harus mengatur dana dari," ujar Nazima.
Dokter anak di rumah sakit Rainbow Children Medicare, Sirisha Rani mengatakan Ahana kemungkinan memiliki hematodrosis.
" Ahana memerlukan lebih banyak transfusi," kata Sirisha.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
