Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wedhus Gembel Semeru (Instagram)
Dream - Jenazah seorang lanjut usia dan anaknya ditemukan di dalam salah satu rumah yang jadi korban Wedhus Gembel Semeru. Pilunya, keduanya ditemukan meninggal dalam keadaan berpelukan.
Dua korban tersebut dikenali sebagai Salamah, 70 tahun, dan Rumini, 28 tahun. Jasad keduanya ditemukan di dapur rumah di Desa Curah Kobokan, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Jawa Timur.
Kerabat korban, Legiman, mengaku menemukan jasad keduanya saat sedang mencari tahu keberadaan adik ipar dan keponakannya. Saat itu, rumah Salamah sudah ambruk akibat terjangan pasir vulkanik.
" Pas bongkar rontokan tembok dapur, terus tangannya (korban) kelihatan," ujar Legiman, dikutip dari Pojoksatu.id.
Legiman mengungkap fakta pilu di balik meninggalnya ibu dan anak ini. Ketika Wedhus Gembel mulai datang ke desa, seluruh warga menyelamatkan diri.
Sementara Salamah tidak sanggup berjalan, diduga karena faktor usia. Melihat kondisi ibunya, Rumini tidak sampai hati.
Rumini memutuskan untuk bertahan mendampingi ibunya. Dia sudah ikhlas jika harus mati dalam bencana tersebut.
Usai ditemukan, jenazah ibu dan anak itu langsung dievakuasi. Mereka segera dimakamkan setelah disemayamkan di rumah duka.
Meski begitu, suami Rumini dan dua anggota keluarga Salamah yang lain ditemukan selamat. Mereka mengalami cedera akibat tertimpa reruntuhan rumah.
" Suami Rumini dan anaknya selamat, mereka sekarang dirawat di Puskesmas," kata Legiman.
Dream - Sabtu sore, 4 Desember 2021, Lasimin tidak berada di rumahnya di Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Dia harus pergi sebentar lantaran ada kegiatan di tempat lain.
Empat anaknya ada di rumah. Tak pernah dia sangka, bakal ada bencana di hari itu.
Saat di tempat kegiatan, dia terima kabar Semeru sedang meletus. Kepanikan langsung melanda lantaran empat anaknya masih di dalam rumah.
" Saya bingung karena keluarga di rumah," ujar Lasimin.
Si 'Wedhus Gembel', kepulan asap vulkanik turun dengan kecepatan tinggi dari puncak Semeru. Menerjang sebagian besar kawasan yang dilewatinya.
Termasuk pula Kampung Renteng yang jadi lokasi rumah Lasimin. Seketika, semua menjadi gelap gulita bak tengah malam, padahal masih sore hari.
Dalam kondisi tersebut, Lasimin berusaha mencari kabar keluarganya. Dia sempat khawatir lantaran dalam beberapa jam tak tahu bagaimana nasib anak-anaknya.
" Alhamdulillah, akhirnya saya dapat kabar kalau mereka baik-baik saja," kata dia.
Anak-anak Lasimin berhasil mengungsi. Sayangnya, mereka tidak berada di lokasi pengungsian yang sama.
" Tidak apa-apa, yang penting semuanya selamat," kata dia.
Hari kedua pasca-erupsi, Lasimin dan keluarga belum bisa kembali ke rumah. Akses menuju kampungnya tertutup abu vulkanik sehingga belum memungkinkan evakuasi harta benda.
" Rumah saya tidak tertimbun, tapi tidak bisa ke sana karena banyak material," kata dia.
Kampung Renteng jadi lokasi paling terdampak erupsi Semeru. Ini mengingat posisinya yang relatif dekat dengan sumber erupsi.
Beberapa warga Kampung Renteng dinyatakan hilang. Hewan ternak terkapar dan mati, sementara puluhan rumah tertimbun material vulkanik.
Sejumlah warga berusaha menyelamatkan diri ketika Wedhus Gembel turun. Mereka langsung menuju titik-titik aman, dikutip dari Merdeka.com.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya