Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi
Dream – Wacana internasionalisasi dua kota suci umat Islam, Mekah dan Madinah, kembali mengemuka. Kerajaan Arab Saudi sebagai negara yang selama ini mengelola lokasi penting haji dan umroh ini menolak usulan tersebut.
Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi menegaskan desakan internasionalisasi sebagai upaya mendelegitimasi Arab Saudi.
“Hal ini bukanlah bentuk kebaikan. Ini adalah deklarasi perang terhadap Arab Saudi,” jelas Osama dalam kuliah umum di Universitas Indonesia (UI), Depok, Indonesia, Senin, 19 Februari 2018.
Kantor berita Turki, Anadolu Agency melaporkan Osama menuding wacana internasionaliasi dua kota suci ini diembuskan Iran, seteru Arab Saudi.
“Iran tak berhasil mempengaruhi Saudi dan mereka kini berupaya melemahkan Saudi dengan isu internasionalisasi dua kota suci,” ucap Osama.
Beberapa hari lalu, Majelis Ormas Islam (MOI) menyampaikan pernyataan sikap menolak internasionalisasi penyelenggaraan haji dan umroh serta urusan dua kota suci.
Menurut MOI, internasionalisasi dua kota suci dapat menjadi ancaman bagi stabilitas Mekah dan Madinah serta wilayah sekitarnya.
“Arab Saudi telah memberikan perhatian yang sangat besar dalam penyelenggaraan ibadah haji serta urusan dua tanah suci,” ujar perwakilan MOI Nazar Haris yang juga Ketua Umum Persatuan Umat Islam.
Sebelumnya, Iran menyuarakan pengelolaan ibadah haji dilakukan secara internasional. Desakan ini makin kuat setelah musibah jatuhnya crane di Masjid Al-Haram, Mekah pada 2015.
Tak hanya Iran yang ingin pengelolaan haji dapat diinternasionalisasi, dilaporkan Arab News, pada 2017, Qatar pernah menghembuskan isu serupa.
Isu itu ditanggapi keras Menteri Luar Negeri Arab Sadui Adel Al-Jubeir. "Permintaan Qatar untuk menginternasionalisasi dua kota suci itu agresif dan sebuah deklarasi perang melawan kerajaan," kata Al-Jubeir.
Belakangan, Menteri Luar Negeri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, membantah isu tersebut. Al Jazeera melaporkan Al Thani mengatakan tak pernah mempolitisasi isu mengenai haji itu.
"Arab Saudi berusaha mempolitisasi haji di tengah krisis Teluk. Tidak ada saran dari pejabat Qatar pendapat mengenai internasionalisasi ini," ucap Al-Thani.
(Sah)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari