Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ustaz Yusuf Mansur (foto: Instagram.com/ Yusufmansurnew)
Dream - Ustaz Yusuf Mansur memberikan tanggapan tentang rencana larangan penggunaan cadar dan celana cingkrang oleh pemerintah.
Menurut Yusuf Mansur, pembahasan tentang pro dan kontra larangan penggunaan cadar maupun celana ngatung sangat menarik diperbincangkan, mengingat hal tersebut sangat sensitif dan menyinggung ideologi seseorang.
" Menarik ini membicarakan tentang perbedaan paham, pendapat,termasuk cadar, niqab kemudian celana cungkring atau celana ngatung yang ramai di perbincangkan," kata Yusuf Mansur dikutip Dream dari akun instagramnya, Sabtu 2 November 2019.
Menurut YM, Indonesia yang terdiri dari beragam suku, bangsa, bahasa hingga agama. Karena itu memiliki perbedaan antara satu dengan lainnya. termasuk dengan cara berpakaian. Tapi dengan adanya perbedaan itu bukan berarti menjadi larang untuk seseorang tidak memakai cadar atau pun celana cingkrang.
" Tidaklah kemudian kita menjadi elok apabila melihat yang berbeda, melihat yang tidak sama, terus kita menggeneralisir dengan satu dasar, misalkan kecurigaan, dengan satu dasar misalkan kekekhawatiran, dengan satu dasar ketakutan," kata dia.
" Misalnya khusus soal cadar-niqab, celana cungkring ya dikhawatirkan dari sana terjadi radikalisme, terjadi bahaya, unsur keamanan dan lain-lain sebagainya, menurut saya tidak lah tepat ya. Ini kan juga sudah sama seperti mengeneralisir," imbuhnya.
Menurut ustaz berusia 42 tahun ini, dengan adanya larangan cara berpakaian seseorang itu tidak tepat karena tdak berlandasarn dengan berlandaskan Bhineka Tunggal Ika seperti yang tertulis dalam Pancasila jika memaksakan kehendak seperti itu.
" Kalau udah mengeneralisir, apa-apa aja itu jadi nggak bijak lagi, jadi nggak arif lagi, kalau apa-apa dipandang sebagai sesuatu yang pasti terjadi, nanti terjadi, itu kan berarti dibangun di atas ketakutan, dibangun di atas kekhawatiran," jelasnya.
Suami Siti Maemunah mengatakan seseorang mengenakan cadar ataupuun ikhwan menggunakan celana cungkring berkaitan dengan ideologi dan kenyaman seseorang. Jadi cara berpakaian mereka seharusnya tidak dilarang.

" Dan kemudian perkara kenyamanan seseorang, mungkin bagi seseorang punya pandangan tertentu yang menganggap memang seluruh badan dari satu tubuh seorang perempuan itu adalah seluruhnya aurat, hanya matanya saja sehingga dia memakai niqab, kalau sudah begitukan kita nggak bisa gitu (melarang), karena ini perkara sebuah keyakinan," tegasnya.
Selain itu, menurut YM, jika pemerintah tidak memperbolahkan hak seorang warga negara untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) karena mengenakan cadar ataupun celana cungkring dirasa kurang bijak.
" Tapi bila seperti itu kemudian hak seseorang sebagai warga negara kemudian menjadi hilang, nggak boleh menjadi pegawai negeri, nggak boleh kemudian bekerja di perbankan syariah, nggak boleh kemudian bekerja di instansi-instansi pelayana publik, menurut saya ya itu tadi, ya kurang-kurang bijak ya, kurang arif ya," tuturnya.
Dream - Tahap pemungutan suara Pemilu 2019 telah berakhir pada 17 April lalu. Memasuki masa perhitungan suara, ketegangan antar dua kubu pendukung Capres-Cawapres masih belum surut sepenuhnya.
Masih banyak dijumpai serangan kata-kata kasar di media sosial hanya karena berbeda pilihan Capres.
Salah satunya dialami Ustaz Yusuf Mansur yang mendapat komentar pedas saat mengunggah video di akun Instagramnya.
Kala itu Ustaz YM, sapaan tenarnya, tengah membagikan video putrinya sedang makan ketoprak.
Namun unggahan tersebut mendapat komentar berisi kalimat menyakitkan dari seorang waganet yang tak dikenalnya.
Dalam komentarnya, warganet menyebut Ustaz Yusuf Mansur seperti penghuni neraka.
“ Apalagi muka ustadz hitam buram kayak penghuni neraka jahanam setelah junjungannya kalah telak di Pilpres 2019,” ujar akun tersebut.
Ternyata komentar warganet itu dibalas kembali Putri bungsu Uztaz YM, Aisyah Humairoh Hafidzoh Mansur.
“ @janggut.merah212 doain ya. Mohon doa. Jazaakumullah. Ini Aisyah yang nulis, doain papahku,” ujarnya.
Aisyah meng-capture komentar tersebut dan kembali mengunggah di akun milik ayahnya. Dia mengulangi minta supaya ayahnya didoakan sekaligus mendoakan semuanya supaya masuk surga.
" Ini aku Aisyah. Hp-nya papah lagi aku pinjem. hehehehe... Aku ikutin papah kepcer dan aplod. Aisyah doain semua masuk syurga. Doain papahku ya, kata rasul lataghdob walakal jannah, artinya janganlah marah, bagimu syurga," tulisnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya