Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kecelakaan Di Simpang Rapak Balikpapan, Kaltim (Instagram)
Dream - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan bersama Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) menggelar investigasi mengenai kecelakaan maut yang terjadi di Simpang Muara Rapak, Kota Balikpapan, Kalimantan Barat, pada Jumat pekan lalu. Didapat beberapa temuan terkait kondisi truk.
Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setyadi, mengatakan terdapat indikasi truk telah mengalami modifikasi. Sehingga truk yang digunakan tidak sesuai dengan spesifikasinya.
" Ada indikasi perubahan ROH (Rear Over Hang), jadi konfigurasi perubahan ban," ujar Budi.
Budi menjelaskan panjang truk diduga tidak sesuai dengan spesifikasi pabrik. Ada dugaan penambahan sasis.
" Panjang sekian dipanjangin, artinya ada tambahan sasis," kata dia.
Selain penambahan sasis, temuan lain yang didapat yaitu persneling truk dalam kondisi netral saat kejadian. Sehingga truk melaju sesuai kontur jalan yang menurun.
Tetapi, upaya pengereman tidak berjalan semestinya. Sopir terlalu sering mengetes rem hidrolik sehingga penggunaan angin terlalu banyak, mengakibatkan blong.
" Remnya bermasalah, ngeblong," kata dia.
Sementara terkait medan, Budi mengatakan Simpang Muara Rapak memang jadi jalan terbaik sehingga perlu dibangun. Untuk mitigasi, opsi pembangunan flyover bisa menjadi pilihan.
" Kita akan lakukan mitigasi jangka pendek dan jangka panjang, ada dua opsi untuk flyover apakah melalui APBD provinsi atau bisa kita usulkan ke Ditjen Bina Marga," kata dia.
Budi mengungkapkan pendanaan pembangunan flyover sangat memungkinkan menggunakan skema APBN. Hal ini akan dibawa ke pembahasan bersama Ditjen Bina Marga namun disampaikan oleh Dinas Perhubungan Provinsi.
" Rencana flyover ini sudah dibahas 4 tahun dan siap, nanti mana yang lebih cepat," kata Budi, dikutip dari Merdeka.com.
Dream - Kepolisian menetapkan sopir truk tronton yang menyebabkan kecelakaan maut di Simpang Muara Rapak, Balikpapan, Kalimantan Timur, Muhammad Ali, sebagai tersangka. Kecelakaan tersebut menewaskan 4 orang dan menimbulkan puluhan korban luka.
" Sudah (ditetapkan tersangka), dia (ditahan) di Polresta Balikpapan," ujar Kabid Humas Polda Kaltim, Komisaris Besar Yusuf Sutejo.
Yusuf mengatakan tersangka mengakui telah melanggar larangan kendaraan besar melintas lokasi pada jam 06.00-21.00 WITA. Tersangka terpaksa lewat jalan itu karena sudah kesiangan.
" Dia kesiangan jadi dia tembus juga," kata Yusuf.
Kemudian, Yusuf menjelaskan tersangka berangkat dari Polobalang pukul 05.00 WITA menuju Kampung Baru, Balikpapan Barat. Sementara, jalur yang dilalui tersangka tidak boleh dilewati kendaraan berat mulai pukul 06.00 WITA.
" Tetapi karena dia tergantung (terlanjur) di situ, jadi terpaksa dilanjutkan. Dia tahu sebenarnya ada aturan melarang angkutan berat lewat situ," terang Yusuf, dikutip dari Merdeka.com.
Dream - Polri merilis data terkini korban kecelakaan di Balikpapan, Kalimantan Timur yang melibatkan sebuah truk tronton. Kecelakaan yang terjadi di simpang jalan Muara Rapak itu membuat enam mobil rusak parah dan sejumlah sepeda motor.
" Informasi terakhir update korban hasil koordinasi dengan Kabid Humas Kaltim," ujar Kadiv Humas Polri, Inspektur Jenderal Dedi Prasetyo.
Data terbaru menyatakan jumlah korban meninggal menjadi 4 orang dan 1 korban kritis. Sedangkan korban luka mencapai 21 orang, dengan 4 luka berat dan 17 luka ringan.
Selain itu, pengendara truk juga diamankan. Berdasarkan pengakuan sopir, kecelakaan dipicu rem kendaraannya yang tidak berfungsi maksimal.'
" Keterangan sopir truk tronton, pompa angin rem tidak berfungsi sehingga menyebabkan rem blong," kata Dedi.
Kecelakaan terekam jelas di CCTV. Dalam video yang beredar, terlihat truk merah menyeruduk sejumlah mobil hingga terguling dan menimpa pengguna sepeda motor.
Sebanyak enam mobil rusak parah. Satu tiang lampu sampai ambruk terdorong mobil.
Truk mengalami rem blong saat melintas. Sementara kondisi jalan yang miring membuat truk melaju kencang dan tak bisa dikendalikan.
Akibatnya, truk menabrak satu mobil di paling belakang. Tetapi karena kecepatan tidak bisa dikurangi, truk terus melaju menyebabkan kecelakaan beruntun, dikutip dari Merdeka.com.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya