Kabut Asap Parah, 409 Sekolah di Malaysia Libur & Ujian Ditunda

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 11 September 2019 18:00
Kabut Asap Parah, 409 Sekolah di Malaysia Libur & Ujian Ditunda
Ujian sekolah harus dijadwalkan ulang.

Dream - Sekitar 409 sekolah di Sarawak telah diperintahkan untuk diliburkan pada Selasa, 10 September 2019 karena serangan kabut asap.

Dilaporkan The Star, Dinas Pendidikan Malaysia meliburkan sebanyak 62 sekolah menengah dan 347 sekolah dasar di Betong, Bau, Kuching, Lubok Antu, Padawan, Samrahan, Serian, Sri Aman dan Lundu.

Akibat kondisi ini, sebanyak 157.479 siswa harus belajar mandiri. Ujian Pencapaian Sekolah Rendah (UPSR), semacam Ujian Akhir Sekolah (UAS), akan dijadwalkan ulang.

Sebelumnya, Senin, 9 September 2019, Dinas Pendidikan Malaysia telah mengeluarkan imbauan penutupan ke sekolah-sekolah di daerah dengan tingkat indeks pencemar udara (API) di atas 200.

Dinas Pendidikan juga mengatakan ujian publik akan ditunda jika API melebihi 300.

Pada Selasa siang, API di seluruh Sarawak berkisar dari sedang hingga tidak sehat. Di Sri Aman mencatat pembaca API berada di angka 190.

API yang dikeluarkan oleh Departemen Lingkungan terdiri dari kategori, Baik (0-50), sedang (51-100), tidak sehat (101-200), sangat tidak sehat (201-300) dan berbahaya (301 ke atas).

1 dari 5 halaman

Titik Panas di Kalimantan

 Laporan titik panas (Foto: BNPB)

Laporan titik panas (Foto: BNPB)

Dilaporkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sejumlah kebakaran hutan tercatat dua kepulauan, Sumatera dan Kalimantan.

Di Sumatera, tiga wilayah terpantau ada 317 titik panas di Riau, 636 titik panas di Jambi, dan 377 titik panas di Sumatera Selatan. Sementara itu di Pulau Kalimantan, yang berbatasan dengan Serawak, Malaysia, ada 923 titik panas di Kalimantan Barat, 1.220 titik panas di Kalimantan Tengah, dan 193 titik panas di Kalimantan Selatan.

2 dari 5 halaman

Jokowi Ancam Copot Pangdam & Kapolda yang Tak Becus Atasi Kebakaran Hutan

Dream - Jokowi mengancam akan mencopot Kapolda dan Pangdam yang tak mampu mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dia tak ingin peristiwa karhutla 2015 terulang kembali.

" Aturan main kita tetap masih sama, saya ingatkan kepada Pangdam, Danrem, Kapolda, Kapolres, aturan yang saya sampaikan 2015 masih berlaku (copot jabatan jika tak bisa atasi karhutla)," kata Jokowi, dikutip dari Liputan6.com, Selasa 6 Agustus 2019.

Presiden bernama lengkap Joko Widodo ini mengaku telah menelepon Panglima TNI dan Kapolri mengenai kebakaran hutan dan lahan. Dia menyinggung, kebakaran hutan dan lahan pada 2015 telah mengakibatkan kerugian hingga Rp221 triliun.

Dibandingkan 2015, kebakaran hutan tahun ini menurun 81 persen. Tetapi, dibanding 2018, tahun ini mengalami kenaikan. " Harusnya ini tiap tahun turun, menghilangkan total," kata dia.

Jokowi meminta pemerintah daerah berkomunikasi dengan Kapolda dan Pangdam untuk menangani kebakaran hutan serta pencegahannya.

" Api sekecil apa pun segera padamkan. Kerugian gede sekali kalau kita hitung. Jangan sampai ada yang namanya status siaga darurat, jangan sampai," ucap dia.

Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham

3 dari 5 halaman

99% Kebakaran Hutan dan Lahan Karena Ulah Manusia

Dream - Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Indonesia 99 persen disebabkan oleh ulah manusia. Kebakaran akibat alam hanya terjadi 1 persen. 

Beberapa pemicu kebakaran akibat ulah manusia diantaranya buang putung rokok atau membakar sampah, disengaja karena ingin membuka lahan, dan disengaja karena dibayar.

" Alasannya adalah dampak kurangnya lapangan kerja," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, dalam keterangan resminya, Selasa, 5 Maret 2019.

Doni menduga masalah utama terjadinya pembakaran hutan terletak pada faktor ekonomi masyarakat. Solusi untuk mengatasi persoalan ini adalah meningkatkan komoditas ekonomi rakyat seperti kopi dan lada.

Kepala Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan, khusus di Riau, sebanyak tiga stasiun pemantau cuaca disiapkan untuk mendeteksi cuaca dan titik panas.

 Kondisi lahan yang terancam kebakaran hutan

Meski begitu, kata Dwikorita, alat milik BMKG masih memiliki kelemahan. " Baru dapat mendeteksi zona lebih dari 500 meter persegi," ujar dia.

4 dari 5 halaman

Indonesia Merugi Rp221 T karena Bencana

Deputi dari Badan Restorasi Gambut (BRG) Haris Gunawan menambahkan gambut di Riau tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan masyarakat. Bekerjasama dengan BPPT, lembaganya mengembangkan inovasi pemantauan gambut secara realtime dengan menggunakan Android. 

" Lahan gambut di Riau, dalam keadaan merah. Sehingga kita perlu meningkatkan kesiapsiagaan.  Perlu adanya air untuk menyeimbangkan ekosistem, restorasi gambut, pelibatan masyarakat, dan peringatan dini terhadap kebakaran lahan gambut. Harus jelas kepemilikan lahan untuk memudahkan pemadaman, dan sejahterahkan rakyat," kata Haris.

Selain berbicara mengenai kebakaran hutan, Doni juga menyebut kondisi penanggulangan bencana di Tanah Air. Dia menyebut pentingnya menguatkan penanggulangan bencana.

Doni menjelaskan kerugian ekonomi Indonesia akibat bencana alam mencapai Rp221 triliun pada 2015. Sementara itu, korban bencana selama 18 tahun terakhir mencapai 1.220.701 orang.(Sah)

5 dari 5 halaman

4 Provinsi Siaga-Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan

Dream - Seiring meningkatnya cuaca kering di beberapa daerah langganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), empat provinsi menetapkan status siaga-darurat. Keempat provinsi itu terletak di Sumatera dan Kalimantan.

Sumatera Selatan diketahui telah menetapkan status siaga sejak 1 Februari 2018 hingga 30 Oktober 2018, Riau menetapkan status sejak 19 Februari 2018 hingga 31 Mei 2018, Kalimantan Barat sejak 1 Januari 2018 hingga 31 Desember 2018, dan Kalimantan Tengah menetapkan status sejak 20 Februari 2018 hingga 21 Mei 2018. 

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan penetapan status siaga-darurat Karhutla berdasarkan meningkatnya jumlah titik panas.

" Dengan pemberlakuan siaga darurat maka ada kemudahan akses dalam penanganan Karhutla, baik pengerahan personil, komando, logistik, anggaran dan dukungan dari pemerintah pusat," kata Sutopo, Rabu, 21 Februari 2018.

Sutopo mengatakan daerah-daerah yang berada di sekitar garis khatulistiwa saat ini memasuki musim kemarau periode pertama. Adapun kemarau periode kedua berlangsung pada Juni hingga September.

" Karhutla umumnya meningkat pada periode kedua musim kemarau ini," ujar dia.

Berdasarkan pengamatan SNPP pada catalog modis Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) pada Rabu pagi ini pukul 07.23 WIB, terdapat 90 titik panas di Indonesia.

(Sah)

Beri Komentar
Pengakuan Mencengangkan Aulia Kesuma, Dibalik Rencana Pembunuhan Suami dan Anak Tirinya