Terkuak Profesi Sebenarnya Polisi Gadungan Sempat Viral di Medsos

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 8 Desember 2021 20:55
Terkuak Profesi Sebenarnya Polisi Gadungan Sempat Viral di Medsos
Ternyata, pria tersebut bekerja sebagai keamanan gudang.

Dream - Pasangan polisi dan bhayangkari gadungan telah diamankan polisi setelah video keduanya viral. Terkuak fakta mengenai pekerjaan sebenarnya dari polisi gadungan tersebut.

Dikutip dari Merdeka.com, pria tersebut mengaku bernama Riki Alamsyah. Dia berprofesi sebagai penjaga gudang.

" Nama saya Riki Alamsyah, alamat Rengasdengklok, pekerjaan saya keamanan gudang," ujar dia.

Lantaran videonya viral, Riky meminta maaf. Dia mengaku bisa memiliki seragam polisi dengan cara membeli di e-commerce.

" Saya membeli seragam kepolisian dari online. Saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh keluarga besar Polisi Republik Indonesia," kata dia.

 

1 dari 6 halaman

Ikut Jadi Korban

Sedangkan wanita dalam satu video bersama Riky juga meminta maaf. Dia mengaku diminta untuk memakai seragam Ibu Bhayangkari.

" Nama saya Ratna Wulan umur 28 tahun, saya tinggal di Cikampek," kata dia.

Ratna mengaku dia tidak tahu pria yang di sampingnya adalah polisi gadungan. Wanita itu ternyata juga jadi korban penipuan dari Riky.

" Saya tidak mengetahui bahwa pria di sebelah saya ini adalah polisi palsu dan pakai seragam palsu.

2 dari 6 halaman

Bisa Malu 7 Turunan! Sudah Pamer Jadi Ibu Bhayangkari, Ternyata Kekasihnya Polisi Gadungan

Dream - Memiliki kekasih seorang polisi mungkin jadi kebanggaan tersendiri. Begitupun yang ada dibenak wanita yang satu ini. Dia sudah pamer ke media sosial dan mengaku sebagai ibu Bhayangkari, istri polisi.

Dalam video yang viral di media sosial, tampak seorang  pria dan wanita berseragam dinas polisi dan Bhayangkari. Keduanya ramai disorot karena membandingkan 'kacang hijau' dan 'cokelat'. Video tersebut dinilai meresahkan karena disebut menyindir 'kacang ijo' sebagai TNI.

Namun setelah ditelusuri, siapa sangka polisi tersebut merupakan polisi gadungan. Bahkan, wanita yang menjadi kekasihnya itu sebelumnya tidak mengetahui jika sang pacar adalah polisi gadungan.

Penasaran bagaimana kisah selengkapnya? Simak ulasannya berikut ini!

3 dari 6 halaman

Video Membandingkan Kacang Hijau dan Cokelat

Video tersebut diunggah oleh akun Instagram pribadi Kabag Pinludagri Srena Polri, Kombes Adex Yudiswan. Dalam unggahannya, tampak seorang pria dan wanita berseragam dinas polisi dan Bhayangkari. Keduanya tampak membuat video Tiktok membandingkan " kacang hijau dan cokelat" .

" Kacang ijo memang bergizi tapi cokelat bikin nyaman, bikin tenang di hati lagi," kata wanita dalam video.

4 dari 6 halaman

Polisi Gadungan

Banyak yang menganggap jika ‘kacang hijau’ yang disebutkan wanita tersebut adalah sindiran untuk TNI. Karena dianggap membuat gaduh dan rentan memicu kesalahpahaman, pihak kepolisian pun langsung melakukan penyelidikan.

Belakangan, diketahui bahwa mereka bukan polisi dan ibu bhayangkari. Usai diamankan dan diintrogasi, wanita berinisial RW itu mengaku tidak mengetahui bahwa pacarnya merupakan polisi gadungan.

Ia diminta untuk memakai seragam ibu Bhayangkari setelah dijanjikan akan dinikahi oleh polisi gadungan tersebut. Lebih lanjut, keduanya mengaku mendapatkan seragam tersebut dengan cara membelinya melalui situs belanja online.

5 dari 6 halaman

Minta Maaf

Dilansir Merdeka.com, kepada polisi wanita itu mengaku menjadi korban penipuan, karena tidak mengetahui bahwa kekasihnya itu adalah polisi gadungan. Ia pun lantas meminta maaf atas viralnya video tersebut.

" Saya mau meminta maaf atas video viral yang saya buat (mengatasnamakan) kepolisian menggunakan baju Bhayangkari dikarenakan saya tidak mengetahui bahwa pria yang di sebelah saya ini adalah polisi palsu dan menggunakan seragam yang palsu," kata wanita dalam video.

6 dari 6 halaman

Diimbau Berhati-hati

Dalam keterangan unggahan, Kombes Adex Yudiswan pun mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dengan berita ataupun video hoax yang mudah beredar di media sosial.

" Pelajaran berharga, dimedia sosial kita bahkan sangat mudah untuk bisa ditipu, dan kitapun bisa menjadi tersangka jika tidak paham aturannya, pelajaran yang paling berharga adalah saring baru sharing , video dan gambar bisa di rekayasa jadi jangan mudah percaya tabbayunnnnnn cek dan ricek,,,,, iming iming biasanya besar bahkan sangat berlebihan," tulisnya.

 

 

Beri Komentar