Dikira Pengemis, Fakta Bocah yang Tidur di Depan Toko Ini Mengejutkan

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Rabu, 22 Januari 2020 08:00
Dikira Pengemis, Fakta Bocah yang Tidur di Depan Toko Ini Mengejutkan
Bocah itu menolak diberi uang cuma-cuma.

Dream - Kisah pilu dialami seorang anak di Malaysia yang sudah berjuang mencari uang untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Usia bocah itu kira-kira sebaya dengan anak SMP, sekitar sebelas atau dua belas tahun.

Kisah bocah itu diunggah ke Facebook oleh akun Mohd Najid. Sang pemilik akun mengaku melihat bocah itu malam sekitar pukul 11.45 waktu Malaysia, saat hendak menutup bengkel dan pulang.

Tapi, Najib terlebih dahulu mengunjungi toko elektronik untuk membeli baterai laptop yang tidak jauh dari bengkelnya. Tepatnya di Blok 7e.

Di depan toko, Najib melihat ada seorang anak kecil yang sedang tertidur. Di sampingnya ada beberapa botol parfum, itu merupakan barang dagangan bocah tersebut.

Najib kemudian bertanya kepada penjaga toko mengenai anak tersebut. Menurut penjaga toko, anak tersebut sering tertidur di tempat tersebut.

" Saat keluar, saya membangunkannya dan hendak memberikan uang," tulis Mohd Najid.

1 dari 8 halaman

Menolak Diberi Uang Cuma-cuma

Namun, bocah itu menolaknya. Dia justru menawarkan dagangannya kepada Najid.

" 'Maaf Pakcik, saya tidak minta sedekah. Saya jual barang-barang ini dan perlu habiskan sebelum pulang ke rumah'," Najid menirukan ucapan anak itu.

Mendengar pengakuan itu, badan Najid lemas sekaligus merasa haru. Dia kemudian membeli sebotol parfum yang dijual anak itu.

Hal yang sama juga dilakukan oleh orang lain yang juga keluar dari toko elektronik. Mereka membeli parfum anak tersebut ketimbang mengasihaninya dengan uang cuma-cuma.

Setelah itu, Najib bertanya mengenai kondisi keluarganya. Anak tersebut menceritakan kalau orang tuanya sudah bercerai dan memiliki tiga adik. Mereka semua tinggal bersama sang ayah.

Merasa iba, Najid kembali menawarkan bantuan untuk memberikan uang.

" Boleh tidak Pakcik beri sedikit uang untuk belanja sekolah? Anak itu menggelengkan kepala," ujar dia.

 

2 dari 8 halaman

Doa Untuknya

Najib berusaha meyakinkan anak tersebut kalau uang yang diberikannya bukan hasil mengemis dan bisa digunakan untuk kebutuhan membeli peralatan sekolah.

" Ya Allah, mulia sekali hati anak ini, aku sedih melihat dia. Ya Allah, mudahkan urusan anak ini, Kau jaga dari bahaya dan jaga kesehatannya," ucap dia.

3 dari 8 halaman

Menolak Dikasihani, Kisah Penjual Kerupuk Berkursi Roda Ini Bikin Terenyuh

Dream - Meski diberi kesehatan dan tubuh lengkap, ada saja yang masih mengeluh dan malas bekerja. Jika kamu termasuk orang yang suka mengeluh, dengarlah kisah pria ini.

Dengan keterbatasan fisiknya, dia tetap bekerja keras demi menunjang hidupnya. Pria itu bernama Marzuki, seorang penjual makanan ringan yang juga penyandang disabilitas.

Dia harus memakai kursi roda untuk berjualan di sekitar Kompleks Bukit Jambul, Penang, Malaysia.

Keponakannya, Danial Jauhari, kebagian mendorong kursi roda. Sementara Marzuki yang menjajakan makanan ke setiap pembeli.

4 dari 8 halaman

Awalnya Menolak, Tak Mau Dianggap Pengemis

Baru-baru ini, seorang vlogger bernama Azfar Badrul mendekati Marzuki. Azfar bermaksud untuk memborong semua jualan pria 49 tahun itu.

Pada awalnya kehadiran Azfar justru membuat mereka berdua salah paham. Mereka mengira Azfar hendak memberikan uang layaknya seorang pengemis.

Marzuki bersikeras bahwa mereka bukan pengemis meskipun ia cacat. Dia bilang ingin mendapatkan uang secara halal dari berjualan makanan ringan.

Namun setelah Azfar menjelaskan tujuannya, Marzuki dan Danial akhirnya menerima tawaran itu.

5 dari 8 halaman

Memborong Semua Makanan

Dengan persetujuan kedua pria hebat itu, Azfar membeli semua barang dagangan mereka hari itu seharga 59 ringgit atau Rp198 ribu lebih.

Azfar kemudian membagikan makanan ringan yang dibelinya kepada orang-orang yang lewat di lokasi tersebut.

Menurut Danial, dia berjualan makanan ringan dengan harga 1 sampai 2 ringgit (Rp3 ribu sampai Rp6 ribu).

Sementara air kemasan mereka jual dengan harga Rp3 ribu. Mereka berjualan dari Kamis hingga Minggu, mulai Subuh sampai dagangan habis.

6 dari 8 halaman

Menangis dan Berpelukan

Selesai membagikan barang dagangan itu kepada warga, tiba saatnya berpisah. Namun sebelumnya, Azfar menyerahkan uang tambahan sebesar 300 ringgit (Rp 1 juta) kepada mereka berdua.

Tindakan Azfar itu membuat Marzuki dan Danial terharu. Mereka langsung memeluk Azfar sambil menangis penuh haru.

Kebaikan Azfar yang mulia dan kisah Marzuki yang mengharukan membuat netizen tak bisa membendung air mata.

Beberapa bahkan mendoakan agar Marzuki dan Danial selalu diberkati dan diberi rejeki oleh Allah.

7 dari 8 halaman

Nikmat Manalagi yang Kamu Dustakan?

Mengutip Alquran, netizen menyindir mereka yang masih sehat dan bertubuh lengkap tapi malas bekerja.

" Nikmat manalagi yang bisa didustakan bagi mereka yang sehat dan bertubuh lengkap tapi pemalas. Semoga kita semua dimurahkan rejekinya untuk membantu mereka yang memerlukan," tulis seorang netizen

Sementara yang lain merasa kagum dengan Marzuki dan Danial. Meski hidup miskin, mereka tak mau meminta-minta.

" Menangis aku pagi ini. Adik Daniel yang terbaik. Mau menolong pamannya yang walaupun cacat tidak mau meminta-minta. Semoga paman dan adik Daniel dimurahkan rejekinya, aaamiin."

Sumber: Siakapkeli.my

8 dari 8 halaman

Lihat Videonya

Marzuki, penjual makanan ringan penyandang disabilitas, terharu sampai memeluk dan menangis di bahu orang yang memborong dagangannya.

Tidak hanya itu, Marzuki juga diberi uang tambahan sebesar Rp1 juta oleh pembeli bernama Azfar Badrul itu.

Beri Komentar
Cara Samuel Rizal Terapkan Hidup Sehat Pada Anak